DIA PUTRI KU

DIA PUTRI KU
Perkelahian


__ADS_3

Doni tidak sengaja bertemu david di kota segera menghampirinya dan menghajarnya habis-habisan karenanya kakanya dipenjara, polisi yang melihat adanya perkelahian segera memisahkan mereka berdua agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, david yang penuh darah di bagian hidungnya tertawa lalu meludah di depan doni dan membuat doni marah dan ingin kembali menghajarnya tetapi polisi dengan cepat mencegah doni agar tidak terjadi perkelahian lagi.


"Lihat saja nanti". David mengancam.


"Apa! aku tidak akan takut dengan ancaman mu itu". Doni.


"Lepaskan". Doni.


David pun memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan doni, sedangkan doni merasa dirinya sangat marah kepada david dengan cepat doni mengambil batu yang ada disana lalu melemparnya ke arah mobil david, doni yang tak puas dengan lemparannya kemudian doni mengambil kembali batu yang ada didepan nya, ketika ingin mengambilnya doni tidak sengaja menemukan barang berupa flashdisk, doni dengan segera mengambil flashdisk itu dan menyimpannya di kantong celananya lalu kembali melemparkan batunya kearah mobil david, sudah merasa puas doni melempari batu kearah david, lalu pergi dari sana dan kembali menjual susunya, doni yang penuh emosi berusaha menenangkan dirinya, tidak lama ayah datang menghampirinya, ayah terkejut melihat anaknya penuh luka lebam di bagian wajah.


"Apa yang terjadi, mengapa wajah kamu". Ayah.


"Ayah ini hanya luka biasa". Doni.


"bagaimana kamu bisa mengucapkan ini luka biasa, apa kamu berkelahi". Ayah.


"Ayah sudahlah, aku bosan menceritakannya". Doni.


"Ayo kita kerumah sakit untuk mengobati luka kamu ini". Ayah.


"Ayah aku baik-baik saja tidak perlu kerumah sakit". Doni.


Ayah tidak mendengarkan perkataan doni dan membawanya kerumah sakit untuk mengobati lukanya. Sampainya dirumah sakit doni dan ayah tidak sengaja bertemu dengan dokter siya, ayah doni meminta dokter siya untuk mengobati luka anaknya, dengan senang hati dokter siya segera membantu dan membawa doni keruang pengobatan, ayah menunggu diluar ruangan.


.


.


Ayah melihat dokter siya keluar dari ruangan dengan cepat menghampirinya.


"Apa dia baik-baik saja". Ayah.


"Dia baik-baik saja dan lukanya tidak terlalu parah hanya luka ringan saja dan saya sudah mengobatinya, sekarang bapak bisa masuk kedalam". Dokter siya.


Ayah pun masuk kedalam menemui doni. Ayah yang masih penasaran apa yang telah terjadi kepada anaknya itu mulai mempertanyakannya.


"Apa yang terjadi sebenarnya sehingga kamu seperti ini". Ayah.


"Ayah, apa ayah akan terus mempertanyakannya". Doni.


"Ya! Ayah akan terus bertanya kepada kamu, sampai kamu mau menceritakan semuanya". Ayah.


"Baiklah ayah, baik aku akan menceritakan semuanya, aku tidak sengaja bertemu dengan david, dan aku menghampirinya terus menghajarnya, karena dia kaka dipenjara". Doni.


"Doni apa yang telah kamu lakukan, mengapa kamu begitu gegabah dalam bertindak, bagaimana terjadi sesuatu terhadap mu, bagaimana mana nanti dia akan melaporkan kamu ke polisi. Apa kamu ingin membunuh ayah dan ibu mu". Ayah.


"Ayah itu tidak akan terjadi, ku mohon jangan mengatakan itu lagi. Baiklah aku janji tidak akan melakukan nya lagi". Doni.

__ADS_1


"Kamu sama keras kepala seperti kaka mu, selalu gegabah dalam bertindak". Ayah.


Siya mendengar percakapan mereka berdua berpura-pura tidak tahu, siya masuk dan memberikan kabar bahwa doni bisa pulang. Ayah mendengarnya segera membawa doni pulang.


Disisi lain bram yang tidak berputus asa terus berusaha untuk mencari bukti itu, bram baru teringat dengan lokasi kejadian tersebut. Bram pun segera mengambil kunci mobil dan pergi ke lokasi.


.


.


Sampainya di lokasi kejadian bram mulai mencari cctv, bram sangat yakin pasti di taman tempat lokasi kejadian ada cctv.


Bram pun melihat ada cctv disana, bram sangat bahagia akhirnya di menemukannya. Bram dengan cepat pergi untuk memeriksa cctv tersebut. Bram mulai membuka komputer cctv-nya tetapi bram tidak menemukan buktinya, bram sangat bingung mengapa dia tidak menemukannya bram mulai curiga pasti ada sesuatu yang tidak beres dan bram mulai curiga pasti ada seseorang yang telah melakukan semua ini.


.


.


