
Assalamualaikum..Sahabat novel semua, kangen nggak sama aku?ðŸ¤
Mungkin dibagian bab ini akan ada sebuah pelajaran untuk kita semua, agar tidak terburu-buru dalam memutuskan sesuatu
Apalagi dalam hal pernikahan!Sebaiknya dikenali dulu, sifatnya, latarbelakangnya, kejujurannya, dan ketulusannya
Yukk langsung aja ke cerita utamanya
👇👇👇
🌹🌹🌹
"Diana..Apakah kamu bersedia menikah dengan muhammad Faizal?"Ucap pak Jorgi, orang yang mewakili ayah Diana untuk menikahkannya
"Saya bersedia pak"Ucap Diana menganggukkan kepala dan tersenyum
"Baiklah, tidak perlu lama-lama lagi jika pengantin wanitanya sudah setuju"Ucap Pak Jorgi
"Muhammad Faizal!! Aku nikahkan engkau dengan Diana Aminarti dan saya sebagai wali nikah mewakili ayahaandanya bapak Raditya Suhendra, dengan mas kawin uang 100.000 Rupiah dibayar tunai"Ucap Pak Jorgi seraya menggenggam tangan Fa'i
"Saya terima nikahnya Diana Aminarti dengan mas kawin tersebut" Ucap Fa'i yang lantang dan tegas dengan sekali ucapan saja
"Bagaimana para saksi..Sahhhh"Ucap pak Jorgi
"Saahhhhhh" Ucap semua orang yang hadir
"Alhamdulillahhirobbil'alamin"Ucap Fa'i mengucap syukur
"Maaf saya ingin meminta waktu sebentar saja. Saya ingin menyampaikan pesan dari ayahnya Fa'i, beliau tidak bisa hadir karena masih ada urusan lain"Ucap Bu Murni saat suara sah sudah terucap
"Baik bu, silahkan!"Ucap seseorang
"Maaf sekali lagi, ayahnya Fa'i merestui pernikahan ini. Tapi ayahnya Fa'i tidak mengijinkan mereka tinggal bersama kami, dan untuk sementara jika ada saudara yang ingin memberikan tempat tinggal untuk mereka maka saya ucapkan terimakasih banyak"Ucap bu Murni tanpa menatap wajah Diana
Jedaaaaaarrrrr
Bagaikan di sambar petir disiang hari, ucapan yang diberikan oleh ibunya Fa'i membuat Diana tak percaya, diawal pernikahan yang ia bayangkan akan indah.Tapi malah sebaliknya, lagi-lagi Diana harus menelnan kenyataan pahit
__ADS_1
Jika keluarga Fa'i tidak menerimanya kenapa mereka harus menikahkannya?Jika mereka tidak setuju, kenapa harus memperlakukannya seperti ini?
Hanya air mata yang keluar membasahi pipi Diana. Sulit rasanya menerima kenyataan,namun apalah daya Diana
"Bu maaf kan Diana jika ibu dan keluarga merasa tidak nyaman dengan kehadiran Diana"Ucap Diana memeluk ibu mertuanya
"Tidak apa-apa"Jawab bu Murni singkat
Jelas sekali diwajah ibu mertua Diana jika ia kyrang menyukai Diana.Mungkin karena status janda!Atau karena sosial
"Baiklah teh, kalau begitu biarkan mereka menempati pondok rumah kami yang ada di kebun.Meskipun kecil dan mungki jauh dari desa, tapi rumah itu masih bagus dan kuat"Ucap Tante Sari yang iba
"Maafkan aku Diana, aku belum bisa membahagiakan kamu"Bisik Fa'i yang memeluk istrinya
"Nggak apa-apa mas, kan sudah terjadi juga.Sekarang aku sudah menjadi istrimu, maka aku harus siap dengan segala resikonya
"Terimakasih karena kamu sudah begitu pengertian Di" Ucap Fa'i lagi
Sedih ataukah bahagia?Entah apa yang harus Diana rasakan saat ini!Jika ia boleh memilih!Diana juga tidak ingin seperti ini, Diana hanya ingin bahagia
"Ini Diana Silahkan diterima uangnya!Gunakan uang ini dengan baik" Ucap tante Sari menyerahkan uang yang diberikan bu Murni
Lagi-lagi air mata Diana jatuh tanpa aba-aba, sakit! Pasti sangat menyakitkan, namun Diana tetap berusaha untuk tegar
