
Assalamualaikum sahabat, apa kabar?Semoga kalian sehat selalu ya, kira" cemilan apa yang cocok buat santai sambil baca novel ya🤔 buat temen kopi nih
Yuk kumpul ngopi bareng kitaðŸ¤tapi kopinya bayar sendiri ya🤣
Duduk santai sambil makan pir, yuklah mampir
👇👇👇
Diana mengambil nafas dalam-dalam, ia mencoba untuk menahan rasa sesak didadanya"Uangnya masih ada bu, tapi Diana masih titipin sama bapak Diana.Nggak mungkin juga Diana dijalan bawa uang banyak"Ucap Diana dengan sabar dan lembut
"Kalau masih ada, ibu mau kasih pendapat supaya cepet dibuat usaha.Atau jualan sosis aja"Ucap bu Murni
"Maaf bu, Diana pengennya buka usaha sesuai dengan keinginan Diana, Diana mau usaha bikin roti lagian Diana juga udah siapin semua alat-alat dan bahanya udah dibeli semua tinggal nungguin paketannya sampai aja"Ucap Diana menjelaskan
"Kalau usaha bikin roti kan belum jelas untung dan lakunya Di, tapi kalau jualan sosis pasti lakunya, karena banyak anak-anak kecil di gang sini!Coba kamu pikirkan baik-baik dulu"Ucap bu Murni yang masih kekeh dengan pendapatnya
Diana hanya diam, ia pun sudah terlalu lelah untuk terus berusaha tetap pada pendiriannya untuk membuat usaha roti, tak banyak bicara lebih baik dari pada harus bicara tapi tidak dianggap
Sampai bu Murni pulang pun Diana masih tetap diam"Dek, kamu kenapa siy dari tadi diam aja"Tanya Fa'i mencolek bahu Diana
"Nggak apa-apa mas, lagian kalau aku banyak bicara juga percuma.Nggak dianggap juga kan!"Jawab Diana sedikit menyinggung suaminya
"Kan kamu marahnya sama ibu tadi Di, kenapa aku juga jadi ikutan kamu diemin"Tanya Fa'i yang bingung
__ADS_1
"Semuanya sama aja bagiku!Cuma uang dan uang yang selalu dibahas,memangnya uang dan harta bakalan dibawa mati apa!"Ucap Diana yang marah karena sudah tidak bisa menahannya lagi rasa sesak didada yang membuat amarahnya semakin tidak terkendali
"Di, kamu kenapa?Nggak biasanya kamu seperti ini!Diana yang aku kenal adalah Diana yang penyabar dan nggak pernah mau mendengarkan perkataan orang lain"Ucap Fa'i yang mencoba menurunkan amarah Diana
"Iya, memang benar!Kamu benar mas, aku yang dulu sudah berbeda!Aku dulu pernah mengalah dan akhirnya diinjak-injak terus, aku yang dulu hanya dianggap seperti sampah!Tapi itu dulu, sekarang Diana berbeda setelah Diana merasakan luka dan terus terluka,aku yang selalu mengalah dulu!Tapi tidak lagi sekarang mas!"Ucap Diana yang semakin terbawa emosi
"Hiiikkkksss maafkan aku Di, semua ini salah aku!Kamu menjadi sekeras ini karena aku!Maafin aku Di"Ucap Fa'i yang terisak karena tangisannya yang pecah
Perlahan emosi Diana mulai mereda ia menghampiri suaminya"Sudahlah mas, maafin aku karena nggak bisa mengontrol emosi aku.Aku merasa capek saja mas, jika semua yang kita lakukan masih di atur, dan orang tua kamu juga masih ikut campur dengan rumah tangga kita!Aku nggak suka mas!"Ucap Diana yang mengutarakan semua yang ia rasakan selama ini
