Diary Diana

Diary Diana
Suatu saat, dia pasti berubah nak!


__ADS_3

Lelah bekerja, lelah berpikir dan lelah dalam mengatasi masalah yang tidak ada habisnya.Jika bisa berteriak menangis sekuat mungkin aku akan lakukan


Tapi?Aku masih berpikir jika aku terpuruk hanya karena satu masalah yang dibuat oleh satu orang aja, justru aku akan semakin di sepelekan dan dihina


Ya alloh, hanya padamu aku memohon dan bersandar!Aku hanya meminta agar semua beban dipundak ini akan segera berakhir dengan kebahagiaan


"Dek, aku akan buktikan akan berubah!Aku mohon sama kamu jangan marah ya.Berikan aku kesempatan untuk menebus kesalahanku pada kamu"Ucap Fa'i yang menangis saat Diana sudah tidak bisa menahan marahnya maka!Diana akan diam


"Jangan ganggu aku untuk beberapa hari ini mas!Aku masih kesel sama kamu!"Jawab Diana yang langsung mematikan teleponnya


Tingg


"Begitu besar amarah kamu Diana, harus dengan apa aku membuktikan sama kamu kalau aku akan berubah"Isi pesan Fa'i yang dikirim saat Diana mematikan teleponnya


Tuuuuttttt tuuuuttttt


"Halo assalamualaikum"Jawab Diana


"Waalaikumsalam Di,.lagi apa?Sibuk nggak nok!"Tanya bu Murni


"Diana lagi istirahat bu, ada apa?"Diana bertanya kembali


"Nggak apa-apa Di, ibu cuma kangen aja!Kamu udah makan belum?"Jawab bu Murni


"Oooo, Diana udah makan tadi bu, ibu udah makan belum?Masak apa hari ini ibu"Diana yang masih memikirkan cara untuk membuat suaminya itu jera pun hanya manggut-manggut saja saat ibu mertuanya telepon


"Diana cuma lagi nggak mau ngomong aja sama mas Fa'i bu, maaf kalau ibu suruh Diana untuk selalu mengalah!Di, nggak bisa bu.Diana udah capek dengan sikap mas Fa'i yang selalu bohongin Diana"Ucap Diana meneteskan air mata


"Sabar Di, mana tau Fa'i bisa berubah nak!Coba kalian berencana untuk punya anak, pasti Fa'i akan betah dirumah dan akan merubah sikapnya"Ucap bu Murni yang membujuk Diana


"Diana nggak mau punya anak lagi bu, sebelum sikap mas Fa'i nggak dirubah.Jika anak yang diharapkan kalian, seharusnya kalian sayangi dulu anak aku!"Ucap Diana yang bersandar dipundak Cika

__ADS_1


Cika yang melihat Diana baru pertama kali ini menangis pun ikut merasakan sakit yang begitu sangat dalam.Namun, Cika juga nggam bisa ikut campur urusan mereka karena Cika bukan siapa-siapa


Cika hanya membelai rambut Diana, memberikan semangat agar terus berjuang tanpa memikirkan apapun masalahnya


"Udah mbak, jangan terlalu dipikirkan!Mendingan kita main make up yuk, nanti aku rias wajah mbak supaya makin cantik hahaha"Cika mencoba menghibur Diana yang masih menangis


"Kamu ada saja Ci, mbak kan lagi sedih malah mau di rias wajah mbak"Ucap Diana tersenyum


"Nggak apa-apa mbak, aku mau liat wajah cantik mbak Diana saat memakai make up"Jawab Cika yang menyiapkan semua peralatan make up nya


"Tapi jangan terlalu menor ya,takut nanti di culik sama brondong hahaaa"Diana membalas candaan Cika yang membuat keduanya tertawa


"Ok deh mbak beres pokoknya deh!"Ucap Cika yang memulai merias wajah Diana


Setelah kurang lebih 10 menit, hasil corat coret diwajah Diana selesai juga"Ya alloh mbak cantik banget kalau udah dimake up kaya gini, sampai pangling aku mbak"Ucap Cika yang bengong melihat hasil make up nya diwajah Diana