"Kalau begitu, saya permisi pulang dulu!Maaf saya tidak bisa berlama-lama!Assalamualaikum"Ucap bu Murni lagi, lalu mendekati Fa'i dan memeluknya
🌹🌹🌹
"Diana...Maaf ya, aku nggak bisa melawan orang tuaku!Aku tau ini sangat menyakiti hati kamu, tapi Di..."Ucap Fa'i yang terhenti
"Sudahlah mas..Semua sudah terjadi!Nasi sudah menjadi bubur, aku akan belajar beradaptasi dengan keluarga dan orang tuamu yang tidak menyukai ku"Ucap Diana yang masih kecewa, dan berlalu meninggalkan Fa'i di ruang tamu
"Diana...Besok kita pindah ke pondok yang di bilang tante ku tadi gimana Di?"Ucap Fa'i bertanya
"Terserah kamu aja mas, aku ikut aja apa katamu"Ucap Diana singkat
Malam semakin larut, tinggal bunyi jangkrik dan burung malam yang menemani Diana terjaga.Diana kembali mengingat sosok suami yang sangat menyayangi dan memanjakannya
__ADS_1
Cintanya untuk Riyan tidak pernah bisa di lupakan, tulusnya kasih dan sayang yang di berikan oleh Riyan, begitu sangat Diana rasakan
Kini Diana harus melewati ujian lagi, dengan sikap orang tua Fa'i yang masih dingin
"Sayang...Kamu belum tidur?Ada apa Diana?Apa kamu masih memikirkan tadi siang?" Ucap Fa'i yang terbangun
"Nggak kok mas, aku hanya teringat sama Riyan.Aku rindu sama dia hikkkkssss"Ucap Diana yang sudah tidak bisa menahan air matanya lagi
"Besar banget cintamu untuknya Di, sampai-sampai tidak ada sedikit ruang pun cintamu untukku!Diana,, aku akan antarkan kamu kembali pada Riyan, jika itu yang membuatmu bahagia"Ucap Fa'i dengan mata yang mulai berkaca-kaca
"Hiiikkkksss...Nggak perlu mas, jika aku mau.Maka sudah dari dulu aku kembali padanya"Ucap Diana yang masih menangis
Fa'i memeluk Diana agar tenang dan melupakan semua kejadian siang tadi.Fa'i masih berusaha masuk kedalam hati Diana, agar hanya namanya yang selalu ada di pikiran dan di hati Diana
🌹🌹🌹
"Selamat pagi istriku! Cuuupppp"Ucap Fa'i sembari mengecup kening Diana
"Selamat pagi juga mas, kamu sudah bangun!"Ucap Diana
"Iya Di, aku menatap wajahmu yang cantik, membuat aku semakin jatuh cinta Di, besar rasa cintaku padamu Di.Aku harap kamu bisa mencintaiku seperti aku mencintaimu"Ucap Fa'i lagi
"Maafkan aku mas..Aku belum bisa melupakan masalaluku"Ucap Diana yang bersedih lagi
"Eeee...Jangan sedih lagi ya, aku akan terus menunggu cintamu Di, sampai kapan pun!Aku akan tetap mencintaimu selamanya"Ucap Fa'i memeluk erat tubuh Diana yang kecil hiiihiii
"Yasudah ayo bangun!Kita siap-siap untuk pindah ke pondok tempat tanteku, tapi Di...Pondoknya ada di kebun, jadi nggak ada lampu atau pun penerangan lain, cuma ada lampu sentir aja"Ucap Fa'i lagi
"Nggak apa-apa mas, asalkan kamu selalu menemani aku.Dan kamu nggak akan pernah meninggalkan aku sendirian di kebun itu"Ucap Diana
"Mana mungkin aku akan meninggalkan kamu sendiri Di, aku akan bawa kamu kemana pun aku pergi"Ucap Fa'i meyakinkan Diana
🌹🌹🌹🌹
Tak butuh waktu lama untuk menuju rumah pondok yang dimaksut Fa'i..Hanya memerlukan waktu 15 menit saja!Suasana yang sunyi, hanya ada suara burung dan binatang lainnya yang terdengar
Diana pun merasa agak takut, sebab lokasi pondoknya jauh dari desa, ada 1 pondok yang dekat dengannya, pondok itu di tempati oleh adik dari bu Murni
__ADS_1