Diary Anak Pertama

Diary Anak Pertama
bab 13


__ADS_3

Ke-esokkan hari nya


Hari ini maira bangun seperti biasanya, saat maira sedang siap-siap memakai sepatu di ruang tamu tiba-tiba ada adik tirinya yang datang mencari ayah tirinya maira, dia minta uang tapi yang memberikan uang bukan ayah tirinya maira melainkan ibunya maira, dalam hati maira bilang


"enak banget dah tuh bocah, datang-datang minta uang tanpa ngelakuin apa-apa dulu, yang diminta siapa yang ngasih siapa" gerutu maira dalam hati


Maira langsung pergi berangkat ke sekolah dan dia masih ngedumel soal adik tirinya itu


"kenapa sih tuh bocah datang pagi-pagi, penghancur mood" gerutu maira sambil jalan menuju kelasnya


Tiba-tiba ada teman nya maira yang memanggil


"ra" kata aisyah


"eh ai, ada apa?" ujar maira


"katanya ken masuk rumah sakit? di tusuk siapa?" kata aisyah


"iya ai, gak sengaja di tusuk wulan" ujar maira


"loe marah sama wulan? masih pagi muka loe bete banget" kata aisyah


"enggak, lagi ada masalah dirumah" ujar maira


"oalah, ya udah gue ke kelas dulu ya" kata aisyah


"okey" ujar maira


Maira pun melanjutkan jalan menuju kelasnya, sesampainya di kelas maira buru-buru dikerubung teman nya


"ken gimana ra?"


"kok bisa ditusuk?"


"siapa yang nusuk ken?"


Berbagai pertanyaan muncul dari teman nya maira, maira bingung banget.


"tenang ya , kalian ini wartawan apa gimana sih?" kata maira


"kita khawatir sama ken ra" ujar sisil


"ken baik-baik aja, udah ah" kata maira


Maira langsung duduk di bangkunya dan dia menbuka buku diary nya karna ia ingin menulis sesuatu


"kenapa dunia ini kayak gak adil ya, dia bisa bebas minta uang sama ibu, tapi aku? untuk beli baju pakai uang sendiri aja masih sering di larang, dewasa gak seindah bayangan ku waktu kecil ya" tulis maira di dalam buku


Tiba-tiba wildan ketua kelas duduk di bangkunya ken di sebelahnya maira.


"ken gimana ra? udah boleh pulang?" kata wildan


"udah kok, nanti sore udah boleh pulang" ujar maira


"kok bisa sih ra ken ditusuk" kata wildan


"gak tau, kemarin tuh wulan sama ken rebutan pisau dan ken didorong wulan, tanpa sadar pisaunya mengarah ke perutnya ken" ujar maira


"wulan temen loe yang anak mipa itu?" kata wildan


"iya" ujar maira

__ADS_1


"ya udah nanti pulang sekolah kita kesana ya, sama temen-temen" kata wildan


"iya" ujar maira


"enak nya ken dibawain apa ya ra?" kata wildan


"terserah kalian aja, gue sih mau bawain ken brownies karna dia suka banget sama brownies" ujar maira


"ya udah kita bawain browies aja gimana?" kata wildan


"eh jangan dong, kasih buah atau apa gitu" ujar maira


"ya udah ntar gue beli buah aja, iuran 5 ribu" kata wildan


"nih." ujar wulan memberikan uang


Wildan pun langsung pergi dari bangkunya ken, *** akan segera dimulai. Saat istirahat kedua maira mau ke kantin tapi wildan memanggilnya


"ra, mau ke kantin?" kata wildan


"iya kenapa?" ujar maira


"enggak, mau ikut sekalian" kata wildan


"oh ya udah ayo" ujar maira


Saat maira melangkah keluar kelas, tiba-tiba ada wulan dan dengan spontan wulan menampar maira


"dasar munafik" kata wulan menampar maira


"munafik? gue salah apa lagi lan? keknya gue selalu salah di mata loe" ujar maira


"loe emang salah ra, loe nyebarin berita kalau ken itu di tusuk sama gue padahal loe tau sendiri kalau gue gak sengaja ra" kata wulan


Temen-temen nya maira melihat pertengkaran maira sama wulan di depan kelas.