Ana melihat pasien kecelakaan dan pasien tidak sadarkan diri, ana pun mulai memeriksanya dan ternyata pasien mengalami pendarahan parah dibagian jantungnya dan segera membawanya keruang operasi, ana tidak sengaja bertemu dengan ibunya diruang yang sama, ternyata ibunya juga ikut dalam melakukan operasi tersebut. Ana sangat senang ibunya ada bersamanya dan dapat membantunya. 5 jam berlalu ana dan siya telah selesai melakukan operasinya, operasi berjalan lancar. Ana dan siya keluar dari ruangan operasi, kemudian membawa pasien keruang perawatan.


Ana merasa dirinya sangat lapar dan mengajak ibunya pergi untuk makan bersama disalah satu restoran terdekat. Sampainya di restoran siya dan ana duduk dikursi menunggu makanan yang dipesannya.


"Ana! Bukankah sore ini kamu ingin menjenguk fani di kantor polisi". Siya.


"Ya ibu!. Ibu bukankah besok sidang pengadilannya". Ana.


"Ya! Ana ibu ingin kamu nanti dipersidangan jangan terlalu gugup, katakan semuanya apa yang telah terjadi, ibu mohon kepada kamu, ibu akan selalu ada bersama kamu". Siya.


"Ibu tidak tau, ibu belum bertanya kepada ayah mu, mungkin ibu akan tanyakan nanti dirumah". Siya.


.


.


.


Ibu melihat suaminya pulang bersama doni menghampirinya.


"Doni apa yang telah terjadi kepada kamu nak". Ibu merasa khawatir dengan keadaan doni.


"Ibu, aku baik-baik saja, jangan mengkhawatirkan aku ibu". Doni.


"Biarkan dia masuk dulu dan Istirahat dikamar nya, nanti aku yang menceritakan semuanya". Ayah.


"Baiklah". Ibu.


Selesai mengantar doni ke kamar, ayah pergi menghampiri ibu di ruang tamu. Ayah pun menceritakan semuanya apa yang telah terjadi kepada anaknya itu, mendengar penjelasan dari suaminya, ibu doni merasa sangat senang mendengarnya.

__ADS_1


"Yang dilakukan oleh doni itu adalah benar, dia pantas mendapatkannya". Ibu.


"Aku takut dia akan melaporkan doni ke polisi". Ayah.


"Itu tidak akan terjadi ayah". Doni.


"Doni mengapa keluar dari kamar, kamu harusnya istirahat". Ayah.


"Ayah aku baik-baik saja, aku bosan di kamar, lagian anakmu ini laki-laki bukan perempuan, bahkan kaka juga akan melakukannya walaupun dia perempuan". Doni.


Ayah tidak bisa berbuat apa-apa lagi hanya diam.


Doni yang merasa penasaran dengan isi flashdisk yang dia temukan ingin sekali membukanya tetapi dia tidak mempunyai laptop untuk membukanya. Doni teringat bahwa pacarnya mempunyai laptop, doni segera bangun dari kursinya segera keluar pergi ke tempat yana, tetapi ayah mencegahnya.


"Mau kemana kamu". Ayah.


"Ayah aku ingin pergi ke rumah roni, aku ada janji dengannya". Doni berbohong kepada ayahnya.


"Doni kamu tidak melakukan hal itu lagi kan". Ayah curiga.


"Ayah! Apa ayah tidak mempercayai ku". Doni mencoba menyakinkan ayahnya.


"Ayah percaya dengan mu, tapi ingat pulang jangan kemalaman paham". Ayah.


"Paham (menganggukkan kepalanya), aku janji akan pulang tepat waktu". Doni.


Doni pergi dari sana dan menuju ketempat yana, sebelum ke tempat yana.


.


.


Sampainya didepan rumah yana, doni menelepon yana dan memberi tahunya bahwa dia ada didepan rumahnya, yana terkejut adanya doni didepan rumahnya dengan cepat menghampiri doni.


"Apa yang sedang kamu lakukan disini, bagaimana kalau nanti ketahuan ayah dan ibu". Yana.


"Maaf! Aku kesini hanya ingin meminta bantuan kamu". Doni.


"Apa". Yana.


"Bisakah kamu pinjamkan laptop mu kepada ku". Doni memohon.


"Untuk apa!". Yana.


"Aku ingin membuka flashdisk ini, aku sangat penasaran dengan isinya". Doni.


"Baiklah, kamu tunggu saja di taman agar kita tidak ketahuan". Yana.

__ADS_1


"Oke, aku tunggu kamu disana". Doni.


Doni menunggu yana ditaman, doni terus menunggu yana tak kunjung juga terlihat. 5 menit berlalu akhirnya yana datang. Mereka pun mulai membuka laptopnya dan memasukkan flashdisk nya di laptop, doni dengan penasaran membuka semua isi file yang ada di flashdisk, doni menemukan satu video yang membuatnya bahagia memeluk yana, doni meminta yana untuk menyalin videonya di flashdisk yana dan doni meminta yana untuk menyimpannya sebagai cadangan.


__ADS_2