Diary Diana

Diary Diana
Mantapkan langkahku Ya Alloh


__ADS_3

Assalamualaikum sahabat novel, ada yang rindu sama aku nggak🤭 yuk kita lanjut lagi


👇👇👇


🌹🌹🌹


"Mas! Aku mau ngomong..."Ucap Diana memandang wajah suaminya


Sedangkan Fa'i tengah sibuk dengan kerjaannya"Ngomong aja!"Jawabnya singkat


"Mas...Aku boleh kerja nggak?"Tanya Diana


klontangggg


"Hmmm...Kamu mau kerja kemana?Kenapa kamu mau kerja?"Tanya Fa'i


"Aku mau ke Jakarta, kan adek aku disana juga mas!Ya kerja dirumah tanggalah..Apa lagi?"Jawsb Diana yang memainkan alat-alat bengkel Fa'i


"Terserah kamu ajalah.. Yang penting cuma satu tahun aja, nggak lebih! Kamu pusing ya Di l, nikah sama aku hanya susah aja"Ucap Fa'i lagi


"Pusing siy pasti ada mas!Aku cuma mau merasakan ketenangan hati dan pikiran aja kok.Kamu kan tau satu bulan ini pikiran dan tenaga aku rasanya terkuras"Ucap Diana yang bergelayut manja dilengan Fa'i


"Yaudah berangkatlah!Aku ijinkan, tapi ingat!Harus selalu jaga komunikasi.Selalu berikan kabar dan yang paling penting jaga hati dan mata"Ucap Fa'i


"Tapi Di, aku nggak ads uang buat kamu berangkat ke sana!"Kata Fa'i lagi


"Nggak apa-apa mas, nanti aku pinjem sama bapak!Sekalian pamitan"Jawab Diana


"Yasudah terserah kamu aja"Jawab Fa'i


"Aku kerumah bapak dulu ya mas"Diana langsung beranjak pergi


__________

__ADS_1


"Asssalamualaikum...Masak apa bu?"Ucap Diana yang baru datang


"Waalaikumsalam...Masak enak pokoknya!Makanlah mumpung masih hangat"Ucap Bu Murni


"Nggaklah bu, Diana udah makan sama mas Fa'i tadi dirumah!Mmmm bapak ada bu?"Tanya Diana


"Ada, lagi main hp didepan tadi..Kamu cari aja didepan"Jawab bu Murni


"Iyalah, Diana ke depan dulu ya bu" Ucap Diana


"Lagi ngapain pak!Serius banget"Ucap Diana yang berbasa-basi


"Ini lagi lihat youtube, dari mana Di?Makan sana dibelakang tadi ibu kamu entah masak apa?"Ucap bu Murni


"Diana udah makan pak"Jawab Diana


Mulut Diana terasa berat saat mau mengutarakan keinginan dan niatnya untuk kerja"Pak..Diana mau ngomong penting!"Ucap Diana yang masih ragu-ragu


"Ada apa Di?Sepertinya penting banget"Tanya Pak Udin


"Hmmmm...Kenapa kamu mau kerja?Nggak usah kerja, kamu bantuin ibu kamu aja nanti bapak juga pasti kasih uang kalau Diana mau bantuin ibu, nggak mungkin bapak diam saja.Buat sekarang biarkan saja sikap Fa'i nggak mau kerja, yang penting Diana kerja bantuin ibu"Ucap Pak Udin


"Maaf pak!Tekat Diana sudah mantap, Diana mau ke Jakarta"Ucap Diana mata nya sudah berkaca-kaca


"Yasudahlah kalau memang tekat kamu sudah nggak bisa di cegah lagi,kami sebagai orang tua bisanya cuma mendo'akan saja.Yang penting kamu selalu kasih kabar dan selalu sempatkan telepon kami juga"Ucap pak Udin menatap sedih Diana


"Iya pak!Insyaalloh Diana akan selalu kasih kabar, Diana berharap jika Diana pulang nanti mas Fa'i bisa berubah"Jawab Diana


"Sabar ya Nok..Mungkin saat ini Fa'i belum bisa berfikiran dewasa, tapi percayalah jika suatu saat nanti Fa'i pasti mau berubah!"Ucap bu Murni


"Iya bu, semoga saja setelah Diana kerja.Mas Fa'i bisa berubah sikapnya, mau kerja dan lebih sayang sama Diana juga sama Billa"Jawab Diana penuh harapan


Setelah lama dirumah mertua, ngobrol dan saling sedih karena disatu sisi, Diana yang sudah sangat menyayangi mertuanya itu. Ada perasaan tidak tega jika harus membuat mereka sedih, namun jika Diana tidak memberikan pelajaran untuk suaminya.Kapan ia akan berubah?