"Aaahhh kamu Ci, biasa aja kok!Semua cewek pasti cantik Ci"Jawab Diana yang langsung nengambil cermin karena penasaran juga dengan wajahnya


"Tuh kan, mbak aja sampai bengong gitu liatnya hehee"Cika Meledek Diana


"Tunggu mbak, kan kita belum foto!Bentar aja buat kenangan mbak"Ucap Cika yang merayu Diana


"Iya deh!Tapi jangan banyak-banyak ya fotonya, udah malam soalnya besok kan kita kerja"Jawab Diana yang nurut aja dengan kemauan Cika


Setelah berselfi, mereka langsung terlelap dengan riasan wajah yang masih menempel dan tidak dibersihkan


Malam begitu cepat berlalu, nggak terasa adzan subuh sudah berkumandang.Diana bangun dan bergegas kekamar mandi untuk membersihkan wajah dan melakukan kewajibannya pada alloh


"Ya alloh, hanya kepadamu hamba mengadu.Berikanlah ketenangan hati untuk hamba, berikanlah kesabaran yang tidak ada batasannya agar aku selalu memaafkan orang-orang yang zalim dan berniat buruk kepada hamba.Lindungi keluarga hamba juga ya alloh, berikan kesehatan untuk kedua orang tuaku dan juga anak serta suamiku,amiiinnn"Setelah selesai berdo'a!Diana segeran membangunkan Cika yang masih terlelap tidurnya


"Cika ayo bangun, udah subuh!Nanti siang kan masih bisa tidur lagi"Diana menggoyang-goyangkan bahu Cika agar ia segera bangun

__ADS_1


"Ia mbak, 5 menit lagi ya.Aku masih ngantuk!"Ucap Cika dalam keadaan masih terpejam


"Iiihhh kamu ini, ayo cepet bangun!Jangan malas iihhh...Nanti rejeki anak gadis di patuk ayam loh"Diana masih mencoba berbagai cara agar Cika segera terjaga


"Baiklah kalau kamu masih mau tidur, nanti kalau kesiangan biar diomeli sama nyonya"Kata Diana lagi


"Iya deh aku bangun, tungguin ya jangan ditinggal"Cika pun langsung berlari ke kamar mandi, hanya butuh waktu 10 menit saja


"Eee kok cepet banget kamu kekamar mandi!Emang kamu nggak gosok gigi dulu"Tanya Diana


"Aku gosok gigi sama cuci muka aja mbak, ngapain lama-lama dikamar mandi dingin tau"Jawab Cika


"Dasar Cika malas"Ucap Diana yang langsung meninggalkan Cika sendiri dikamar


"Mbak kok aku ditinggal siy, awas aja nanti siang kalau tidur aku ganggu balik"Ucap Cika yang segera menyusul Diana


"Cika pagi ini kita beresin yang bagian mana dulu?"Tanya Diana


"Pertama kita beresin bagian ruangan dalam, nanti kalau udah selesai baru kita keatas mbak"Ucap Cika yang menjelaskan pekerjaan Diana


Setelah selesai menunjukkan tempat dan bagian dimana saja yang harus dibersihkan dulu, Cika pun turun untuk memotong buah dan mempersiapkan segala keperluan sang bos


"Cika biasanya kalau ada acara keluarga disini pada masak-masak ribet nggak?"Tanya Diana


"Ribet mbak, apalagi acara besar huhhh rasanya sangat melelahkan"Jawab Cika


"Emang acara apa aja yang paling sering dan meribetkan?"Diana kembali bertanya


"Acara pesta pernikahan atau arisan mbak"Jawaban Cika yang sejak awal simple


"Ooo gitu ya, yaudah deh aku keatas dulu ya.Dibawah udah selesai semua"Kata Diana

__ADS_1


"Ok mbak, nanti kalau aku udah kelar sama buah-bush ini.Aku bantuin mbak"Kata Cika yang mulai memotong buah sambil mencoba setiap buah yang ia potong tadi


"Terimakasih adik aku yang paling baik hehee"Jawab Diana langsung berlari kelantai atas


__ADS_2