
"Udah yuk." ajak Nara.
"Udah? Begitu aja penampilan kamu?" tanya Rangga.
"Iya, kenapa? Bagus kan?" tanya Nara.
Rangga menyengir kuda.
"Iya bagus, bagus banget kok. Apapun yang kamu pake pasti bagus." jawab Rangga.
Rangga pun berdiri dari duduknya lalu menarik pinggang Nara.
"Ayo." Ucap Rangga.
Rangga dan Nara pun keluar dari kamar mereka. Tapi baru sampe di depan pintu kamar, tiba-tiba Nara berhenti.
"Sebentar, ada yang kelupaan." ucap Nara sambil membalikkan badannya lalu berlari kecil kembali masuk ke kamar.
"Jangan lari-lari Ra!" teriak Rangga sambil menyusul Nara yang sudah masuk ke ruang ganti.
"Kamu nyari apa?" tanya Rangga.
"Topi kamu." jawab Nara.
"Aku gak mau pake topi, orang aku udah pake pomade." balas Rangga.
"Bukan buat kamu tapi buat aku." jawab Nara.
Rangga hanya mengernyitkan keningnya bingung, ia tidak berani banyak bertanya takut mood Nara rusak. Rangga membaca dari hasil pencarian di internet kalau mood ibu hamil gampang sekali berubah. Dan sebagai suami siaga harus bisa menjaga mood ibu hamil untuk tetap baik.
Kini Nara sudah memakai topi Rangga.
"Yuk." ajak Nara sambil menggandeng tangan Rangga dan keluar dari dalam kamar lalu berjalan menuju garasi.
__ADS_1
Sesampainya di samping mobil Nara menengadahkan tangannya ke hadapan Rangga.
"Apa?" Tanya Rangga.
"Kunci mobil." jawab Nara.
"Kamu mau nyetir?" tanya Rangga.
"Mmm..." jawab Nara sambil menganggukkan kepalanya.
"Gak usah, biar aku aja." tolak Rangga.
"Hish!!!" Tak menerima penolakan, Nara langsung merampas kunci mobil dari tangan Rangga.
"Eh... Eh... Ra, kamu lagi hamil! Biar aku aja!"
"Memangnya kenapa kalau lagi hamil? Banyak kok ibu-ibu hamil yang masih bawa mobil sendiri. Bahkan lagi hamil besar pun juga bawa mobil."
"Ya itu kan mereka Sayang, kalau aku gak izinin kamu bawa mobil sendiri selama hamil, itu kelihatan aku seperti laki-laki yang berguna." balas Rangga.
Rangga menghela nafasnya kasar.
"Ya udah, ya udah. Tapi pelan-pelan aja dan joknya jangan kamu deketin sama setir, kasihan anak aku pengap nanti." mau tidak mau Rangga mengizinkan Nara yang menyetir mobil.
💋💋💋
Rumah Sakit.
Kini Nara dan Rangga sudah berada di rumah sakit yang pernah Nara dan Rangga datangi untuk pemeriksaan kesuburan. Dengan dokter spesialis kandungan yang bertugas pagi itu juga mereka kenal karena mereka juga sering datang untuk konsultasi.
Setelah melakukan pendaftaran sekaligus pemeriksaan umum dan mengantri tak sampai setengah jam karena kebetulan antrian di poly obgyn juga tidak banyak, kini Nara dan Rangga sudah berada di ruang dokter Wira.
"Pagi menjelang siang, dok." sapa Nara pada dokter paruh baya yang sedang fokus membaca hasil pemeriksaan umum Nara.
__ADS_1
"Pagi menjelang siang juga." jawab dokter Wira sambil memalimgkan wajahnya melihat Rangga dan Nara.
"Silahkan duduk." ucap dokter Wira.
"Ini kejutan, kalian datang bukan untuk konsultasi tapi untuk memeriksakan kandungan." kata dokter Wira lagi.
Nara dan Rangga tersenyum malu-malu.
"Iya dok, saya juga gak nyangka kalau kali ini datang untuk mengantar istri saya memeriksakan kandungan." balas Rangga.
"Ya sudah, ayo kita langsung USG saja. Karena saya yakin kalian berdua sudah tidak sabar ingin menyapa calon bayi kalian." ucap dokter Wira sambil berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ranjang untuk USG dan diikuti Nara dan Rangga.
"Ayo Nara, berbaring disini." ucap dokter Wira sambil menepuk ranjang.
Nara pun naik ke atas ranjang lalu berbaring. Setelah Nara berbaring, perawat langsung membuka baju Nara sampai sebatas dada kemudian menuangkan gel diatas perut Nara.
"Bagaimana rasanya kali ini kamu berbaring disini untuk melihat calon bayi mu?" tanya dokter Wira sambil menyiapkan mesin USG.
"Rasanya tidak bisa di jelaskan dok. Ini sangat luar biasa." jawab Nara.
Dokter Wira tersenyum tipis mendengar jawaban Nara lalu meletakkan alat USG diatas perut Nara.
"Tahan sedikit yah." ucap dokter Wira karena harus sedikit menekan perut Nara untuk memulai pemeriksaan kandungan Nara.
Dokter Wira mengernyitkan keningnya sambil melihat layar monitor dengan tatapan yang sangat serius.
Dan ekspresi dokter Wira itu terlihat jelas di mata Rangga.
"Ada apa dok? Apa ada masalah dengan kandungan istri saya?" tanya Rangga.
Nara yang sedang fokus dengan layar yang ada di depannya jadi ikut menoleh ke arah dokter Wira.
"Umm...."
__ADS_1
💋💋💋
Bersambung...