Diary Diana

Diary Diana
Kesempatan pertama


__ADS_3

Malam yang dingin...Suasana sunyi dan gelap!Namun, bagi Diana ini adalah suasana yang paling membuat tenang hatinya.Tidak ada beban dan keberisikan


Seperti saat sebelumnya, saat Diana tinggal bersama orang tua Fa'i.Yang ada setiap hari Diana harus menahan sakit dan menutup telinga


"Sayang...Besok kita kerumah ibu ya, aku kan harus bantuin tukang yang lagi bikin rumah kita!Terus ibu juga masak sendiri, jadi kami bisa bantu ibu masak juga"Ucap Fa'i yang mencoba memberikan pengertian pada istrinya


"Iya, tapi kalau malam kita tidur di sini ya.Sampai rumah kita jadi"Jawab Diana sambil memainkan rambutnya yang ikal


"Ok sayang..Makasih ya karena kamu selalu mengerti aku"Jawab Fa'i memeluk Diana


* * *


"Diana...Kemarilah nak"Bu Murni yang baru pulang dari pasar tiba-tiba memanggil Diana dengan sebutan nak


Diana hampir tak percaya dengan semua ini, perlahan orang tua Diana luluh juga. Setalah 5 bulan lamanya pernikahan mereka berjalan dan rumah mereka pun sudah selesai di bangun


"Ada pa bu?Apa ibu mau memasak sesuatu, biar Diana bantu"Diana yang selalu bersikap baik pun mencoba menawarkan dirinya untuk membantu ibu nya memasak


"Tidak nak!Ibu hanya ingin berbicara soal kalian berdua"Ucap bu Murni


"Memangnya ada apa dengan kami bu?"Tanya Diana yang mengerutkan kening


"Ibu pengen punya cucu dari kalian, apa kalian belum ada rencana untuk memiliki momongan?"Tanya bu Murni


"Maaf bu, kalau soal anak, rejeki dan jodoh.Biarlah alloh yang menentukan, Diana hanyalah manusia biasa.Diana tidak bisa memaksa alloh untuk segera memberikan kami anak"Ucap Diana yang selalu merendah


"Iya, kamu bener.Tapi apa kalian nggak ada usaha supaya kalian cepet di kasih momongan"Bu Murni masih tetap ngotot urusan cucu jangan di bantah deh Di hahahaa


"Mak....Aku mau ngomong penting!"Kak Vina yang tiba-tiba datang langsung memasang wajah masam


"Ada apa Vin?Kamu ini kayak dikejar setan aja nafasnya sampai ngos-ngosan gitu"Ucap bu Marina


"Kamu udah lama disini Di, sebaiknya kamu oulang dulu deh!"Ucap kak Vina seakan mengusir Diana

__ADS_1


"Baiklah..Bu, Diana pulang dulu ya..Assalamualaikum"Ucap Diana yang langsung berlalu pergi


"Waaalaikumsalam"Ucap Vina dan bu Murni bersamaan


"Ada apa Vin?Tanya bu Murni


"Gini mak...."Vina pun mulai menceritakan entah apa yang ia dapatkan setrlah dari pasar hahaha


"Apa!Kamu yakin Vin?Jangan asal bicara kalau belum ada buktinya Vin"Kata bu Murni lagi


"Udah deh sebaiknya emak kesana sekarang!"Jawab Vina yang kepo hihiii


🌹🌹🌹


"Assalamualaikum..."Ucap bu Murni yang berkunjung kerumah Diana


"Waalaikumsalam...Diana dibelakang bu, lagi masak!"Sahut Diana dari dapur


"Fa'i kemana Di?"Tanya bu Murni


"Yasudah, ibu tunggu saja sampai dia pulang"Ucap Bu Murni lagi


"Baiklah, duduk dulu bu!"Ucap Diana yang berbasa basi


"Nggak apa-apa, ibu tunggu disini aja. Enak bau sambal kamu Di"Bu Murni yang mencoba mencairkan suasana


"Iya bu hihiii...Makan lah bu, Diana juga ada rebus daun ubi sama daun bayam, kalau mau pakai lalapan ada di kulkas"Ucap Diana yang menawarkan makanan pada mertuanya


Setelah hampir 30 menit menunggu "Bu, udah dari tadi"Fa'i yang baru datang mencoba berbasa basi pada ibu nya


