Diary Anak Pertama

Diary Anak Pertama
bab 10


__ADS_3

Pagi hari


Pukul 03.00 wib maira bangun dan ia langsung membantu ibunya di dapur.


"ra, kamu iris sayur kol ya" kata ibunya


"iya buk" ujar maira


Maira pun langsung mengiris sayuran untuk dibuat mie goreng. Pukul 05.00 wib maira mandi dan setelah itu maira melaksanakan sholat subuh.


"mairaa" kata ibunya berteriak memanggil


"ada apa sih buk?" ujar maira sedikit kesal


"kamu isi tuh jamu ke dalam botol nya" kata ibunya


"iya" ujar maira


Maira pun langsung mengisi jamu walaupun ia sudah rapi memakai seragam, pukul 06.15 wib maira berangkat ke sekolah. Sesampainya di sekolahan maira sudah di tunggu ken di kantin.


"ra gimana ra, gue masih takut ra" kata ken


"nasi pecel satu ya buk, sama es teh" ujar maira memesan makan


"takut apa lagi sih?" imbuhnya pada ken


"itu si wulan, kalau dia bener-bener mau bunuh diri gimana?" kata ken


"udah dong ken tenang aja, santai" ujar maira


Tiba-tiba wulan mendengar perkataan nya maira, wulan pun langsung marah sama maira


"loe seneng ya ra lihat gue menderita?" kata wulan


"eh wulan, gak gitu kok" ujar maira panik


"gak gitu gimana? loe seneng kalau gue beneran mati? loe akan puas kan ra kalau gue udah gak ada? loe akan bebas rebut ken dari gue, loe itu munafik" kata wulan emosi


"stop ya lan, gue gak trima loe bilang maira itu munafik, karna yang munafik itu elo bukan maira, setiap ada masalah siapa yang bantuin loe? maira kan? tapi setiap maira ada masalah, loe kemana? cari alasan mulu untuk menghindar" ujar ken ikut emosi


"gue gak pernah munafik sama maira, cuma maira nya aja yang drama queen" kata wulan


"drama queen? buat apa sih lan gue buat-buat masalah? masalah gue udah banyak jadi jangan nambah-nambahin masalah gue" ujar maira berdiri


"masalah, anak manja kek loe punya masalah juga?" kata wulan


"iya gue manja, gue gak bisa apa-apa dan gue gak bisa cari uang sendiri, kalau di mata loe itu gue anak manja ya itu terserah loe, berarti loe gak tau siapa gue dan loe bukan temen yang baik, terserah loe mau bunuh diri mau apa yang penting loe bukan temen gue lagi, dan jauhi gue sama ken, " ujar maira semakin emosi


"oh gitu ya sekarang, oke gue akan bunuh diri nanti sepulang sekolah di gedung belakang, dan kalian harus jadi saksi bahwa gue mati karna kalian, " kata wulan

__ADS_1


"heh maemunah, loe bunuh diri nya karna diri loe sendiri dan kita gak nyuruh loe untuk bunuh diri, jadi orang jangan kek gitu lah mba" ujar maira


"gue kayak gini itu karna loe maira" kata wulan mendorong maira


"jangan sentuh maira lagi, loe pergi dari sini sekarang." ujar ken berdiri dan langsung menolong maira


Wulan pun langsung lari sambil nangis, maira yang terjatuh sudah dibantu ken untuk berdiri dan sekarang maira sama ken sedang sarapan di kantin. Pukul 06.45 wib maira sama ken masuk ke dalam kelas karna sebentar lagi *** akan dimulai.


