Diary Anak Pertama

Diary Anak Pertama
bab 7


__ADS_3

"aku suka cara mu memperlakukan ku sedemikian rupa, aku suka cara fikir mu, aku juga suka sama semua hal tentang mu, tapi apa mungkin kamu juga suka aku? aku juga gak mau merebut kamu dari wulan" tulis nya di buku


Pukul 19.00 wib maira keluar kamar untuk cari makan, tapi di meja makan gak ada makanan


"gak ada makanan buk?" kata maira masuk ke dalam kamar ibu nya


"gak ada ra, kalau mau makan buat mie instan aja ya" ujar ibu nya


"iya buk" kata maira


"adek kamu sekalian buatin ya" ujar ibunya


"iya" kata maira


Maira pun langsung ke dapur untuk membuat mie instan, setelah mie nya sudah matang dan sudah siap untuk di makan, maira langsung masuk ke dalam kamar nya untuk makan di dalam kamar, tiba-tiba wulan menelfon maira.


"ra, gue mau bicara sama loe" kata wulan dalam telfon


"apa lan?" ujar maira


"bisa ketemu sekarang gak?" kata wulan


"bisa sih, dimana?" ujar maira


"di taman dekat rumah loe deh" kata wulan


"ya udah, gue kesana sekarang" ujar maira


Maira pun langsung menutup telfon nya, ia buru-buru keluar kamar dan ia langsung izin kepada ibunya.


"buk, maira keluar bentar ya" kata maira


"mau kemana ra?" ujar ibunya


"mau ketemu wulan bentar buk" kata maira


"ya udah hati-hati" ujar ibunya


Maira pun bergegas menyalakan motornya, lalu ia lajukan menuju taman yang ada di dekat rumah nya. Sesampainya di taman itu maira sudah melihat wulan yang sedang duduk dikursi panjang yang ada di pinggir taman


"lan kenapa?" kata maira panik


"gue bingung ra, gimana caranya biar ken suka sama gue" ujar wulan


"gue kira kenapa lan, cuma masalah ken?" kata maira


"cuma ra? gue cinta banget sama ken ra, gue bener-bener sayang sama dia" ujar wulan dengan nada sedikit tinggi


"ya maaf, tapi kan cinta gak bisa dipaksa lan" kata maira


"gue pusing ra, gue gak mau jatuh cinta lagi kecuali sama ken" ujar wulan


"jangan gitu dong lan, loe itu cantik dan gak mungkin loe gak di cintai orang selain ken" kata maira

__ADS_1


"tapi ken itu gak ada dua nya ra" ujar wulan


"iya tau, gue tau ken baik, dia ramah, murah senyum tapi ken gak mudah untuk di paksa lan, apalagi soal cinta, " kata maira


"tapi gue sayang sama ken ra" ujar wulan mulai menetes kan air mata


"eh jangan nangis dong lan, besok deh gue coba tanya sama ken" kata maira


"makasih ya ra, loe selalu ada buat gue" ujar wulan


"iya lan, kalau gitu gue pulang dulu ya" kata maira


"iya ra, gue masih pengen disini" ujar wulan


"ya udah gue tinggal ya lan, loe hati-hati" kata maira


"iya, loe juga harus hati-hati ra" ujar wulan


Maira pun langsung berjalan menuju motornya, kemudian ia melajukan motornya pulang ke rumah nenek nya, sesampainya di rumah maira langsung masuk ke dalam kamarnya.


"wulan cinta banget sama ken, sesayang itu dia sama ken tapi ken tidak peduli dengan dia, ken sudah menutup rapat hati nya" gerutu maira di dalam kamar


"gue telfon aja deh si ken" imbuhnya


Kemudian maira mengambil hp nya di diatas meja belajar lalu ia menelfon ken.


"ken, gue mau ngomong serius sama loe" kata maira dalam telfon


"soal wulan" kata maira


"dah lah ra, gue males bahas ini lagi" ujar ken


"tapi ini tuh penting ken" kata maira


"oh iya ra, puisi loe yang untuk nubar itu gimana? udah jadi kan? gue mau lihat dong" ujar ken mengalihkan pembicaraan


"jangan mengalihkan pembicaraan deh ken" kata maira sedikit kesal


"ya gue gak mau bahas soal wulan," ujar ken


Tiba-tiba ken menutup telfon nya, maira pun kaget dengan sikap nya ken


"ni anak kenapa sih, bukan nya seneng ada yang tulus sama dia eh malah di cuekin" gerutu maira


Maira langsung ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, setelah itu maira melaksanakan shalat isya. Pukul 21.30 wib maira sudah tidur


Pagi hari


Pagi ini maira bangun sedikit awal karna ia dibangunkan ibu nya.


"udah semua kan buk? maira mau siap-siap berangkat ke sekolah ya" kata maira


"kamu buatin sarapan buat adek kamh dulu ya, ibu mau buat jamu" ujar ibunya

__ADS_1


"sarapan apa?" kata maira


"nasi goreng aja gapapa"ujar ibunya


"okey" kata maira


Maira pun langsung membuat bumbu nasi goreng, ia sengaja membuat bumbunya sedikit banyak karna dia mau bawa bekal nasi goreng, sebelum membuat nasi goreng maira membuka hp nya lalu ia chat ken


"ken, pagi ini jangan sarapan di rumah atau dikantin ya, gue masak nasi goreng nih" kata maira


Tanpa menunggu ken membalas chat nya, ia memasak nasi goreng. Setelah nasi goreng nya udah siap, maira langsung mandi dan siap-siap berangkat ke sekolah, setelah itu maira langsung berangkat ke sekolah tanpa membuka hp nya dulu.


"buk maira berangkat ya" kata maira berjalan keluar rumah


"iya" ujar ibunya


Maira pun langsung melajukan motornya dengan kecepatan rata-rata menuju sekolahan, di depan gerbang sekolah ternyata sudah ada ken yang menunggunya.


"beneran loe yang masak?" kata ken bertanya


"iya lah, tadi gue buatin untuk adek gue dan gue juga pengen buat yang pedes" ujar maira


"ya udah deh, gue cobain masakan loe" kata ken


"ya udah ayo, kita makan di kelas aja" ujar maira


"okey" kata ken


Maira sama ken langsung berjalan menuju kelas nya, tiba-tiba ada wulan di belakang mereka dan wulan langsung memanggil maira


"maira" kata wulan


Ken sama maira menoleh ke belakang dan ken langsung bilang sama maira


"gue ke kelas dulu ya" kata ken dan ken mengambil tempat makan yang dibawa maira


"okey" ujar maira


Wulan mendekati maira dan wulan bilang


"loe buatin sarapan untuk ken? loe gak suka sama ken kan?" kata wulan


"ya enggak lah lan, gue sama ken itu kan udah sahabatan sejak smp" ujar maira


"tapi kenapa loe buatin sarapan buat dia?" kata wulan


"kebetulan gue tadi masak nasi goreng kelebihan" ujar maira


"ya udah deh, gue besok mau buatin sarapan untuk ken" kata wulan


"terserah loe, gue mau ke kelas dulu ya" ujar maira


Maira pun langsung lari menuju kelas nya karna ia kurang nyaman sama perkataan nya wulan.

__ADS_1


__ADS_2