DIA PUTRI KU

DIA PUTRI KU
Keluarga


__ADS_3

Bram pulang, bram disambut oleh anak laki-lakinya.


"Ayah (berlari)". Zec.


"Jagoan ayah (menggendongnya)". Bram.


"Emba, dimana ana dan ibunya".


"Nona belum pulang tuan". Emba


"Baiklah lah, Emba bisa pergi". Bram.


"Ayah, kapan kita jalan-jalan". Zec.


"Sekarang gimana". Ayah.


"Benarkah, baiklah ayah aku siap-siap dulu". Zec.


"Baiklah, ayah akan tunggu kamu disini". Ayah.


Zec berlari segera mengganti pakaiannya.


Bram mengajak anaknya jalan-jalan ke taman agar zec tidak bosan. Bram juga mengajaknya ke kebun binatang, Bram menghabiskan waktunya bersama zec luar.


Sore telah tiba mereka segera pulang, pulang dirumah bram melihat ana sudah pulang.


"Sayang apa yang terjadi, dahi kamu kenapa". Bram.


"Ayah aku baik, ini hanya kecelakaan kecil bukan luka serius ko". Ana.


"Dimana ibu kamu". Bram.


"Ibu dirumah sakit, katanya dia akan pulang malam". Ana.

__ADS_1


Bram hanya diam


"Kaka!". Zec.


"Zec, kemana aja kamu dengan ayah". Ana.


Zec menceritakan semuanya kemana mereka pergi.


"Benarkah". Ana.


"Iya". Zec.


Bram hanya menatap anak-anaknya dengan rasa bahagia.


Siya terus menatap fani diruang rawat, entah mengapa dia begitu tenang bersamanya, Siya merasa ada ikatan batin di dalam dirinya. Fani mulai sadarkan diri.


"Fani! Kamu tidak boleh banyak gerak dulu". Dokter siya.


"Dimana ibu". Fani.


"Sayang, syukurlah kamu bangun, ibu sangat khawatir dengan keadaan mu". Ibu.


"Fani ingat jangan terlalu banyak gerak, kamu harus istirahat yang cukup, paham". Dokter siya.


Fani menganggukkan kepalanya.


Dokter siya segera meninggalkan fani bersama keluarganya.


Siya merasa kerjaan nya sudah selesai dan segera pulang ke rumah, suami dan anak-anak telah nya menunggunya dirumah.


Sesampai dirumah, Siya melihat suami dan anak-anaknya sedang nonton TV di ruang biasa tempat kumpul keluarga. Zec melihat ibunya sudah pulang.


"Ibu". Zec

__ADS_1


Bram dan ana membalikkan badannya, Siya mendekati mereka bertiga.


"Ibu ayo duduk, zec ingin menceritakan semuanya". Zec.


"Apa, biar ibu dengar. Ayo cerita". Siya.


"Ayah mengajak ku pergi jalan-jalan ke kebun binatang, disana ada gajah besar ibu". Zec.


"Benarkah". Siya bahagia melihat anak-anaknya.


"Ana apa dahi kamu masih sakit". Siya.


"Engga sakit". Ana.


Bram sangat bahagia melihat keluarganya kumpul lagi bersama.


Malam telah gelap, siya menidurkan zec dikamar, ana sudah tidur duluan dikamar nya. Bram menunggu siya menidurkan zec, ada yang dia ingin katakan sesuatu kepada siya. Selesai menidurkan zec, Siya pergi ke kamar, siya melihat bram belum tidur.


"Ada apa, mengapa kamu belum tidur". Siya.


"Duduklah kemarin disini, ada yang ingin ku katakan kepada mu". Bram.


"Ada pa, apa ada terjadi sesuatu". Siya.


"Tidak ada, aku hanya ingin memberitahu kamu, besok pagi aku harus pergi keluar kota untuk beberapa hari ini". Bram.


"Ada apa". Siya bertanya kembali.


"Asisten ku deon barusan telpon aku, bahwa klein yang baru kami temui kemaren sore memutuskan menghentikan kerja sama dengan perusahaan oscar, padahal dia baru saja menandatanganinya surat perjanjian kerja sama, makanya itu aku harus kesana besok pagi, ingin mencari tahu mengapa dia memutuskan hubungan kontrak ini". Bram.


"Ya sudah, kamu berangkat besok pagi anak-anak biar aku yang mengurusnya". Siya.


"Aku akan menyiapkan barang-barang mu yang akan kamu bawa nanti, sekarang kamu tidur nanti kamu kesiangan bangun besok". Siya.

__ADS_1


"Baik". Bram menciumnya.


__ADS_2