Diary Anak Pertama

Diary Anak Pertama
bab 11


__ADS_3

sesampainya di rumah sakit, maira semakin panik dan ia menanggis.


"kamu tunggu diluar aja ya dek, kabarin keluarga temen kamu" kata suster menyuruh maira tetap di luar ruangan icu


"iya sus, tolongin temen saya sus" ujar maira


"iya dek, kami akan berusaha semaksimal mungkin ya" kata suster


"iya sus" ujar maira


Maira pun sedikit menjauh dari ruang ICU dan maira menelfon mamah nya ken menggunakan hp nya ken.


"assalamualaikum tan, ini maira" kata maira dalam telfon


"kenapa nak?" ujar mamahnya ken


"tan, ken ada di rumah sakit" kata maira nangis


"ken kenapa nak? dirumah sakit mana?" ujar mamahnya ken panik


"di rumah sakit umum tan, nanti maira ceritain semua nya disini aja ya tan, " kata maira


"ya udah nak, tante kesana sekarang." ujar mamahnya ken


Maira pun langsung menutup telfon nya, tiba-tiba hp nya maira berdering.


"kamu dimana sih ra? ini loh adik kamu rewel" kata bu dhe nya maira marah-marah


"iya bu dhe, bentar ya" ujar maira


"buruan pulang, bu dhe ada kerjaan" kata bu dhe


"iya" ujar maira


Maira pun langsung menutup telfon nya, dia benar-benar bingung harus gimana


"ya allah hamba harus gimana?" gerutu maira masih menangis


Tiba-tiba mamahnya ken datang dan langsung menghampiri maira.


"ken dimana nak?" kata mamahnya ken


"ada di ruang ICU tan" ujar maira dengan wajah bingung


"kenapa ken bisa seperti ini ra?" kata mamahnya ken


Saat maira mau menceritakan kejadian yang sebenar nya, bu dhe nya maira menelfon lagi.


"buruan ra, bu dhe ada pesenan ini" kata bu dhe


"iya, sebentar" ujar maira


Maira pun langsung menutup telfon nya.


"tan, maira pulang dulu gapapa kan?" kata maira


"pulang? kenapa?" ujar mamahnya ken


"nanti saya kesini lagi, saya harus jemput adek saya di rumah bu dhe saya" kata maira


"ya udah, tapi nanti kamu kesini lagi ya" ujar mamahnya ken


"iya tan, setelah ngasuh adek saya nanti saya kesini lagi" kata maira

__ADS_1


"kamu kesini habis maghrib aja nak, pasti kamu juga capek" ujar mamah nya ken


"iya tan, makasih ya" kata maira


"tante juga makasih sama kamu, karna udah mau bawa ken ke rumah sakit" ujar mamahnya ken


"iya tan" kata maira


Maira pun langsung bergegas keluar rumah sakit, ia mencari tukang ojek di sekitar dan maira pulang ke rumah bu dhe nya tepat waktu


Di rumahnya bu dhe


"kamu ini kemana aja sih ra, udah tau bu dhe lagi banyak pesanan kue" kata bu dhe nya maira


"maaf bu dhe, tadi maira ada urusan sebentar" ujar maira


"itu jilbab kamu kenapa? darah atau apa?" kata bu dhe


"iya bu dhe, tadi maira nolongin temen nya maira yang di tusuk sama orang" ujar maira


"tapi kamu gapapa kan?" kata bu dhe


"iya maira gapapa kok, adek mana bu dhe?" ujar maira


"di luar" kata bu dhe


Maira pun langsung mencari adek nya di luar rumah.


"dek, pulang yuk" kata maira


"kakak , mau eskrim" ujar adek nya


"ya udah ayok beli" kata maira


Maira pun mengajak adek nya maira ke warung untuk beli es krim, setelah itu maira pulang ke rumah nenek nya untuk mengurus adek nya yang belum mandi.


Di rumah nenek nya maira


"dek nanti ngaji ya sama mba hanun" kata maira di dalam kamar


"iya" ujar adiknya mengangguk


Maira pun langsung ngecek hp nya, dan ternyata dari tadi wulan mencoba menelfon maira, maira pun langsung menelfon wulan balik.