"loe udah ngerjain tugas nya bu susi ra?" kata ken di dalam kelas


"udah dong" ujar maira


"gue belum, boleh ya nyontek" kata ken


"iya bentar" ujar maira


Maira pun langsung mengambil salah satu bukunya, setelah itu maira memberikan bukunya kepada ken. Pukul 15.30 wib kegiatan *** sudah berakhir, saat maira sedang sibuk memasukkan buku-bukunya ke dalam tas, ken mendapat telfon dan ia langsung lari keluar kelas tanpa membawa tas nya, maira pun buru-buru memasukkan bukunya, setelah itu ia membawa tas nya ken keluar dan maira mengejar ken yang sudah lumayan jauh.


"ken tunggu" kata maira lari


Tiba-tiba indah teman nya maira memanggil


"maira mau kemana?" kata indah


"ada urusan penting, kenapa?" ujar maira panik


"kita kan disuruh nemuin pak santo, ada lomba" kata indah


"oke, buruan ya" kata indah


Maira pun kembali lari mengejar ken, tapi maira kehilangan jejak dan ia berhenti sebentar


"duh, ken kemana sih?" gerutu nya


"oh iya belakang gedung" imbuhnya semakin panik


Maira langsung lari lagi menuju ke belakang gedung tempat wulan akan bunuh diri, saat maira sudah sampai di tempat ternyata ken sedang menenangkan wulan yang sedang memegang pisau.


"wulan, ken" kata maira


"udah lengkap, kalian akan jadi saksi kalau gue akan mati hari ini" ujar wulan emosi


"lan tenang ya, semua bisa di selesain dengan baik-baik kok" kata ken mencoba untuk menasehati


"lan, loe gak inget keluarga loe? loe udah dk besarin dengan kasih sayang, tapi balesan loe buat mereka kek gini? udah lah jangan kek anak kecil, kita udah dewasa lan" kata maira mendekati wulan


"peduli loe apa? loe seneng kan kalau gue mati, " ujar wulan


Tiba-tiba ken mengambil pisau di tangan nya wulan yang sengaja wulan angkat tangan nya

__ADS_1


"bawa sini pisau nya, " kata ken merebut pisaunya


"gak" ujar wulan menolak memberikan pisau


Mereka berdua berebutan pisau dan pada akhirnya ken ketusuk pisau itu karna di dorong wulan.


"kennnn, " kata maira histeris


"ken, " kata wulan panik


"loe puas lan, apa yang loe perbuat sama ken saat ini, puas kan loe lan." kata maira menangis


Maira langsung duduk dibawah dan sedikit mengangkat kepala nya ken untuk ditaruh di kakinya maira


"ken , bangun ken" kata maira


"r-a, g-ue min-ta ma-af y-a" ujar ken udah gak kuat


"loe gak salah, loe harus kuat ken" kata maira


Tiba-tiba ken menutup lagi matanya, tangan nya ken yang tadi memegang perutnya kini sudah turun kebawah.


"pak tolongggg" kata maira berteriak minta bantuan


Maira pun langsung menelfon indah karna gak ada satu orang pun yang datang.


"ndah, tolong cariin gue bantuan pliss" kata maira nangis


"loe kenapa ra, " ujar indah


"panggil pak satpam, suruh ke belakang gedung sekolah ya, " kata maira


"kenapa?" ujar indah


"ken ketusuk pisau, plis tolongin gue ndah" kata maira


"hah? iya-iya gue kesana sekarang, " ujar indah


Maira pun langsung menutup telfon nya, beberapa menit kemudian datanglah pak santo dan 2 satpam.


"pak tolongin temen saya" kata maira menangis karna panik


"iya, kita udah telfon ambulan ya nak" ujar pak santo


2 satpam pun langsung mengangkat ken ke depan, dan maira berjalan di belakang nya pak satpam.


"ini kenapa nak? kok bisa ada kejadian seperti ini?" kata pak santo bertanya


"ceritanya panjang pak," ujar maira masih menanggis

__ADS_1


Setiba nya di depan sekolah ternyata ambulans sudah datang, ken langsung di bawa masuk ke dalam ambulans dan maira ikut masuk ke dalam untuk menemani ken.


__ADS_2