DIA PUTRI KU

DIA PUTRI KU
Pesta


__ADS_3

Selesai dari ruang operasi, ana kembali keruangan untuk beristirahat sebentar, ana masuk ke dalamnya dia tidak sengaja melihat barang berupa kalung di atas meja, ana baru menyadari bahwa dia lupa ingin mengembalikannya kalung itu kepada fani pasien yang ditangani oleh ibunya, ana pergi dari ruangan menuju ruang inap pasien dimana fani dirawat disana sesampainya dia, dia sama sekali tidak menemukan fani didalam ana bertanya kepada salah satu perawat, perawat memberi tahu bahwa pasien sudah pulang. Ana bingung harus bagaimana dia mengembalikan kalung ini kepada fani, dia sama sekali tidak tahu fani saat ini berada dimana. Ana segera menyimpan kalungnya disaku kantong dan kembali ke ruangan untuk kembali beristirahat.


Fani merasa dirinya sangat bosan berada di dalam kamar, dia memaksakan dirinya untuk berburu kehutan.


"Fani! Kamu mau kemana". Ibu.


"Aku mau berburu ibu, aku bosan didalam kamar terus". Fani.


"Fani! Kamu tidak boleh berburu untuk sementara waktu, kamu harus banyak beristirahat, ibu takut akan terjadi lagi kepada kamu, dan ibu tidak ingin melihat kamu seperti itu lagi". Ibu.


"Ibu, aku sangat bosan hanya diam diri didalam kamar, dan aku juga sekarang baik-baik saja". Fani.


"Fani, ibu juga tau kamu baik-baik saja, tapi ibu tetap tidak mengijinkan kamu untuk berburu, paham sekarang kembali ke kamar mu". Ibu.


Fani sangat kesal dengan ibunya tidak memberikan izin kepadanya untuk berburu ke hutan. Fani bingung harus ngapain lagi hanya diam di dalam kamar.


Doni bersama ayahnya tiba dirumah membawa sisa susu yang di jual dikota, doni merasa lelah pergi ke dapur mengambil air minum.


"Ada apa, mengapa masih tersisa susunya". Ibu.


"Hari ini sebagian toko tutup". Ayah.


"Ya sudah biar aku simpan susunya, untuk dijual lagi besok". Ibu.


"Dimana fani". Ayah.


"Dia dikamar, kamu tahu dia hampir ingin berburu, dan aku memarahinya". Ibu.


Ayah menghampiri fani ke kamar


.


"Fani!". Ayah.


"Ayah". Fani.


"Ayah dengar kamu ingin berburu". Ayah.


"Iya, tapi ibu tidak mengijinkannya". Fani.


"Ibu kamu benar fani, dia sangat khawatir nanti kamu kenapa-kenapa didalam hutan gimana". Ayah.


"Tapikan ayah, aku sangat bosan didalam kamar terus. Ayah ku mohon ijinkan aku besok ikut bersama mu". Fani.


"Lihat anakmu ini dia sangat keras kepala sekali". Ibu.


"Ayah ku mohon, please". Fani.


"Baiklah nanti besok kamu ikut bersama ayah ke kota". Ayah.


"Benarkah!". Fani.

__ADS_1


"Ya". Ayah.


"Apa yang kamu bilang, tidak boleh fani tetap akan di rumah, dia tidak boleh ikut bersama mu besok ke kota". Ibu.


Ayah fani berusaha berbicara cara kepada istrinya agar dia mengijinkan fani ikut bersamanya, ayahnya tidak tega melihat fani hanya diam di kamar terus menerus. Istrinya pun tidak tau lagi apa yang harus dia lakukan dan pergi dari mereka berdua.


"Dasar keras kepala ayah sama anak sama saja". Ibu fani sangat kesal dan marah meninggalkan mereka berdua.


"Terima kasih ayah". Fani segera memeluk ayahnya.


Ana merasa tugasnya telah selesai dirumah sakit, dia memutuskan untuk pulang duluan dari rumah sakit tanpa memberi tahu ibunya, dia tau ibunya sangat sibuk di ruang operasi, dia akan memberitahunya lewat telepon dan dia segera pergi menuju rumah, sampai dirumah ana bersiap-siap memilih pakaian yang akan dia pakai malam nanti ke acara pesta ulang tahun sahabatnya.


