Diary Diana

Diary Diana
Luka dan kehormatan


__ADS_3

Setiap kebaikan, pasti akan dibalas dengan kebaikan juga.Tapi aku yakin suatu saat akan ada masanya untuk aku bahagia.Mungkin belum saatnya sekarang untuk mencapai kebahgaiaan itu


Mungkin esok atau pun lusa!Biarlah Allah yang menentukan semua takdir ini, aku akan ikhlas dan terus bersyukur atas nikmat rejeki dan kesehatan yang diberikan padaku saat ini


"Diana..Kamu kenapa?Mata kamu sembab!Kamu menangis Di?"Tanya Fa'i yang baru pulang entah dari mana


Diana semakin terisak ketika Fa'i membelai rambutnya"Mas....Hiiikkkkssss....Bang Udin...Hikkksss....Kenapa kita selalu saja dihina dan terus saja dipandang sebelah mata, kenapa harta mengalahkan hubungan persaudaraan mas!Hiiikkkksss"Ucap Diana yang masih mendekap tubuh Fa'i


"Tenanglah Di, ceritakan apa yang sudah terjadi"Ucap Fa'i yang masih menenangkan Diana


"Mas...Hiiikkksss...Hikksss...Tadi siang pas bang Udin datang nyariin kamu,hikkkssss...Aku bilang sama dia kalau kita belum bisa bayar listrik sama dia, aku juga udah minta maaf karena telat kasih uangnya!Tapi, bang Udin cerita sama kak Vina lain lagi,Hikkksss"Tangis Diana yang bercerita dipelukan suaminya dan air mata yang terus mengalir


"Terus, bang Udin ada ngomong apa lagi?Ngomong kasar sama kamu nggak Di?"Tanya Fa'i lagi


"Tadi aku pinjem uang sama bapak!Seratus ribu, terus aku kasih ke bang Udin, cuma uangnya aku lempar ketanah karena aku udah kesel hati"Ucap Diana lagi yang masih di dekapan Fa'i


"Yaudah biar aja, sekarang kan udah dikasih uangnya.Udah ya!Cuppp"Fa'i mencium kening Diana agar istrinya itu merasa tenang


Breeemmmm....Breemmmmm


"Kenapa itu"Fa'i langsung melihat ke arah suara brisik yang mengganggu telinga

__ADS_1


"Woooooyyyy...Apa maksutmu ngegas motor didepanku!Berhenti nggak!"Kini emosi dan amarah Fa'i semakin menjadi saat Udin dengan sengaja mengegas motornya pas tepat di depan rumah mereka


Udin pun seketika berhenti pas didepan rumah salah satu tetangga yang dekat dengan rumah Fa'i"Kenapa?Kamu mau marah!Atau mau pukul!Ayo pukul!"Ucap Udin yang membuat amarah Fa'i semakin menjadi menjadi


"Kenapa ini!Ada apa Din?"Tanya salah satu orang yang melihat perkelahian mulut adik dan kakak itu


"Ini Fa'i sama istrinya nggak mau bayar listrik, padahal cuma sepuluh ribu aja!Masa nggak punya uang segitu"Ucap Udin meremehkan dan menghina lagi


"Cukup bang!Selama kamu susah kemarin siapa yang bantu!Sekarang cuma karena uang sepuluh ribu aja kamu ungkit!"Bentak Fa'i mengepalkan tangan yang sudah siap untuk memukul


Diana langsung berlari saat tahu kalau suaminya pasti tidak bisa menahan emosinya"Cukup mas!Lihat aku, jangan pedulikan ucapan orang!Lihat wajahku mas!Kalau kamu pukul orang yang nggak tau diri seperti itu berarti kamu sama saja seperti dia mas!Sudahlah kita mengalah saja, biar Alloh yang balas semuanya hiikkkksss"Ucap Diana menarik lengan Fa'i namun Fa'i masih tetap tidak mau beranjak dari sana


"Kalau nggak mau bayar bilang aja!Jangan drama nangis segala!"Ucap Udin yang semakin membuat darah tinggi naik saat itu


