Diary Diana

Diary Diana
Cerita masa lalu


__ADS_3

Setiap detik, begitu sangat berarti bagi Diana.Kebahagiaan yang ia harapkan, kini berubah bagaikan mimpi buruk!Ia juga tidak ingin kehidupan yang seperti itu, ini adalah takdir yang harus Diana terima dengan ikhlas


Setiap pagi!Diana harus bangun disaat suara adzan berkumandang.Diana selalu menyiapkan sarapan dan sekaligus makan siangnya dan suami


Pagi ini, meskipun badan terasa sangat lelah, namun Diana tetap tidak boleh bermalas-malasan.Pagi hari yang dingin, Diana menyalakan api


"Uuhhuuuukkkk....Kenapa nggak mau hidup siy, biasanya gampang nyalain api nya"Diana yang masih terus berusaha menyalakan api


"Apa mungkin kayu nya masih basah ya!Makanya nggak mau hidup, terus aku harus gimana?"Diana yang asik dengan pikirannya sendiri sampai tidak sadar jika Fa'i sudah berada di belakangnya


"Kenapa Di, asap nya banyak banget! Mengganggu tidurku saja!"Fa'i yang kesal langsung mengambil korek api dan membantu Diana menyalakan api tungku nya


"Mungkin karena kayu nya masih basah mas, makanya nggak mau hidup dari tadi api nya"Jemari tangan Diana meremas baju lengannya, karena takut jika Fa'i akan marah


"Gini aja nggak bisa kamu Di!Awas...Biar aku yang hidupin api nya"Bentak Fa'i.Sikapnya tak seperti saat awal pernikahan


"Mas...Kenapa bentak aku,hiiikkkssss"Mata Diana mulai meneteskan air bening yang selalu ia simpan jika saat sedih


"Aku nggak bisa tidur gara-gara kamu nggak bisa nyalain api doang kayak gini!Kamu tau nggak..Aku capek kerja Di, kamu malah ganggu tidurku saja"Lagi-lagi Fa'i menyakiti hati Diana


"Maaf mas..Aku salah, aku janji nggak akan mengulanginya lagi.Besok aku akan mencari kayu bakar yang sudah benar-benar kering"Diana yang masih takut dengan tangisannya yang mulai terisak, namun Fa'i tidak sedikitpun iba padanya


Fa'i meninggalkan Diana sendiri didapur, ia kembali tidur. Tanpa memperdulikan Diana yang menangis sendiri di dapur


'Tuhan..Aku harus kuat!Aku nggak boleh sedih!Karena aku cuma mempunyai mas Fa'i saja di kota ini'Batin Diana menjerit. Seakan ia ingin pergi saat itu juga


🌹🌹🌹


"Mas...Bangunlah, sudah siang!Ayo kita makan dulu"Diana berusaha membangunkan Fa'i yang tertidur pulas


"Makanlah dulu!Aku nanti saja, belum lapar perutku"Kata Fa'i yang masih memejamkan mata


"Baiklah!Aku akan ke kebun mas, kalau mas bangun aku tidak di rumah.Mas nyusul ke kebun ya"Diana berusaha mengingatkan Fa'i dengan nada lembut


"hmmmmmm"Hanya itu jawaban Fa'i


Tak butuh waktu lama untuk Diana sampai ke kebun.Karena pondok yang ia tinggali berada sangat dekat dengan kebunnya, disana terdapat 3 makam, yaitu makam kakek dan nenek Fa'i dan yang satu lagi makam tantenya Fa'i

__ADS_1


"Hiiikkkkksss...Nenek, kata orang!Mas Fa'i adalah cucu kesayangan nenek!Tolong nasehati mas Fa'i agar terus menyayangi Diana nek!Diana nggak mau mas Fa'i ikutan benci sama Diana nek!Hiikkksss"Semakin terisak Diana menangis, mengadu dengan sang nenek


"Diana ingin bahagia nek!Apakah Diana nggak boleh bahagia?Kenapa Diana harus di uji terus!Sedangkan hati Diana begitu rapuh!Diana nggak sanggup jika harus melewati ujian seberat ini nek!Hiiikkkksss....Hiiikkkssss"Sekeras apapun Diana menangis, tidak akan ada orang yang bisa mendengarnya, karena lokasi nya yang jauh dari desa


Back to the last story


🌹🌹🌹🌹


Oeeeee....Oooeeeee


"Alhamdulillah!Selamat ya bu, anaknya perempuan dan sangat cantik!Mirip sekali seperti ibu"Ucap suster yang menggendong bayi mungil Diana


