
Di kantin
"loe mau makan gak ra?" kata ken
"enggak aht, gue gak laper" ujar maira
"ya udah kalau gitu, mau minum?" kata ken
"iya mau, chocolatos macha ya pakai es" ujar maira
"oke siap, tunggu aja di meja biasanya" kata ken
"oke siap" ujar maira
Maira pun berjalan meninggalkan ken, maira duduk di meja yang biasanya itu bangku yang sering maira duduki sama ken.
Tiba-tiba ada seseorang yang duduk di bangku depan nya maira.
"kalau ngejar seseorang jangan ngejar yang udah punya pacar dong, sadar diri" kata orang itu
Maira diam saja.
"gue sih kalau jadi loe pasti malu banget, karna udah ngejar cowoknya orang" kata orang itu makin ngelunjak
"maksudnya apa ya mba?" jawab maira
"loe suka sama ken kan? loe juga ngejar-ngejar dia" kata orang itu
"maaf mba, saya sama ken cuma sahabatan" jawab maira
"halah sabahat, niat loe jadi sahabatnya ken itu karna loe mau ngejar dia kan?, " kata orang itu
"jangan ngejudge sembarangan ya mba, mba nya gak tau gimana saya sama ken tapi mba nya sok tau soal kehidupan saya sama ken, urusan suka atau enggak nya saya sama ken itu bukan urusan mba nya, emang ken ngakuin kalau mba nya itu pacarnya? enggak kan?" jawab maira tegas
__ADS_1
"gue sama ken udah pacaran 2 tahun, loe bilang gue gak di akuin? gila loe ya?" kata orang itu
"gue tau loe itu suka sama ken, tapi inget ya kalau ken itu pacar gue" imbuhnya
"kalian kan lagi pacaran, belum sah di mata hukum dan saya masih berhak untuk suka sama ken, saya gak ngejar ken tapi saya mendoakan dia. Mendoakan sama mengejar itu beda ya mba" jawab maira
"halah gak usah sok gaya loe, sok suci banget sih" kata orang
"salwa, ngapain loe marah-marah gak jelas sama maira?" kata ken tiba-tiba datang
"karna dia kan kamu berubah" ujar salwa
"enggak, lagian kita kan udah putus" kata ken
"aku gak pernah setuju kamu mutusin aku ken" ujar salwa
"gue gak mau tau, yang penting gue udah gak mau sama loe lagi, gue tau wa kalau loe itu selingkuh sama zidan, " kata ken
"nah itu, aku sama maira juga sahabatan" kata ken
Salwa kecewa banget sama ken, kemudian salwa pergi meninggalkan ken.
"loe gapapa kan ra?, " kata ken
"enggak kok, emang loe pernah pacaran sama dia?, " ujar maira
"iya pernah, tapi udah 2 atau 3 bulan yang lalu gue putusin dia" kata ken
"kok loe gak pernah bilang sama gue kalau loe punya pacar, " ujar maira
"udah kok, loe aja yang selalu nolak kalau gue bahas tentang salwa, " kata ken
"ya udah deh, gue mau ke kelas dulu" ujar maira
__ADS_1
"temenin gue dong ra, " kata ken
Maira tak mendengarkan ken, maira langsung aja berdiri dan ia langsung berjalan menuju kelasnya.
Saat maira sudah ada di dalam kelas, ia membuka hp nya dan ngecek apakah ada wa atau enggak, dan ternyata ada chat dari krisna
"loe bilang sama melda kalau kita mau pergi?" kata krisna dalam chat
"enggak, gue juga kaget kenapa melda bisa tau" jawab maira
Tiba-tiba krisna menelfon maira
"gimana ra? melda jadi tau, terus kita gimana?" kata krisna
"ya gue gak tau, tapi tadi waktu melda labrak gue tuh tiba-tiba ada ken" ujar maira
"terus gimana?" kata krisna
"ken spontan menyetujui tantangan nya melda, tapi coba lihat kondisinya deh na, " ujar maira
"kondisi apa ra?" kata krisna
"ini lagi corona, loe bisa jadiin corona alasan" ujar maira
"pinter juga loe ra, tapi kita gak jadi pergi-pergi dong" kata krisna
"pergi kok, tapi kalau corona udah hilang" ujar maira
"ya udah deh kalau gitu, udah dulu ya" kata krisna
"okey." ujar maira
Krisna pun langsung menutup telfon nya.
__ADS_1