
Assalamualaikum, hy sahabat novel apa kabar?Semoga kalian sehat selalu 🤲
Kejujuran,adalah kunci rumah tangga langgeng.Apa jadinya jika rumah tangga yang begitu harmonis akan hancur karena satu kebohongan?
Yuk lanjut bagian gregetnyaðŸ¤ðŸ¤
👇👇👇
Sabtu pagi, Diana bersiap untuk memulai pekerjaannya"Bismillahhirahmanirrohhim,ya Alloh mudahkanlah niat baikku ini.Ridhoi setiap langkahku mewujudkan mimpi, aminn"Do'a Diana dalam hati ketika akan berangkat bekerja
"Kamu udah siap mbak?Semoga bosnya baik ya"Ucap Lia yang memberikan semangat
"Iya dek, makasih ya.Semoga bisa aku wujudkan setiap mimpiku ini"Jawab Diana memeluk adik yang selalu mengingatkan akan semua hal
"Amiinn semangat ya"Ucap Lia lagi
Diana tersenyum dan menganggukan kepala, perasaan cuma mau kerja aja udah kayak perasaan mau ijab qobul aja hahaa selama di perjalanan menuju rumah sang bos aja hati Diana udah nggak karuan
Diana bekerja menjadi asisten rumah tangga,atau lebih simplenya ART. Namun meskipun pekerjaan yang sekarang tidak seperti pekerjaannya yang dulu, Diana tetap bersyukur.Apapun pekerjaannya jika niat hati sudah mantap dan ikhlas mengerjakannya insyaalloh semuanya akan lancar
"Hy mbak, ini yang mau kerja disini.Bos nya baik nggak siy mbak?"Tanya Lia pada seorang temannya yang mencarikan bos untuk Diana
"Ooo ini orangnya, namanya siapa?Bos nya baik Lia, cuma sedikit cerewet"Ucap mbak Siti ia juga bekerja dirumah bos nya Diana tugasnya hanya mencuci dan menyetrika baju saja
"Kerjanya santai, karena ada temannya tiga orang.Tapi yang satu mau pulang, jadi kakak kamu cuma bersih-bersih aja yang masak ada sendiri"Ucap mbak Siti lagi
"Nama saya Diana mbak, iya nggak apa-apa mbak.sekarang dicoba dulu!Nggak masalah kalau cerewet yang penting nggak dipukul aja hihiii"Ucap Diana yang masih sempat bercanda meskipun perasaannya sekarang nggak karuan
"Diana udah pernah kerja dimana sebelumnya?"Tanya mbak Siti
"Sebelumnya saya di Batam mbak, tapi di minimarket"Jawab Diana
"Oooo jauh ya, kenapa nggak balik ke Batam lagi?"Tanya mbak Siti
"Nggak boleh sama suami saya mbak, kalau di Jakarta kan ada Lia adek saya, kalau di Batam saya nggak ada keluarga!Jadi suami saya takut kalau saya kesana lagi karena nggak ada mata-matanya hahaa"Jawab Diana lagi-lagi bercanda
__ADS_1
"Eee sudah menikah ya, nggak kelihatan soalnya badannya kaya masih gadis hehe"Ucap mbak Siti yang membalas candaan Diana
"Mbak ini ada-ada saja!Saya sudah menikah mbak,saya juga sudha punya anak satu.Anak saya cewek umur sekitar sembilan tahunlah"Jawab Diana menjelaskan
"Udah besar juga ya anaknya"Ucap mbak Siti
"Nah disini ni rumah bosnya, ayo masuk!Nanti kamu langsung mandi terus istirahat saja ya"Mbak Siti pun memperkenalkan Diana dengan teman-teman yang ada dirumah tersebut
"Hay, nama aku Susan dan ini Cika.Nanti kamu diajarin sama Cika soalnya dia yang mau pulang dan kamu yang akan menggantikan tugasnya"Ucap mbak Susan menjelaskan
"Iya mbak terimakasih, nama saya Diana.Semoga kita bisa menjadi teman yang baik ya"Diana pun menjabat tangan Susan dan Cika
Susan adalah pekerja dirumah itu, ia bekerja kurang lebih 5 bulan.Ia ditugaskan dan dipercaya untuk bagian masak, dan Cika orang yang akan digantikan Diana, usianya lebih muda masih sekitar 17 tahun.Ia bekerja baru satu bulan