"Terimakasih suster"Diana pun tersenyum saat melihat putrinya yang cantik


"Masf bu!Apakah ayah nya ada disini?Maksut saya jika ayahnya ada!Sebaiknya suami ibu menggendongnya dan menyerukan adzan di telinganya. Agar kelak menjadi anak yang saleha"Kata suster yang menjelaskan


"Suami saya ada di luar sus"Jawab Diana


"Baiklah!Saya akan panggilkan dulu suami ibu.Sebentar ya bu"Suster pun segera berlalu untuk memanggil Aditya


"Iya sus, saya suami nya.Bagaimana keadaan anak dan istri saya?"Tanya Aditya


"Istri dan putri anda baik-baik dan sehat pak!Tapi lebih baik bapak masuk ke dalam untuk mengumandangkan adzan, agar anak bapak menjadi anak saleha"Kata suster pun menjelaskan lagi


* * *


"Mas...Lihatlah anak kita cantik sekali kan"Ucap Diana yang terlihat bahagia saat melihat bayi mungil nya


"Dengar ya...Aku hanya akan melakukan kewajibanku sebagai ayah hari ini saja!"Bisik Aditya setelah mendekati Diana dan bayi nya


"Maksut kamu apa mas?"Tanya Diana


"Nanti kita bahas setelah kamu pulang dari rumah sakit!"Ucap Aditya lagi


Perkataan Aditya membuat Diana bengong, perasaannya sudah mulai tidak tenang!Apa yang akan Aditya lakukan?


🌹🌹🌹

__ADS_1


"Assalamualaikum...Cantiknya ibu, kita sudah sampai rumah!Jangan rewel ya..Cuuppp"Diana menimang putrinya dengan kasih sayang


"Mas!Kamu mau kasih nama buat anak kita?"Tanya Diana tersenyum lembut


"Kamu saja yang kasih nama buat dia!Aku mau mandi dulu"Tanpa menoleh kearah Diana, Aditya berlalu kekamar


"Kamu kenapa siy mas..Kenapa kamu berubah!Apa salahku?"Batin Diana yang bertanya-tanya


Setelah 15 menit Aditya selesai membersihkan tubuhnya, dia menatap tajam kearah Diana dan anaknya.Entah apa yang dipikirkan tatapannya seakan benci pada keduanya


"Mas, gimana kalau aku kasih nama anak kita Qonita Syabilla, yang artinya taat beribadah!Iya kan cantik nya ibu"Ucap Diana yang masih saja sibuk dengan Syabilla


"Terserah kamu saja"Jawab Aditya singkat


"Kamu ini kenapa siy mas!Kenapa kamu sepertinya nggak suka sama anak kamu sendiri!"Protes Diana yang tidak bisa menahan emosi lagi


"Memang aku nggak suka!Aku menginginkan anak laki-laki!"Bentak Aditya yang membuat Diana langsung membungkam mulutnya tak percaya


"Apaan siy kamu mas!Dia putri kamu!Dia darah daging kamu!Mau cewek ataupun cowok, dia tetap anak kamu!"Ucap Diana yang mulai terisak karena tangisannya


"Terserah kamu saja mau bilang apa!Dan ya,,aku mau kita pisah!Kamu nggak bisa kasih aku anak laki-laki, maka aku akan menikah lagi dan mencari wanita yang bisa kasih aku anak laki-laki"Ucap Aditya seolah menganggap sebuah pernikahan adalah permainan


"Kamu tega mas!Wanita mana yang mau menikah denganmu kalau bukan aku, tapi kamu perlakukan aku seperti ini!"Suara Diana yang sudah serak karena menangis pun terdengar oleh ibu Diana


"Aku bisa mencari wanita itu!Bahkan malam ini aku bisa cari dengan harga 150 ribu sudah bisa aku dapatkan!"Bentak Aditya lagi


Plaakkkkkkk


"Kamu...kamu pikir anak saya ini barang mainan yang bisa kamu buang kapan pun kamu bosan hah!!"Tamparan keras yang diberikan bu Yuni mendarat tepat di pipi Aditya


"Pergi saja dari rumah ini jika kamu mau mencari wanita lain!"Tambah pak Dani ayahnya Diana


"Baik !Aku akan pergi..Tapi aku minta kamu segera urus surat cerai kita.Dan ya aku mau meminta apapun yang pernah aku berikan padamu Diana!Mulai saat ini, detik ini jam 13.25 kamu bukan istriku lagi. Kamu aku talak tiga Diana!"Dengan gampangnya Aditya meminta semua yang pernah di berikan Diana


Jedaaarrrr


Sakit...Memang sangat menyakitkan!Baru saja 1 hari Diana merasakan bahagia karena kehadiran seorang bayi mungil dan cantik, tapi kenyataan pahit yang di berikan Aditya sungguh sangat membuat Diana terpukul

__ADS_1


__ADS_2