Diary Anak Pertama

Diary Anak Pertama
bab 15


__ADS_3

Beberapa menit kemudian ada bibi masuk ke dalam kamarnya ken untuk memberikan nasi goreng kepada ken sama maira


"permisi den, ini nasi gorengnya" kata bibi membawa nampan


"iya bi, makasih ya" ujar ken


"iya den, bibi taruh di meja ya" kata bibi menaruh nampan nya di meja belajar nya ken


"iya bi" ujar ken


Bibi pun langsung keluar dari kamarnya ken.


"makan ra" kata ken


"iya ken, loe bisa makan sendiri?" ujar maira


"bisa kok, ya udah loe makan duluan sana" kata ken


"loe juga makan dong ken" ujar maira


"ya udah iya gue makan" kata ken


Maira sama ken makan malam bersama di kamar , pukul 21.00 wib maira pamitan sama ken untuk pulang


"ya udah, gue pulang dulu ya" kata maira


"hati-hati ya ra," ujar ken


"iya siap." kata maira


Maira pun langsung keluar dari kamar nya ken, diruang tamu ada mamah sama papahnya ken sedang duduk santai.


"tante, om saya pamit ya" kata maira


"iya nak, hati-hati di jalan ya, " ujar mamahnya ken


"iya tan, assalamualaikum" kata maira


"waalaikumsalam" ujar mamahnya ken


Maira pun berjalan keluar rumah, ia naik ke motornya dan ia langsung melajukan mototnya pulang ke rumah dengan kecepatan rata-rata. Sesampainya di rumah, maira langsung memasukkan motornya sendiri ke dalam rumah karna di rumah nya gak ada garasi dan maira gak mau minta tolong sama ayah tiri, setelah motornya maira masuk ke dalam ruang depan, maira langsung masuk ke kamarnya dan saat ia masuk ke kamar maira merasa sedih lagi, dia pun menulis di buku diarynya.


"kenapa ya gue selalu salah di mata mereka, kenapa tuntutan untuk gue berat banget. Kek nya orang-orang enak deh gak dapet tuntutan dari keluarganya, capek juga ya jadi anak pertana sekaligus cucu pertama perempuan, kapan ya gue bisa bahagia kayak yang lain. Gue juga pengan benget ketemu ayah kandung gue, udah lama gak komunikasi lagi dan gimana ya kabarnya ayah di sana, pengen juga ngerasain gimana punya ayah yang sebenarnya, punya ayah tiri tapi sikap nya tidak seperti ayah, punya ayah kandung tapi tiba-tiba menghilang. Kenapa dunia ini gak di adil ya rabb, gue salah apa? kenapa semuanya seperti tidak menginginkan gue lagi, apa gue se-gak berguna itu bagi mereka? kenapa mereka bersikap beda sama gue? salah gue apa sih? keknya gue udah baik tapi kenapa kebaikan gue selalu di remehin dan diabaikan?" tulisnya dalam buku diary.


Pukul 22.00 wib maira siap-siap mau tidur. Dan maira bangun pagi pukul 04.00 wib untuk membantu ibunya.


"kamu potong daun singkong rebusnya ra, habis itu potong sayur kol nya" kata ibunya maira


"iya buk" ujar maira


Maira pun langsung memotong daun singkong yang udah di rebus, setelah itu maira pun memotong sayur kol.


"buk udah nih" kata maira

__ADS_1


"iya, kamu buruan sholat subuh" ujar ibunya maira yang sedang meracik jamu


"iya." ujar maira


Maira pun langsung ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, setelah itu maira melaksanakan sholat subuh.


"ra, kamu ke warung beli nasi pecel 3 ya" kata ibunya maira yang masih meracik jamu


"iya buk, tambah apa lagi?" ujar maira


"adekmu beliin ikan lele goreng 2, sama bakwan atau kerupuk" kata ibunya maira


"iya" ujar maira


"uangnya ambil di tas" kata ibunya maira


"iya buk." ujar maira


Maira pun bergegas keluar rumah untuk pergi ke warung nasi untuk beli nasi pecel yang disuruh ibunya. Sesampainya di warung nasi maira langsung pesan nasi pecel.


"buk, bungkus nasi pecel 3 bumbunya di pisah" kata maira


"tambah apa lagi?" ujar penjual nya


"lele goreng 3, bakwan nya 4 sama krupuk nya 4" kata maira


"tunggu ya" ujar penjual


"iya" kata maira


"gue jemput ya ra" kata ken dalam chat pada pukul 05.15


"mau kemana? ini kan hari sabtu ken" ujar maira membalas chat dari ken


"oh iya ya, gue lupa kalau hari ini libur" kata ken


"efek obat ya mas?" ujar maira


"mungkin, ntar loe kesini ya" kata ken


"ngapain? gue kan ngurus adek gue" ujar maira


"ajak aja adek loe kesini" kata ken


"gak ah, ntar ganggu lagi" ujar maira


"ya enggak lah ra, kesini ya" kata ken


"iya deh, tapi ntar jam 9 ya" ujar maira


"oke" kata ken


"cantik, nasi nya udah nih" kata penjual nya tiba-tiba

__ADS_1


"eh iya buk, total nya berapa?" ujar maira


"nasinya 12 ribu , lelenya 12 ribu , krupuk sama bakwan nya 6 ribu ,jadi total nya 40 ribu ya cantik, " kata penjualnya


"iya buk, ini uang nya" ujar maira memberikan uang


"ini kembalian nya ya." kata penjual nya


Maira langsung keluar dari warung dan ia langsung melajukan motornya pulang ke rumah, sesampainya di rumah maira pun langsung masuk dan dia memberikan nasi pecel itu kepada ibunya


"ini buk nasi nya" kata maira


"taruh aja dimeja ra, kamu isikan tuh jamu kunir asemnya" ujar ibunya maira


"iya" kata maira


Maira pun langsung duduk dan dia mengisikan jamu ke dalam botol, saat maira sedang mengisi jamu ibunya maira tanya


"besok kamu pergi gak ra?" kata ibunya maira yang sedang membungkus mie


"enggak buk" ujar maira


"besok jualan di pasar ya ra, nanti kamu di pasar dan ibu nanti keliling sebentar" kata ibu


"terus adek gimana?" ujar maira


"kan ada ayahnya dirumah" kata ibu


"iya." ujar maira


Beberapa menit kemudian maira sudah selesai mengisi jamu ke dalam botol


"buk udah, maira ke kamar dulu ya" kata maira


"oh iya ra, nanti kamu beres-beres di rumahnya nenek kamu ya soalnya nenek kamu udah jalan mau kesini, " ujar ibu


"iya nanti maira kesana" kata maira


Maira pun langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya, dia membuka hp


"ken, nanti gue gak bisa ke rumah loe" ketik maira ngechat ken


"hah? kenapa?" balasnya ken


"nanti gue bersihin rumahnya nenek gue" kata maira


"ya udah gue ikut ke rumah nenek loe ya" ujar ken


"gak boleh, kan habis operasi" kata maira


"ya udah deh iya" ujar ken


Maira merebahkan tubuhnya di kasur dan bilang

__ADS_1


"masih pagi tapi badan udah capek, rasanya sakit semua seluruh tubuh gue" gerutunya


__ADS_2