DIA PUTRI KU

DIA PUTRI KU
Makan bersama di tahanan


__ADS_3

Sampainya di rumah siya masuk ke dalam rumah, siya dengan cepat ke atas menuju kamar dengan berlahan siya membuka pintu kamarnya agar dia tidak ketahuan oleh bram, siya melihat bram yang masih tertidur pulas segera membaringkan dirinya ke kasur.


Disisi lain fani merasa dirinya tidak bisa tidur dikarenakan lantainya dingin, fani hanya bisa duduk dan memikirkan tentang keadaan ibu dan ayah dirumah. Fani yang tidak bisa berbuat apa-apa, dan fani merasa dirinya ini melakukan perbuatan yang benar untuk melakukan semua itu kepada david, perilaku david sangat tidak manusiawi apa yang telah dia lakukan kepada ana.


Fani hanya bisa menunggu dan menghitung waktu dan fani merasa dia harus bersabar menunggunya sampai persidangan tiba.


Malam telah berlalu pagi pun telah tiba.


Bram terbangun dari tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap berangkat kerja, dan bram juga tidak lupa membangunkan siya yang masih tertidur pulas, dengan lembut bram membangunkan istrinya, siya pun terbangun dari tidurnya siya melihat bram sudah mengenakan pakaian dengan rapi. Bram merasa tugas nya selesai membangunkan siya. Bram mencium siya dan berpamitan kepadanya untuk pergi ke kantor.


"Mengapa kamu terburu-buru". Siya.


"Aku ada meeting jadi aku harus pergi". Bram.


"Apa kamu sudah makan". Siya.


"Belum, nanti aku makan di kantor saja bersama rekan kerja ku". Bram.


"Ya sudah hati-hati dijalan". Siya.


Siya mengantar bram sampai depan rumah dan tidak lupa juga memberikan ciuman semangat kepada bram, dan bram membalas ciuman siya.


Siya melihat bram sudah berangkat lalu masuk kedalam dan kembali ke atas menuju kamar zec dan membangunkannya, selesai membangunkannya siya pergi ke kamar ana, siya tidak melihat ana di kasurnya segera mencari ana ditempat lain, tetapi dia tidak menemukan ana juga, siya turun ke bawah dan bertanya kepada pembantu di rumah.


"Bibi! bibi. Apa bibi melihat ana, dia tidak ada di kamarnya". Siya.


"Non ana pergi keluar untuk berolahraga, non ana bilang dia ingin minta izin kepada ibu tetapi ibu sedang tidur, dan non ana tidak tega membangunkan ibu".


Siya merasa lega terhadap putrinya hanya pergi untuk berolahraga.


Siya pergi ke kamar lalu bersiap-siap untuk pergi bekerja. Ana pun pulang dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri habis berolahraga. Sebelum pergi kerja siya dan zec menunggu ana untuk makan bersama, siya melihat ana turun dari tangga mereka pun akhirnya sarapan bersama bertiga.


"Zec, ayo cepat habiskan makanan kamu, nanti kamu terlambat sekolah". Siya.


"Baik ibu". Zec.


"Ana! Apa kamu yakin pergi ke rumah sakit hari ini". Siya.


"Ya, lagian aku akan merasa bosan di rumah ". Ana.

__ADS_1


Selesai sarapan siya, ana dan zec pergi. Seperti biasa siya mengantar zec ke sekolah lalu meninggalkannya disana dan siya bersama ana pergi menuju rumah sakit. Siya dan ana didalam mobil hanya berduaan.


"Ibu, bisa kah nanti ibu menemani ku pergi ke kantor polisi untuk menemui fani disana, aku ingin memberikan sesuatu kepada nya". Ana.


"Baiklah, ibu akan menemani mu ke sana". Siya.


Sinar matahari yang mulai menerangi rumah doni berjalan menuju ke kamar ibu.


tok


tok


"Ibu, aku pamit pergi ke kota". Doni.


Doni menunggu jawaban ibu, tetapi tidak ada jawaban dari ibunya.


"Ibu! Apa ibu baik-baik saja didalam, ibu ku mohon jawab aku". Doni.