"Udah 30 menit nungguin kamu pulang!Dari mana kamu?Ibu mau ngomong penting sama kamu!"Ucap bu Murni tanpa basa basi lagi


"Ada apa bu?Mau kasih duit ya,hahahaa"Masih saja sempat bercanda nih si Fa'i hihiiii

__ADS_1


"Kamu gadaikan kebun makam ya!Untuk apa uangnya?"Bu Murni langsung bertanya, tidak menanggapi ocehan Fa'i


"Iya, aku gadaikan 2.500.000,uang nya buat kirim ke lampung!Buat anaknya Diana"Jawab Fa'i dengan santai


Degg


"Mas...Kapan kamu kirim ke lampung?Kenapa kamu nggk bilang sama aku!"Tanya Diana yang kaget


"Sudah!Kamu tau kalau itu tanah warisan dari almarhum kakek kamu!Kenapa kamu gadaikan?"Bu Murni yang marah pun semakin kesal


"Aku butuh uang"Jawab Fa'i singkat


"Kenapa kamu kirimkan buat anak Diana, kamu kan tau kalau bapaknya juga masih hidup, jadi buat apa kamu memberikan uang dengan menggadaikan kebun!"Bu Murni semakin murka dengan sikap Fa'i


Sedangkan Diana menangis karena ucapan bu Murni, betapa sakit dan pedihnya hati Diana saat ibu mertuanya mengatakan yang nggak seharusnya dikatakan dan didengar


Diana hanya diam dan berlari kekamarnya untuk menumpahkan segala sakit yang begitu sangat menyayat hatinya.Ingin rasanya Diana saat ini juga pergi dari rumahnnya


"Biarkan Diana dikamar juga dengar!Ibu nggak rela kalau kamu gadaikan kebun hanya untuk kamu berikan untuk anaknya!Bapak dia masih sehat, bapak nya juga masih kuat untuk kerja!Kecuali kalau bapaknya Diana udah mati, baru kamu boleh urusin anaknya"Bu Murni yang sudah terbawa emosi, kini semakin menjadi omongannya nggak jelas


Sungguh sakit hati ini,ketika ketulusan yang diberikan dibalas dengan perkataan yang sangat menyakiti hati.Diana menangis dalam diam, bantal yang dipeluk sebagai tempat sandarannya saat ini!Basah karena air matanya


"Ibu nggak mau tau!Kamu harus ambil kembali kebun itu, bagaimana pun cara kamu ibu nggak perduli!Yang penting kamu tebus lagi kebun itu!"Ucap bu Murni yang langsung pergi meninggalkan rumah mereka


* * *


"Hiiikkkkssss....Ya alloh kenapa aku harus mendengar semuanya ini, kenapa aku harus masuk kedalam keluarga yang hanya memikirkan harta saja?"Batin Diana yang berteriak sekuat mungkin, namun bibirnya bungkam


Fa'i pun mendekati Diana yang sedang meringkuk dalam tangisnya"Maafin aku Diana, aku nggak ada alasan lain untuk menjawab pertanyaan ibuku tadi"Tanpa mengerti betapa hancurnya hati istrinya dia begitu gampang meminta maaf


"Maaf...Maaf katamu mas!Apa kamu nggak mikir gimana perasaanku saat kamu dan ibu kamu berdebat masalah harta!Apa ibu kamu nggak punya hati nurani sehingga mengatakan kalau bapak aku sudah mati!"Ucap Diana yang masih menangis


"Apa kalian hanya memikirkan diri kalian sendiri!Apa kalian nggak punya hati, kalian punya iman!Orang tua kamu sudah haji, apa mereka nggak bisa memghargai seseorang dengan bertanya dulu!Apa aku tau masalah kebun yang kamu gadaikan!Hiiikkkkssss...Hikkksss"Diana semakin marah dan jika bisa dia ingin terbang dan memeluk serta meminta maaf pada orang tuanya

__ADS_1


"Maaf Di, aku salah!Aku janji aku nggak akan mengulanginya lagi.Maaf"Fa'i pun berlutut di kaki Diana yang masih acuh


Diana hanya terdiam, ia tidak percaya jika takdirnya akan seperti ini.1 kali kesempatan yang sudah diberikan Diana, meskipun luka hatinya begitu sakit!Namun Diana mencoba untuk ikhlas


__ADS_2