DIA PUTRI KU

DIA PUTRI KU
Mengakhiri hidup


__ADS_3

Fanii bersama adiknya menjelajahi hutan untuk berburu.


"Doni, apa yang kamu lihat, apa kamu akan diam saja cepat tembak". Fanii.


Doni terdiam sejenak dan menatapi rusa itu bersama sepasang 2 anaknya. Fanii dengan gegabah mengambil senapan Doni dan menembak ibu rusa.


"Kaka, apa yang Kaka lakukan, mengapa Kaka membunuhnya, bagaimana dengan anaknya, Kaka". Doni sangat marah terhadap kakanya itu dan meninggalkannya ditengah hutan dengan sendirinya.


Fanii tidak menghiraukannya dan dia sangat senang mendapatkan mangsanya.


Fanii dibesarkan dari keluarga yang sederhana bersama sepasang suami istri penjual susu sapi. Fanii sangat menyayangi orang tua dan dia membantu keduanya berjualan susu di kota.


Fanii putus sekolah sejak lulus SMA dan dia tidak ingin melanjutkan kuliahnya


dikarenakan orang tuanya tidak mampu untuk membiayainya dan fanii memutuskan untuk membantunya berjualan susu sapi di kota, saat diwaktu luang fanii menghabiskan waktunya untuk berburu di hutan.


"Don, dimana Kaka mu". Ibu.


Doni hanya diam dan masuk ke dalam dan menutup pintu kamar.


"Don, ada apa dengan mu". Ibu.


Tak lama fanii pulang membawa ibu rusa diatas pundaknya.


"Mama, biarkan dia". Fanii menghentikan ibunya.


"Ada apa (penasaran)". Ibu.

__ADS_1


Fanii menjelaskan semuanya apa yang sudah terjadi di hutan sehingga membuat Doni begitu marah dan ini membuat reaksi ibunya hanya bersikap biasa saja dan tidak memarahinya dan bersegera untuk ke kota menjual susu yang baru saja di siapkan untuk dijual.


Sesampainya di kota fanii bersegera mendatangi satu persatu toko yang dimana dia biasanya menjualnya susu disana, selesai menjual susu fanii tidak langsung PO pulang, dia menyempatkan dirinya untuk singgah ke tepi sungai dan menghirup udara sejenak disana, ketika ingin pulang fanii tidak sengaja melihat seorang wanita mau melakukan bunuh diri bersama anak yang dikandungnya dan ini membuat fanii marah.


"Heyyy (berteriak), apa yang sedang lakukan disana (berlari)". Fanii.


Wanita itu hanya menangis dan ingin mengakhiri hidup nya.


"Apa kamu sudah gila". Fanii.


Orang lain hanya dapat menontonnya saja.


Fanii berusaha untuk mencari cara agar wanita ini tidak melakukan apa yang tidak dia inginkan. Fanii bingung harus melakukan apa. Seketika wanita itu menceburkan dirinya ke dalam sungai, fanii bergegas untuk menolongnya dan menceburkan dirinya ke dalam sungai tersebut.


Fanii mendapatkannya dan membawanya ke tepi sungai, fanii mencoba melihat keadaan wanita itu dan wanita itu tidak bernafas membuat fanii ketakutan, fanii berusaha membantunya dengan memberikan nafas buatan dan kompresi dada tak lama wanita itu kembali bernapas.


"Bisakah diantara kalian hubungi ambulans". Fanii terduduk.


Tak lama ambulans datang dan membawa wanita itu ke rumah sakit untuk dicek keadaannya, sedangkan fanii tidak ikut bersama wanita itu dan dia harus kembali takut nanti ibu dan ayahnya mencarinya, fanii harus pulang dengan keadaan basah kuyup. Sepanjang jalan fanii terus saja memikirkan wanita itu apakah dia baik-baik saja. Sesampainya di rumah fanii dikejutkan oleh seorang pria yang ingin mengambil sapi milik ayahnya. Fanii tak segan untuk berlari dan menghajar pria itu sehingga kedengaran oleh doni dan kedua orang tuanya.


"Kaka (berlari)". Doni.


Doni terhenti melihat kakanya menghajar 2 orang pria yang ingin mencuri sapinya.


Disisi lain wanita itu ditangani oleh dokter.


"Apa yang terjadi". Dokter Siya.

__ADS_1


"Dia mencoba mengakhiri hidupnya". Perawat.


Dokter Siya terkejut mendengarnya dan menyamperin wanita itu untuk diperiksa keadaannya. Wanita itu baik-baik saja bersama janin yang dikandungnya.


"Siapa menyelamatkannya". Dokter Siya bertanya kepada perawat.


"Dokter Siya bisa lihat di media sosial video itu viral sudah melebar luas". Perawat.


Dokter pergi dari sana dan pergi keruang nya untuk menyaksikan vidio tersebut, hal hasil membuat dokter siya terkejut melihat kejadian itu, disisi lain dia merasa ada getaran dihatinya saat melihat anak yang menolong wanita tersebut dan membuatnya terhenti sejenak.


"Ibu, ibuu". Ana.


Dokter siya terkejut "Iya". Dokter siya.


Ana menggelengkan kepala "Ada apa ibu". Ana.


"Ooh ini, ibu barusan nonton video yang viral di media sosial". Dokter siya.


"Aku sudah liat, gimana keadaannya ibu". Ana.


"Sekarang dia baik-baik saja". Dokter siya.


"Oh ya bu, aku hampir lupa kata ayah nanti malam jangan sampai terlambat untuk makan malam bersama kakek dan nenek". Ana.


Dokter siya hanya menganggukkan kepala "Iya". Dokter siya.


Ana keluar dari ruangan dan meninggalkan ibunya didalam.

__ADS_1


__ADS_2