Doni tak kunjung juga mendengar jawaban ibunya itu, doni merasa takut terjadi sesuatu kepada ibunya, doni berusaha membuka pintu kamar, dengan keras doni mengobrak pintu akhirnya pintunya terbuka, doni tidak melihat ibunya dikamar doni mulai panik dan memanggil ayahnya.


"Ayah! Ayah. Apa ayah melihat ibu". Doni.


"Ayah! ibu tidak ada di dalam kamar, ayah kemana ibu apa ayah tidak melihat ibu". Doni.


"Apa kamu sudah mencarinya di belakang rumah". Ayah.


"Ibu juga tidak ada disana". Doni.


"Ayah! Apa ibu pergi ke kantor polisi". Doni.


Doni dan ayah tidak berpikir panjang mereka pun pergi kesana menggunakan taxi.


Di kantor polisi fani kedatangan ibunya menjenguknya, fani sangat senang ibunya datang kepada begitu kangennya dia bersama ibu.


"Ibu". Fani memeluknya dengan erat.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja disini". Ibu.


"Ibu aku baik-baik saja, lihat aku ibu baik-baik saja kan". Ucap Fani kepada ibunya.

__ADS_1


Fani menyembunyikan rasa sakitnya dihadapan ibunya, dan tidak ingin ibunya terus menerus membuat ibu kepikiran tentang tentang keadaannya.


"Ibu dimana ayah dan doni, aku tidak melihatnya". Fani.


"Ibu tidak memberi tahunya, ibu pergi diam-diam kemari, dan ibu ingin menjenguk kamu ibu sangat merindukan kamu". Ibu.


"Ibu apa yang kamu lakukan, bagaimana mereka sangat khawatir dengan ibu". Fani.


"Fani, apa kamu hanya ingin memarahi ibu, ibu disini datang untuk kamu". Ibu.


Fani mendengarnya segera memeluk ibunya. "Ibu maafkan aku, ibu tahu aku juga sangat merindukan ibu".


"Ibu apa yang kamu bawa". Fani.


"oh ya ibu lupa, ibu membawakan kamu makanan". Ibu.


"Syukur lah ibu membawakan ku makanan, aku sangat lapar, bagaimana kita makan bersama". Fani.


ibu menganggukkan kepalanya.


Saat ingin makan fani melihat ayah dan adiknya datang menjenguknya, membuat ibu terkejut dengan kedatangan suaminya.


"Ibu! apa yang ibu lakukan mengapa ibu tidak bilang kepada ku pergi ke sini, ibu tahu aku dan ayah sangat khawatir dengan keadaan ibu". Doni.


"Yang dikatakan doni benar mengapa kamu pergi tidak bilang, kami sangat khawatir". Ayah.


"Ayah, ku mohon jangan memarahi ibu, ayah malu ada orang disini, ayah ku mohon lupakan semua ini. Ayo kita makan bersama disini". Fani.


Fani melihat ayah nya hanya berdiri tidak duduk.


"Ayah apa yang kamu lakukan, apa ayah tidak ingin makan bersama dengan ku". Fani.


Mendengar perkataan fani, ayah segera duduk dan dia tidak ingin membuat putri sedih. Ibu pun meminta maaf kepada ayah dan doni atas tindakannya tidak memberi tahu mereka, ayah pun memaafkan ibu dan memeluknya, doni dan fani ikut memeluk ibu dan ayahnya, dan akhirnya mereka pun makan bersama.


Polisi memberi tahu kepada keluarga fani bahwa waktu menjenguk telah habis. Ibu, ayah dan doni berpamitan kepada fani.


Fani merasa sebentar bertemu dengan keluarganya membuat nya tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menyimpan kesedihannya di depan ibu dan ayahnya. Mereka pun pergi dari sana, ayah mengantar pulang ibu kerumah sedangkan doni pergi ke kota untuk menjual susu.


Pa rian dan bram di dalam ruangan bram sibuk membicarakan tentang persidangan fani besok siang, bram tidak tahu lagi harus bagaimana untuk membantu fani dibebaskan dari tahanan sedangkan buktinya belum juga di temukan.

__ADS_1


__ADS_2