"Jika terus menerus mereka akan ikut campur!Mungkin aku juga nggak akan kuat lagi mas!Kesabaranku juga ada batasnya mas, aku ingin apapun yang akan terjadi dalam rumah tangga kita.Mereka tidak akan ikut campur lagi, aku ingin kita berusaha sendiri tanpa campur tangan orang tua ataupun orang lain"Ucap Diana lagi yang masih saja mengutarakan semua sesak dalam dada nya
"Hiiikkksss jangan pernah berkata seperti itu Di, aku nggak akan pernah sanggup jika harus berpisah dengan kamu!Aku nggak mau kehilangan kamu"Fa'i memeluk istrinya erat dengan air mata yang terus menetes
"Nggak Di, aku nggak ijinin kamu kerja lagi.Aku mau kamu dirumah saja.."Ucap Fa'i yang terputus
"Dirumah saja katamu mas!Apa aku harus dirumah dan menerima hinaan terus dari keluarga kamu!Aku capek mas!"Diana pun tidak memperdulikan Fa'i, ia langsung mengunci pintu kamarnya
"Ya alloh, begitu sakitnya hati ini jika harus dihina terus!Apa sebenarnya takdirmu untukku ini?Sudah banyak aku mengalah tapi nggak pernah dianggap!Bahkan aku selalu memghormati mereka, namun mereka tidak sama sekali menghargai apapun kemauanku, apakah aku harus mengalah terus!"Tangisan Diana pecah ketika didalam kamar
Diana tak kuasa lagi menahan air matanya yang sejak tadi ia bendung, didalam kamarnya ia menangis melepas semua rasa sesak yang ada dalam hati
"Maafkan aku Diana,aku belum bisa membahagiakan kamu"Ucap Diana
__ADS_1
Diana yang mengalah dan selalu menuruti keinginan mertuanya itu, ia pergi kesebuah toko untuk membeli semua perlengkapan untuk berjualan sosis, sedih karena apa yang diinginkannya tidak bisa diwujudkan
"Dek,, gimana kalau uangnya buat beli kompresor.Kan bisa buat usaha ngecat motor!Banyak yang sudah minta ke aku supaya buka cat untuk motor"Ucap Fa'i yang mengantarkan Diana saat itu
"Boleh saja mas!Tapi kamu ingat, kamu harus rajin menekuni pekerjaan ini, dan satu lagi!Aku anggap kamu pinjam uang aku ya,soalnya aku juga punya keinginan tapi nggak tercapai!"Jawab Diana yang mengingatkan Fa'i
"Iya dek, kan uang kamu ya uang kamu!Kalau uang suami baru milik istri juga, kamu kerja dirantau orang kan capek juga!Pasti aku akan selalu semangat untuk menjalankan usaha ini, makasih ya sayang"Ucap Fa'i yang memeluk istrinya
"Iya, tapi tetep aja kamu harus ganti uangnya nanti ya.Kalau bengkel kamu rame,kamu jangan sampai lupa"Ucap Diana sambil menghitung jumlah uang untuk membayar kompresor yang dimaksut Fa'i
"Kamu juga harus bantuin aku jualan sosis ya mas! Karena aku kan nggak ada niatan sama sekali untuk jualan sosis kayak gini"Ucap Diana lagi
"Iya kamu tenang aja, pokoknya aku akan bantuin kamu dan aku nggak akan biarin istriku ini kecapek an"Kata Fa'i yang memberikan uang pada pemilik toko
"Yaudah kita langsung pulang ya, nggak usah beli makan!Aku tadi kan masak dirumah"Ucap Diana sambil berlalu
"Iya dek!Kamu nggak mau beli jajanan gitu?"Tanya Fa'i
"Nanti kalau ada yang yang aku pengen ya kita beli, saat ini aku belum memikirkan atau menginginkan sesuatu"Jawab Diana yang langsung membonceng dibelakang motor yang Fa'i naiki
"Yaudah nanti kalau kamu menginginkan sesuatu pas dijalan nanti kamu bilanh ya"Ucap Fa'i
"Iya, ayo jalan!Udah panas ini"Kata Diana
__ADS_1
"Siap nyonya bos,hehehe