"udah lah, emang dari awal loe gak suka sama gue kan ra?" kata wulan


"terserah loe mau ngomong apa, gue gak peduli lagi" ujar maira pergi meninggalkan wulan


Maira pergi ke kantin tapi wildan gak ikut ia lagi, ia makan nasi pecel. Pukul 15.30 wib *** sudah berakhir dan maira buru-buru ke toko bakery punya temen nya maira


Ditoko


"hai ra, apa kabar?" kata zahra


"baik kok, brownies pesenan gue udah siap kan?" ujar maira


"bentar ya, sedang di packing" kata zahra


"oke siap" ujar maira


"ken gimana? gue ikut kesana ya" kata zahra


"ken udah gapapa kok, dia udah di bawa pulang" ujar maira


"kejadian nya tuh gimana sih ra" kata zahra


"panjang lah cerita nya" ujar maira


"cerita aja lah ra" kata zahra

__ADS_1


"gue takut mamah nya ken nunggu terlalu lama zah, nanti malam gue cerita deh" ujar maira


"bener ya" kata zahra


"iya zah , udah nih harga nya berapa?" ujar maira


"udah gak usah, ini kan buat ken" kata zahra


"kok gitu sih?" ujar maira


"loe sama ken itu kan temen gue ra, udah lah demi temen gapapa" kata zahra


"ya udah deh, makasih ya zah" ujar maira


"iya ra sama-sama" kata zahra


"gue pamit dulu ya" ujar maira


"hati-hati ya ra" kata zahra


Maira sama zahra pun langsung melakukan salam perpisahan yang di buat waktu smp, setelah itu maira pergi dari toko temen nya itu dan maira langsung bergegas pulang ke rumah nya ken, saat perjalanan ke rumah nya ken tiba-tiba bu dhe nya maira menelfon.


"bisa gak sih ra pulang tepat waktu" kata bu dhe


"maira mau ke rumah temen dulu bu dhe" ujar maira


"urus adek kamu dulu dong, setelah itu terserah kalau kamu mau main" kata bu dhe


"iya" ujar maira


Seketika maira menetes kan air mata


"kenapa aku selalu salah sih, aku salah apa? aku ke rumah nya ken bukan untuk main tapi kenapa bu dhe bilang kayak gitu sih" gerutu maira dalam hati


Maira pun langsung menelfon ken untuk bilang kalau ia gak bisa datang sore ini.


"loe dimana ra?" kata ken


"maaf ken, gue gak bisa datang sore ini" ujar maira dengan suara habis nangis


"kenapa?" kata ken


"gue datang nanti malam deh" ujar maira


"ya udah, gak usah datang juga gapapa ra" kata ken


"gue gak bisa ngobrol terlalu lama, maaf" ujar maira


Maira langsung menutup telfon nya dan dia langsung melajukan motornya pulang ke rumah bu dhe dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di rumah, bu dhe nya maira sudah di depan sambil menggendong adiknya maira


"fakhri kenapa bu dhe?" kata maira


"rewel nih, minta mainan" ujar bu dhe


"yuk ikut kakak" kata maira kepada adiknya


"itu brownies buat bu dhe?" ujar bu dhe


"enggak" kata maira


"pelit amat, nih urus sendiri adik kamu" ujar bu dhe

__ADS_1


Maira sangat terpukul dan dia kembali sedih, maira pun langsung membawa adiknya pulang ke rumah. Sesampainya di rumah maira langsung memberi makan adik nya, setelah itu adik nya maira ikut sama ayah tiri nya maira.


__ADS_2