Rasa sakit yang Diana rasakan tidak bisa dibendung lagi, amarah yang tadinya ia pendam!Sekarang seakan semuanya memgalir dan ia lepaskan begitu saja,sabar yang Diana miliki juga ada batasnya


"Harusnya kamu mengajarkan yang baik pada adik-adikmu bang!Bukannya memperkeruh suasana, kamu udah tua harusnya kamu menjadi penengah permasalahan bukannya dibikin menjadi tambah panas!Kalau kamu nggak bisa berpikiran dewasa gimana kamu memgatur rumah tanggamu dan anak-anak kamu!Ingat bang semua ucapan adalah do'a termasuk ucapan yang kamu katakan barusan, semoga dikabulkan Alloh!"Dengan hati yang masih marah,Diana menarik tangan Fa'i agar mau pulang


Semua orang yang menyaksikan keberanian Diana hanya diam.Tidak ada satu orang pun yang berani ikut campur lagi, amarah Diana yang semula sudah redam, kini menjadi menggebu.Seakan ingin meletus saja ckcckk


"Tenanglah mas...!Semua akan baik-baik saja, kamu istirahat dulu ya.Kontrol emosi kamu, jangan sampai ada hal yang tidak di inginkan terjadi, ingatlah!Disini aku hanya memiliki kamu yang selalu menjaga aku"Ucap Diana sembari membelai pundak Fa'i dengan lembut

__ADS_1


Huuuuuhhhhhh


"Ada pula orang seperti itu!Punya abang sama sekali nggak ada rasa kasihan!"Celoteh Fa'i yang masih kesal


Fa'i pu bangkit dari tempat duduk dan mengambil sebuah kayu"Kamu mau kemana mas?Jangan aneh-aneh deh!"Ucap Diana yang masih khawatir


"Aku mau putusin saluran kabel dari rumah dia, sementara ini kalau kita nggak pakai lampu nggak apa-apa kan Di?"Tanya Fa'i


"Iya nggak apa-apa mas...Yang Penting kamu nggak aneh-aneh"Jawab Diana tersenyum kecil


Dengan tubuhnya yang tinggi, dan sekali tebasan saja!Saluran listrik yang ada di rumah Udin terputus, kini baik Fa'i dan juga Diana merasa sedikit lega. Biarpun tidak ada penerangan di rumah mereka namun jika kehidupan rumah tangga nya tenang dan nyaman itu sudsh lebih dari cukup buat mereka


"Ya alloh..Belum sembuh luka dihati ini tergores kemarin, kini luka itu bertambah dengan di injaknya kehormatanku dan suamiku.Apa rencanamu dibalik semua cobaan ini"Batin Diana tak terasa air matanya kembali menetes


Begitu berat, dari awal pernikahannya.Diana belum pernah memperlihatkan senyuman indahnya lagi, hanya air mata dalam diam yang selalu menjadi teman malam nya


Air mata yang kemarin, kini ataupun esok.Semoga di ganti dengan kebahagiaan yang tidak akan ada habisnya, semoga aku diberikan kesabaran dan ketabahan yang sangat luas.Sehingga aku bisa melewatinya dengan sneyuman


"Maafin aku karena belum bisa membuat kamu bahagia Di"Ucap Fa'i memeluk Diana


"Aku yakin suatu saat nanti kamu akan membahagiakan akau mas,jangan pernah tinggalin aku dalam keadaan suka ataupun duka ya mas"Ucap Diana yang mempererat pelukannya

__ADS_1


"Aku janji aku akan selalu menjaga dan menyayangi kamu sepenuh hatiku, aku nggak akan pernah membiarkan air mata kamu ini menetes lagi Diana"Air mata Diana yang tadinya terus mengalir, perlahan di usap oleh Fa'i dengan lembut


"Terimakasih karena kamu sudah begitu kuat berdiri disampingku, menemani dan selalu suport aku dalam hal apapun!Kamu wanitahebat Di, kamu kuat.Kamu nggak pernah menyerah dengan keadaaan meskipun aku tau, ini semua sangat sulit bagimu, cuupp.Terimakasih sayang, kamu sudah hadir dalam hidupku"Ucap Fa'i membelai rambut.panjang Diana hingga terlelap


__ADS_2