Diary Anak Pertama

Diary Anak Pertama
bab 8


__ADS_3

Di dalam kelas


Maira langsung duduk di bangkunya yang ada di sebelahnya ken, lalu dia bilang sama ken


"apa loe gak bisa membuka sedikit hati loe untuk wulan" kata maira


"udah ah males gue, mending loe makan nih enak banget" ujar ken


"iya lah, gue yang masak" kata maira


"iya udah, nih makan" ujar ken menyuapi satu sendok nasi goreng ke maira


"gue bisa makan sendiri" kata maira masih mengunyah dan dia mengambil tempat makan nya


"gue juga mau ra" ujar ken


"nih" kata maira memberikan nasi goreng yang udah di makan ken


Pukul 07.00 *** di mulai dan maira sama ken fokus sama pelajaran, tiba waktunya istirahat kedua tiba-tiba maira mendapat telfon dari orang yang gak di kenal


"apa benar ini maira?" kata orang itu dalam telfon


"iya ini siapa ya?" ujar maira sambil berdiri dari bangkunya


"ini saya dito, apa bisa kita ketemu hari ini?" kata orang itu


"maaf saya gak mengenal anda" ujar maira


Maira pun langsung menutup telfon nya, dan dia bilang sama ken


"udah yuk ke kantin, gue laper" kata maira


"tadi siapa yang nelfon?" ujar ken


"gak tau, gue gak kenal" kata maira


"bener?" ujar ken


"iya ken, ayo makan ah" kata maira


"sholat dulu maira" ujar ken


"ya udah deh ayo" kata maira


Maira sama ken langsung berjalan menuju musholla untuk melaksanakan sholat dzuhur. Setelah mereka selesai sholat, meraka ke kantin tapi karna ken udah selesai duluan jadi ken menunggu maira di taman samping musholla, saat ken menunggu maira tiba-tiba saja wulan menghampiri ken


"hay ken, nunggu siapa?" kata wulan


"nungguin maira, " ujar ken cuek


"loe suka sama maira?" kata wulan

__ADS_1


"gak usah kepo" ujar ken semakin jutek


"kenapa sih jutek banget sama gue, gue punya salah sama loe apa gimana?" kata wulan


"gue gak suka sama loe, jangan berharap lebih sama gue karna gue udah menutup hati gue untuk satu nama. " ujar ken emosi


Seketika wulan pergi dan dia menetes kan air mata, saat ia jalan mau masuk ke musholla tiba-tiba ia menabrak maira


"lan loe kenapa?" kata maira


"gak usah panggil gue sebagai teman loe ra, gue benci sama loe" ujar wulan


"hah? gue punya salah apa?" kata maira


"udah, loe pergi dari sini" ujar wulan


Maira pun langsung pergi meninggalkan wulan, maira bergegas menemui ken yang sudah menunggunya lama.


"ken, wulan kenapa?" kata maira


"gak tau, " ujar ken


"tadi dia ngobrol sama loe apa gak?" kata maira


"udah ah, ayo makan" ujar ken


"serah loe dah ken, gue pusing" kata maira


"ya udah ayo makan" ujar ken


Ken sama maira langsung ke kantin untuk makan siang, maira pesan bakso sedangkan ken memesan nasi soto. Setelah mereka selesai makan siang, mereka kembali ke kelas lagi.


Di dalam kelas


"loe apain wulan?" kata maira menatap ken


"apaan sih ra, gue gak ngapa-ngapain ra" ujar ken


"jujur sama gue ken, dia marah loh" kata maira


"okey, tadi gue cuma memperjelas kalau gue gak suka sama dia dan gue udah menjaga satu nama ra , dan gue juga bilang kalau gue sama sekali gak suka sama dia, " ujar ken


"kenapa sih loe ngomong kek gitu, wulan jadi nya marah kan sama gue" kata maira sebel


"ya gimana? gue bener-bener gak suka sama dia, oh iya gue juga bilang sama wulan kalau jangan mengharapkan gue terlalu dalam" ujar ken


"loe ini..." kata maira kesal


"apa? gue jujur kan gak ada salah nya" ujar ken


"sebel gue" kata maira

__ADS_1


"jangan marah sama gue dong ra, " ujar ken


"gue sebel sama loe, wulan jadi marah sama gue karna omongan loe barusan" kata maira emosi


"tenang aja kali ra, temen mah banyak jangan takut kehabisan teman" ujar ken


"serah loe aja deh" kata maira


"ya gimana, gimana caranya biar loe gak ngambek sama gue?" ujar ken


"loe jadian sama wulan" kata maira


"enggak ra, cinta itu gak bisa dipaksa ra" ujar ken


"ya gue tau tapi wulan itu temen gue ken" kata maira


"terus gue apa? gue bukan temen loe gitu? loe rela lihat gue terpaksa jadian sama wulan? jahat loe ra, wulan itu baru kenal loe berapa lama sih? kita udah kenal sejak smp ra, tapi kenapa loe kek gitu sama gue? gue salah apa?" ujar ken ikut emosi


"ya maaf, kenapa loe yang marah? seharusnya kan gue yang marah" kata maira cemberut


"ikutan sebel gue, kalau wulan jauhin loe ya loe nya tenang dong ra kan masih ada gue sahabat loe sendiri" ujar ken


"iya deh iya" kata maira


Mereka pun kembali terdiam dan *** di lanjutkan seperti biasanya, pukul 15.30 *** sudah di akhiri dan ken sama maira masih marahan, karna ken masih sebel sama maira. Sesampainya di rumah maira langsung mandi dan setelah itu maira melaksanakan sholat asar, setelah sholat asar maira pergi ke rumah bu dhe nya untuk menjemput adiknya.


Di rumah bu dhe nya maira


"assalamualaikum bu dhe, fakhri mana?" kata maira masuk ke dalam rumah


"waalaikumsalam, ada di rumahnya dafa ra" ujar bu dhe


Maira pun langsung datang ke rumah nya dafa yang ada di samping rumah bu dhe nya.


"dek, pulamg yuk" kata maira memanggil adiknya


"kakak" ujar adiknya lari menghampiri maira


"pulang yuk, mandi habis itu makan" kata maira dengan suara lembut


"ayok, maem mie ya" ujar adiknya


"nasi aja deh" kata maira


"no no no" ujar adiknya menggelengkan kepala nya


"ya udah nanti kakak buatin mie ya" kata maira


"yeay maem mie" ujar adiknya


"ya udah pulang dulu yuk." kata maira

__ADS_1


Maira pun langsung menggendong adiknya ke motornya, lalu maira langsung melajukan motornya pulang ke rumah nenek nya. Sesampainya di rumah maira langsung masuk dan langsung mengajak adiknya mandi, setelah itu maira menyuruh adiknya untuk menunggu di ruang tengah dan menonton tv, sedangkan maira membuat kan adiknya mie instan untuk adiknya.


Gimana nih guys? bagus gak cerita nya? atau ada yang harus di rubah? kalau ada salah kata tulis aja di kolom komentar ya guys , ntar author akan perbaiki kesalahan dan maaf ya kalau kemarin gak upload karna author juga ada kesibukkan di rumah yang gak bisa ditinggalin.


__ADS_2