__ADS_1


Diana bergegas pulang untuk berkemas"Mas...Aku mau beresin baju buat dibawa besok!"Ucap Diana yang baru datang


Degggg...Fa'i langsung menatap wajah istrinya yang begitu ia cintai"Di,kamu serius mau pergi kerja?Apa kamu mau meninggalkan aku, sama seperti yang dilakukan mantan aku dulu?"Tanya Fa'i yang mulai meneteskan air mata


"Mas..Aku pergi kerja!Bukan mau pergi meninggalkan kamu, kecuali kalau kamu meminta aku untuk pergi dari hidupmu maka, aku akan pergi!"Jawab Diana yang masih berkemas


"Assalamualaikum..."Bu Murni yang datang dengan pilu


"Waalaikumsalam, masuk bu"Ucap Diana


"Nok..Apa nggak dipikirkan dulu kalau kamu mau kerja, hikkksss...Ibu nggak rela kalau kamu pergi kerja!Dirumah saja nok, jangan pergi"Ucap bu Murni bergetar menahan sesak tangisan


"Maaf bu, Diana akan tetap pergi!Diana sudah memantapkan hati dan langkah untuk kerja!Keputusan Diana nggak bisa di ganggu lagi bu"Jawab Diana mengusap air matanya


"Kamu lihat apa yang kamu lakukan!Ini yang kamu bilang kalau kamu bisa membahagiakan Diana hah Fa'i, apa kamu nggak ada niatan untuk berubah!Kerja Fa'i kerja!Sudah berapa kali ibu sama bapak menasehati kamu tapi nggak pernah kamu dengarkan!"Bu Murni yang kesal langsung memarahi anaknya


"Itu sudah menjadi keputusan Diana untuk kerja bu!Sudahlah, lagian kan Diana juga nggak lama pergi kerjanya"Jawab Fa'i dengan santai nya


"Kamu harusnya mikir, apa kata orang jika istrimu pergi kerja jauh!Apa kamu nggak malu nanti kalau ditanya orang, kamu mau jawab apa?"Kata bu Murni lagi


"Biar saja orang mau ngomong apa!Yang penting aku makan nggak minta sama orang"Lagi-lagi jawaban Fa'i membuat ibunya semakin kesal


"Entah terbuat dari apa hati kamu itu Fa'i, apa kesalahanku dulu sehingga aku diberikan anak seperti kamu!"Ucap bu Murni tegas


"Sudahlah bu!Jangan ikut campur urusan rumah tanggaku, aku sudah pusing jangan di tambah pusing lagi"Jawab Fa'i


"Nok....Ini uang yang kamu pinjam sama bapak tadi, dan ini buat ongkos jajan kamu dijalan,hati-hati di kota orang ya.Ingat supaya terus berkomunikasi"Bu Murni memeluk Diana, air matanya sudah membasahi hijab yang dikenakannya


Sedangkan Diana juga tak kuasa menahan air matanya, disaat itu juga Fa'i pun merasakan hal yang sama, ia menangis dalam diam nya


Apa yang harus ia lakukan, jika ia melarang istrinya kerja.Maka mau tidak mau ia sendiri harus mencukupi kebutuhan rumah tangganya, sedangkan!Ia aja malas untuk sekedar membereskan peralatan bengkelnya


"Bu, jaga kesehatan dan jangan lupa makan ya, Diana nggak akan lama kok"Ucap Diana mengusap air mata bu Murni

__ADS_1


"Iya nok, kamu juga baik-bain disana ya.Jaga kesehatan juga, jangan lupa makan.Ingat!Kamu ada asam lambung"Ucap bu Murni mengingatkannya


Setiap masalah pasti akan ada solusi nya.Setiap kesulitan, akan ada jalan terangnya, dan setiap kesedihan pasti akan ada kebhagiaan.Cintai dan hargailah setiap cinta yang selalu setia me dampingimu, jangan pernah sia-siakan dia yang sudah berusaha berjuang


__ADS_2