DIA PUTRI KU

DIA PUTRI KU
Mengejutkan


__ADS_3

Bunyi ambulans terdengar, ayah fani bingung mengapa ada ambulans di depan rumahnya.


"Siapa memanggil mereka kemari". Ayah fani dengan panik.


"Saya ayah" Doni.


"Don, apa yang kamu lakukan ahh (memarahinya)". Ayah.


"Apa yang kamu lakukan (terus memberikan kompresi dada kepada fani), anak mu benar kita memerlukan bantuan mereka". Dokter siya.


Dokter siya tidak berhenti memberikan nafas buatan kepada fani yang tidak sadarkan diri.


"Don cepat panggil mereka (teriak)". Dokter siya.


Doni ingin pergi tetapi dirinya dicegat oleh ayahnya, ayahnya takut semuanya akan terungkap dan tidak menginginkannya.


"Ayah! apa yang kamu lakukan, lepaskan ayah". Doni.


Ayahnya tidak melepaskannya l, sehingga membuat dokter siya marah dan bertindak sendiri.


"Don! Ayo kemari, sekarang kamu yang melakukan ini jangan sampai berhenti, mengerti". Dokter siya.


Doni hanya menganggukkan kepala dan melakukan apa yang dikatakan dokter siya.


Dokter siya segera berlari untuk memanggil pengurus ambulans untuk membantunya.


"Siapa kamu (memegang tangan dengan tatapan tajam), jangan pernah ikut campur dalam urusan keluarga kami". Ayah fani.


"Ayah macam apa kamu ini membiarkan anak perempuannya sekarat, lepaskan (menatap nya)". Dokter siya.

__ADS_1


"Apa yang kamu bilang, dia tidak sekarat (marah) dia akan sadar kembali". Ayah fani dengan percaya diri mengatakan nya.


"Aahhh, lihat sekarang, lihat! lihat, apa kamu tidak sadar juga". Dokter siya tak habis dengan ayah fani.


"Berhenti (teriak)". Ibu fani.


"Apa kamu tidak dengar, dia mengatakan dengan benar, lepaskan dia biarkan mereka membantu putri kita". Ibu fani.


Mendengar perkataan dari istrinya, dia segera melepaskannya dan hanya diam, dia tidak percaya apa yang telah dilakukan istrinya itu. Ibu fani tidak memikirkannya lagi apa yang terjadi nanti, dia hanya memikirkan tentang keselamatan putrinya saja.


Dokter siya berlari dan mengatakan semuanya kepada pengurus ambulans dengan cepat mereka membawanya kerumah sakit.


Didalam ambulans dokter siya segera memberi kan bantuan kepada fani dengan menggunakan alat yang ada di dalam ambulans. Sedangkan Doni, ibu dan ayahnya mengiringinya dibelakang ambulans dengan menggunakan mobil dokter siya.


"Fani! Fani!, Saya mohon bangun lah, Fani! Fani". Dokter siya.


"Fani! Saya mohon (meneteskan air mata)". Dokter siya.


Telpon berdering membuat dokter siya tersadar. Siya mengangkatnya.


"Hello ibu, ibu dimana". Ana.


"Ana ibu lagi dijalan". Ibu.


"Ibu aku mendengar suara ambulans di telpon ibu, ibu apa ibu baik-baik saja (panik)". Ana.


"Ana dengar ibu, ibu baik-baik saja, oke!". Ibu. Dokter siya mematikan teleponnya.


"Ibu! Ibu!". Ana menghembuskan nafas.

__ADS_1


Ana menunggu, tidak lama ambulans telah sampai di rumah sakit, ana terkejut melihat ibu nya keluar dari pintu ambulans.


"Ibu, apa yang terjadi!". Ana.


Siya segera membawa fani masuk kedalam agar cepat ditangani. Ana dikejutkan lagi, dia melihat seseorang keluar dari mobil ibunya. Ana berusaha bertanya kepada ibunya.


"Ibu!".


"Ana ini bukan waktunya untuk bercerita, ibu akan menceritakan semuanya kepada mu". Ibu.


"Ana kamu tunggu disini, ambulans satunya akan datang, kamu harus mengurunya dan menjaga nya jangan sampai dia kabur dari sini". Ana.


"Ibu sebenarnya ada apa sih". Ana.


"Ana dengarkan ibu, ibu berjanji akan menceritakannya". Ibu.


Siya meninggalkannya.


Siya membawa fani keruang UGD untuk memeriksanya.


Ana menunggu, ana tak habis pikir mengapa dia mulai memikirkan tentang wanita (fani) itu, dia merasa dirinya sangat dekat dengan wanita itu, ana mulai melupakannya dia hanya seorang pasien yang mana ibu sedang menanganinya didalam, ana berusaha mengalihkan pikiran dan menunggu ambulans yang akan datang. Tak lama ambulans datang, ana membukanya dan melihat seorang pria tak sadarkan diri.


"Apa yang telah terjadi kepada pria ini". Ana bertanya sopir ambulans.


"Kami menemukannya dalam tidak sadar, dan kami tidak mengetahui kejadiannya, apa yang telah terjadi pada pria ini".


Ana segera membawanya kedalam dan menanganinya.


Doni, ibu dan ayahnya sedang menunggu luar, ibu fani sangat khawatir dengan keadaan anaknya dan terus berdoa. Disisi lain ayahnya juga sangat takut dengan keadaan fani, tapi bukan hal itu saja yang membuatnya takut, dia takut semuanya akan diketahui oleh anaknya bahwa dia selama ini telah berbohong kepadanya.

__ADS_1


Dokter siya segera memeriksa seluruh tubuhnya fani, ketika ingin membuka pakaian fani, dokter siya terkejut melihat banyaknya bekas luka yang ada dibelakang tubuhnya, membuat dokter siya tidak percaya dengan hal ini dan meneteskan air mata tak tahan melihatnya. Dokter siya berlahan mendekatinya dan menyentuh bekas luka tersebut. Dokter siya segera fokus untuk meriksanya dan mencari tahu apa yang sudah terjadi kepadanya.


__ADS_2