Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku

Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku
DLHS 62


__ADS_3

Resto Music.


Kini Rangga dan Nara sudah berada di Resto Music.


Mereka pun langsung naik ke lantai dua dimana Rangga sudah memesan tempat VIP disana.


Walau tempat yang di pesan Rangga itu tempat VIP tapi tempat itu tidak berada di dalam ruangan seperti ruang VIP di restoran bintang lima pada umumnya. Tapi tempat VIP yang di pesan Rangga adalah tempat yang paling dekat dengan pemain band. Dan di lantai dua ini juga hanya tersedia enam meja saja dan tempat duduk yang di gunakan juga bukan kursi seperti yang ada di lantai bawah, melainkan menggunakan sofa yang empuk dan sudah di pastikan di lantai dua ini tidak sesumpek di lantai satu. Maklum saja Resto Music ini adalah restoran yang bergaya seperti kafe-kafe yang menyuguhkan life music jadi sudah pasti di lantai bawah akan di padati oleh anak muda.


Makanan dan minuman sudah Nara dan Rangga pesan.


"Gimana kamu suka gak tempatnya?" tanya Rangga.


"Lumayan." jawab Nara sambil menikmati musik dari band yang panggungnya ada di seberang tempat mereka.


Rangga tersenyum melihat Nara yang nampak menikmati musik.


Mudah-mudahan hati Nara luluh. Gumam Rangga dalam hati.


Lima belas menit kemudian, makanan dan minuman yang Nara dan Rangga pesan pun datang.


Sambil menikmati makanan dan minuman yang mereka pesan, Nara dan Rangga sambil menikmati lagu-lagu yang dibawakan pemain band. Nara sama sekali tidak berinteraksi dengan Rangga, jangankan berinteraksi, menoleh kearah Rangga pun tidak.


Makanan yang dipiring Rangga pun tandas.


"Aku ke toilet sebentar yah." izin Rangga.


"Hemh..." jawab Nara tanpa menoleh kearah Rangga.


Rangga pun berdiri dari duduknya. Tanpa Nara ketahui kalau Rangga bukannya mau pergi ke toilet, melainkan pergi ke belakang panggung untuk menyiapkan kejutan untuk Nara.


Jadi uang yang Rangga keluarkan bukan hanya untuk reservasi tempat di lantai dua, melainkan juga untuk memberi kejutan untuk Nara dengan mempersembahkan dua buah lagu.

__ADS_1


Jreng...


Lagu yang dibawakan pemain band pun berakhir dan tiba-tiba semua lampu di Resto Music padam dan hanya lampu di panggung saja yang menyala.


Jreng... Duk duk... Jreng... Duk duk...


Intro sebuah lagu pun dimainkan.


Kau menyisakan tangis,


Pertengkaran semalam,


Diantara kita...


Maaf dari band Jikustik pun Rangga nyanyikan sambil bermain gitar.


Melihat Rangga ada di panggung dan sedang bernyanyi jelas saja Nara terkejut.


Dalam hatiku bergetar


Waktu ku tau


Kau terluka karena aku


Buatmu menangis


Buatmu bersedih


Ingin ku memelukmu


Dan ucapkan maaf...

__ADS_1


...


Maafkan aku


(Buatmu menangis, buatmu bersedih)


Maafkan aku


(Buatmu menangis, buatmu bersedih)


Maafkan aku...


Rangga pun selesai menyanyikan satu lagu permintaan maafnya untuk Nara.


"Lagu tadi saya persembahkan untuk istri saya yang sedang merasa kecewa dengan saya." ucap Rangga.


Huuuuuh....


Para pengunjung pun langsung bersorak mendengar pengakuan Rangga.


"Untuk istri ku tersayang, aku tahu aku telah membuat kesalahan yang sangat fatal. Aku tahu saat ini kamu sangat kecewa dengan ku dan menjadi tidak percaya dengan ku. Aku hanyalah manusia yang tidak luput dari kesalahan, tapi aku juga manusia yang bisa berpikir dan belajar dari kesalahan yang aku buat. Aku berjanji akan memperbaiki diriku agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dan menjadi suami yang lebih baik lagi untuk mu. Istriku, Kinara Deswita, aku mohon maafkan aku, aku sangat mencintai mu." ucap Rangga.


Jreng...


Rangga pun kembali memainkan gitarnya untuk memulai lagu keduanya.


Please Forgive Me dari Bryan Adams pun Rangga mainkan dan Rangga persembahkan untuk Nara.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2