"Emba, aku pergi dulu ya". Ana.


"Non, mau kemana dengan pakaian seperti ini".


"Aku mau ke acara pesta ulang sahabat ku sinta". Ana.


"Non sudah ijin engga sama ibu".


"Belum, ibu sedang sibuk dan telponnya juga tidak aktif dihubungi, nanti aku telpon lagi". Ana.


"Aku pergi dulu ya". Ana.


"Tapi non, nanti kalau ibu marah bagaimana".


"Ibu enggak akan marah ko, dahh (melambaikan tangan)". Ana.


"Emba". Siya.


"Ya bu".


"Dimana anak-anak, apa mereka sudah tidur aku tidak melihat mereka". Siya.


"Zec sedang tidur dikamar, dan non ana barusan pergi katanya dia ke pesta ulang tahun sahabatnya sinta".


"Kok dia tidak bilang sama saya". Siya.


"Kata non ana dia ingin memberi tahu ibu lewat telepon, tapi telpon ibu tidak aktif".


Siya segera memeriksa telponnya saat dicek telponnya mati.


"Ya sudah, emba bisa pergi". Siya.


"Baik".


Malam pesta telah dimulai ana sangat menikmati pesta nya. Sinta mengajaknya berjoget bersama di tengah kerumunan orang, sinta juga tidak lupa mengenalkan teman cowoknya ke pada ana.


"Hai, kenalkan nama ku david". David.


"Ana".

__ADS_1


"Nama yang indah". David.


"Terima kasih". Ana.


Sinta pergi meninggalkan mereka berduaan. Ana dan david saling ngobrol selama berlangsungnya pesta, mereka sangat menikmati pesta tersebut, sehingga ana lupa untuk pulang kerumah, ibunya terus saja menelponnya dan ana mengangkat telepon ibunya.


"Ana mengapa kamu tidak pulang, ini sudah larut malam, ibu minta kamu segera pulang". Ibu.


"Baiklah ibu, aku akan pulang". Ana.


Ana menghampiri david.


"David maaf, aku harus pulang ibu ku barusan telpon menyuruh ku harus pulang sekarang dan ini juga sudah larut malam". Ana.


"Baiklah, aku akan mengantar kamu". David.


"Engga usah lagian aku kemari pakai mobil ko, jadi aku bisa pulang sendiri". Ana.


"Baiklah, hati-hati". David.


Ana pergi meninggalkan pesta dan pulang menuju rumah. Dirumah ana telah ditunggu oleh ibunya di ruang tamu.


"Ibu, ngapain ibu disini". Ana.


"Ana ini sudah jam berapa, tidak biasanya kamu pulang larut malam begini". Ibu.


"Maaf ibu". Ana.


"Ya sudah, cepat bersihkan diri kamu, setelah itu langsung tidur". Ibu.


Ana hanya menganggukkan kepalanya dan pergi ke kamar.


Selesai dari kamar mandi, ana pergi mengambil pakaiannya, selesai berpakaian ana segera mematikan lampu kamar, disaat ingin tidur ana dikejutkan oleh bunyi dering telpon di hp nya, ana segera mengangkat telepon nya, dan ternyata itu adalah david yang menelponnya.


"David, dimana kamu mendapatkan nomor telepon saya". Ana.


"Sinta yang memberikannya". David.


"Ada apa, menelepon saya malam-malam". Ana.


"Aku hanya memastikan apakah ini benar-benar no telepon mu". David.


Ana dan david saling berbicara lewat telepon hingga larut malam, david memberanikan dirinya untuk mengajak ana bertemu besok sore di taman dan membawanya jalan-jalan disekitarnya, dan ana sangat bingung apa yang harus dia jawab, ini pertama kalinya dia diajak cowok jalan biasanya dia hanya menghabiskan waktu di rumah sakit.


"Ana bagaimana, apa kamu mau". David.


"Baiklah". Ana.


"Yes(senang), baiklah aku akan menjemputmu besok sore". David.


"Ya". Ana.

__ADS_1


Ana dengan cepat mematikan telponnya dan segera tidur dia takut akan ketahuan oleh ibunya bahwa dia belum tidur, tak lama ana pun tertidur.


__ADS_2