"kenapa nelfon? kurang puas lihat ken seperti tadi?" kata maira


"ken gimana ra? gue minta maaf" ujar wulan


"ken ada di rumah sakit, loe harus jelasin sama orang tua nya ken" kata maira


"nyawa harus di balas dengan nyawa ra, gue rela kok mati kalau ken kenapa-napa" ujar wulan


"gak usah kek gitu lan, loe mati siapa yang tanggung jawab? kalau loe berani bunuh diri lagi gue pastiin loe gak akan tenang lan" kata maira


"tapi ken akan membenci gue ra" ujar wulan


"lebih baik di benci sama ken dari pada keluarga sedih ngelihat loe bunuh diri" kata maira


"iya sih ra, tapi kan..." ujar wulan


"udah tenang aja, gue gak akan sedikit pun membenci loe kok" kata maira


"loe serius ra? tapi gue udah hampir ngebunuh ken" ujar wulan

__ADS_1


"asal loe gak akan ngelakuin lagi, gue gak akan benci sama loe kok" kata maira


"iya ra, gue janji gak akan kayak gitu lagi" ujar wulan


"ya udah, nanti habis maghrib gue ke rumah sakit lagi, loe jemput gue di rumah nya nenek gue ya" kata maira


"okey" ujar wulan


Maira pun langsung menutup telfon nya. Pukul 18.00 wib wulan sudah sampai di rumah nenek nya wulan, dan maira sudah siap untuk pergi ke rumah sakit.


"ke rumah nya ibu gue dulu ya lan" kata maira


"oh iya ra, motor loe dimana?" ujar wulan


"gue tinggal di parkiran" kata maira


"ya udah ayok" ujar wulan


Wulan mengantarkan maira ke rumah ibunya dulu karna dia harus mengantarkan adiknya les ngaji. Setelah itu maira sama wulan langsung lanjut ke rumah sakit untuk melihat kondisinya ken, sesampainya di rumah sakit wulan terlihat panik.


"ra, gue takut" kata wulan


"udah gapapa ayo" ujar maira


Maira pun berjalan di depan dan wulan ada di belakang nya maira, maira bertanya kepada resepsionis terlebih dahulu.


"sus, ruangan atas nama kenzie dimana ya?" kata maira bertanya


"ada di lantai 2 dek kamar nomer 45" ujar resepsionisnya


"makasih ya sus" kata maira


Maira sama wulan langsung naik ke lantai 2 dengan lift. Setibanya di lantai 2 ternyata sudah ada papahnya ken dan mamahnya ken yang ada di depan ruangan.


"tante, gimana ken?" kata maira bertanya


"ken ada di dalam, ada kakak nya juga di dalam" ujar mamahnya ken


"terus kondisinya gimana?" kata maira


"alhamdulillah baik ra, tapi tadi perutnya ken di jahit 5 kali" ujar mamahnya ken


"hah? banyak banget tan" kata maira terkejut


"iya, karna bekas tusukan nya lumayan dalam" ujar mamahnya ken


"oh gitu ya tan" kata maira


"kamu tadi belum cerita loh ra, gimana itu kejadian nya tadi?" ujar mamahnya ken


"kenalin tan ini wulan yang tidak sengaja menusuk ken" kata maira memperkenalkan wulan


"anak saya punya salah apa sama kamu? sampai kamu tega menusuk anak saya?" ujar mamahnya ken menujuk wulan


"tante, dengerin maira dulu dong" kata maira


"kemarin wulan bilang sama maira kalau wulan ini suka sama ken, maira sebagai sahabat nya ken, dan wulan ini juga teman nya maira jadi maira mau membantu wulan untuk dekat sama ken, tapi kemarin waktu selesai sholat dzuhur di musholla ken langsung bilang sama wulan kalau ken itu gak suka sama wulan, jadilah wulan berniat bunuh diri dan tadi itu ken mau mencegah wulan untuk bunuh diri, ken berusaha merebut pisau yang di pegang wulan tapi ken malah kena tusuk sama wulan, gitu tan" kata maira menceritakan semuanya


"wulan, kamu pergi dari sini ya sebelum saya marah sama kamu" kata mamahnya ken


"saya minta maaf tante, saya bener-bener gak sengaja" ujar wulan


"pergi dari sini." kata mamahnya ken marah

__ADS_1


Wulan pun langsung pergi meninggalkan rumah sakit, dan maira masih stay disini untuk menunggu ken.


__ADS_2