Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku

Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku
DLHS 31


__ADS_3

Jakarta.


Kini Nara dan Rangga sudah kembali lagi ke Jakarta.


Begitu keluar dari pintu kedatangan, Nara dan Rangga sudah di jemput oleh supir Mama Rena. Mama Rena sendiri tidak ikut dan menunggu Rangga dan Nara di rumah Mama Rena karena Mama Rena meminta Rangga dan Nara untuk singgah di rumah Mama Rena.


"Nanti aku singgah di kantor yah Ra, kamu langsung aja kerumah Mama." ucap Rangga.


"Kok gitu Mas?" tanya Nara.


"Aku ada kerjaan Ra." jawab Rangga.


"Kan bisa besok di kerjainnya Mas! Kita baru sampe loh. Masa kamu langsung kerja." protes Nara.


"Sebentar aja Sayang, kerjaan aku udah numpuk ini." balas Rangga.


"Terserah kamu lah, Mas!" jawab Nara.


"Pak, kita nanti langsung pulang kerumah aja gak usah ke rumah Mama Rena, aku capek, mau langsung tidur di rumah." ucap Nara pada supir Mama Rena.

__ADS_1


"Kok gitu Ra?" tanya Rangga.


"Memangnya kamu aja yang punya urusan? Aku juga ada urusan, tidur!" jawab Nara ketus.


Rangga pun mengeluarkan ponsel-nya lalu menghubungi Mama Rena dan meminta maaf kalau mereka tidak bisa langsung kerumah Mama Rena dan berjanji besok baru mendatangi Mama Rena. Untungnya Mama Rena mengerti dan tidak memaksakan anak dan menantu-nya itu mampir ke rumah-nya.


Kini mobil yang membawa Rangga dan Nara sudah sampai di depan kantor sekaligus showroom milik Rangga. Jam masih menunjukkan pukul dua siang, jadi masih ada aktifitas di showroom.


"Aku kerja dulu yah." pamit Rangga sebelum turun dari mobil tapi Nara tidak menggubrisnya dan malah membuang wajah-nya ke arah lain.


Rangga pun berusaha mendekati Nara dan hendak mencium puncak kepala Nara tapi Nara langsung menjauh.


Rangga hanya menghela nafasnya kasar.


"Jalan Pak." ucap Rangga pada supir Mama Rena setelah dirinya keluar dari dalam mobil.


Mobil pun melaju dan Rangga pun cepat-cepat masuk kedalam kantornya.


"Selamat siang Pak Rangga." sapa Jenny, salah satu SPG showroom.

__ADS_1


"Siang. Oh... iya, suruh Ahmad siapin mobil yah saya mau pergi keluar sebentar lagi." perintah Rangga.


"Baik Pak." jawab Jenny tanpa bertanya kemana bos-nya itu mau keluar menggunakan mobil kantor. Karena biasanya mobil kantor hanya di pakai oleh tim marketing yang ingin melakukan akad dengan customer.


Setelah memberi perintah pada Jenny, Rangga pun berjalan dengan langkah panjangnya menuju ruang kerja-nya. Hal yang langsung Rangga lakukan setelah sampai di ruang kerja-nya adalah meletakkan ponsel-nya di dalam laci meja kerja-nya agar saat Nara mengecek posisi-nya Nara akan melihat posisi-nya berada di kantor.


Tak lama Rangga pun keluar dari dalam ruang kerja-nya dan berjalan dengan langkah panjang keluar dari lobi karena Ahmad sudah menunggu di depan lobi.


Sesampainya di mobil, Rangga malah menyuruh Ahmad keluar dari bangku kemudi.


"Sini biar saya aja yang nyetir." ucap Rangga.


Ahmad pun keluar dari bangku kemudi dan pindah ke bangku penumpang bagian depan.


Rangga pun melajukan mobil-nya keluar dari area showroom menuju Gading Apartemen, tempat tinggal Rika.


Sementara di jalan, benar saja dugaan Rangga kalau Nara pasti akan mengecek posisi'nya, melihat posisi Rangga masih ada di kantor, Nara yang tadi sempat kesal dan curiga pada Rangga, apalagi selama di Singapura Rangga terlihat sangat gelisah, seketika semua rasa curiga dan kesal itu menguar begitu saja.


"Huuuft... mikir apa sih aku! Orang suami lagi nyari nafkah kok malah di curigain! Efek mau PMS kali yah makanya bawaannya curigaan mulu!" gerutu Nara.

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2