"Cika, kamu kenapa mau keluar dari sini?Bukannya bos nya baik ya"Tanya Diana
"Nggak apa-apa mbak, aku cuma nggak betah disini soalnya nggak bisa main"Jawab Cika
"Ooo jadi kamu mau cari kerjaan yang bisa pulang pergi ya, seperti di toko gitu"Tanya Diana lagi
"Iyalah kalau masih gadis mah belum mikirin kebutuhan, yang dipikirin cuma seneng sendiri aja hehehe"Diana memeluk Cika seperti adiknya sendiri
"Mbak mandi dulu gih, nanti baru lanjut ngobrol lagi"Cika pun terlihat senang dengan kedatangan Diana
"Ok deh!Tapi mbak mau telpon suami mbak dulu ya"Ucap Diana yang berlalu menuju kamarnya
"Iya mbak"Jawab Cika
Diana pun menekan nomor telpon Fa'i, beberapa kali ia menghubungi suaminya "Halo dek, maaf aku baru bangun tidur"Ucap Fa'i setelah mengangkat panggilan telepon Diana
"Iya nggak apa-apa mas, aku cuma mau bilang kalau aku udah dirumah bosku"Ucap Diana
"Syukurlah, bosnya baik kan"Tanya Fa'i
"Belum tau mas, aku belum ketemu sama bosnya"Jawab Diana
__ADS_1
"Yaudah dulu ya mas, aku mau telpon ibu sama bapak dulu"Ucap Diana lagi
"Ok istriku, hati-hati disana ya.Jaga diri kamu baik-baik dan jangan lupa makan"Ucap Fa'i yang memberi perhatian
"Iya mas makasih"Jawab Diana lalu mematikan teleponnya
Tuuuttttt
"Halo, assalamualaikum"Ucap Diana
"Waalaikumsalam, apa kabar Diana?Lagi apa dan udah makan belum?"Tanya bu Murni
"Alhamdulillah Diana baik bu, Diana udah dirumah bos Diana"Jawab Diana tersenyum
"Udah telpon Fa'i belum?Semalam Fa'i keluar nggak tau udah pulang belum?Bilangnya ada acara di Air molek"Ucap bu Murni yang bercerita tentang Fa'i selama ditinggal Diana
"Sudah bu, tadi Diana telpon mas Fa'i, mas bilang baru bangun tidur"Jawab Diana yang polos
"Syukurlah kalau udah pulang, soalnya kucing kamu nanti nggak ada yang kasih makan kalau Fa'i belum pulang kan kasihan"Ucap bu Murni
"Sudah kok bu, ya udah Diana tutup dulu telponnya ya bu. Besok Diana telpon lagi kalau Diana lagi santai kerjaannya, assalamualaikum"Ucap Diana lalu mematikan telponnya lagi
"Mas, kamu kemarin pergi acara?Kenapa kamu bohong tadi mas, mau sampai kapan kamu bohongin aku terus!Jika kamu mau pergi ke acara, aku nggak akan larang!Asalkan kamu bilang jujur mas!Aku kecewa sama kamu mas,kamu nggak bisa berubah"Ucap Diana yang melempar hp nya
Belum ada jawaban dari Fa'i, sikapnya yang selalu membuat Diana kecewa dan sakit hati.Belum pernah bisa berubah, harapan Diana hanyalah, jika memang Fa'i adalah jodoh untuk Diana sampai maut memisahkan, maka!Diana hanya berharap agar suaminya bisa merubah sikapnya yang selalu berbohong dan selalu mengecewakannya
________
Fa'i yang baru membaca isi chat Diana pun merasa gelisah"Dek"Fa'i memgirimkan pesan pada Diana sampai delapan kali namun tidak ada jawaban
"Maafin aku sayank, aku udah bohong sama kamu lagi.Aku janji nggak akan mengulanginya lagi"Ucap Fa'i yang mengirimkan pesan untuk Diana
"Aku udah bosan sama janji kamu mas!Aku capek kalau harus kamu bohongi terus!"Ucap Diana tegas
Diana menangis dalam diam, agar teman satu kamar dan sstu kerjaan dengannya tidak tau jika saat ini hatinya begitu hancur dan lelah karena sikap suaminya
__ADS_1