
Di dalam kamar mandi, Nara langsung mencuci mukanya di wastafel.
"Ternyata aku masih belum bisa melupakan semua itu." lirih Nara.
Setelah hampir sepuluh menit berada di dalam kamar mandi, Nara pun keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan mendekati ranjang dimana Rangga sudah dalam posisi duduk disana.
"Kamu tadi kenapa Ra? Lagi dateng bulan?" tanya Rangga saat Nara berjalan mendekati ranjang.
Nara diam. Setelah berada di dekat ranjang, Nara duduk di tepi ranjang terlebih dahulu, setelah itu barulah dia menjawab pertanyaan Rangga.
"Aku belum bisa melupakan video kamu sama perempuan itu Mas." jawab Nara.
Rangga menghela nafasnya kasar.
"Maafin aku Ra. Maaf udah buat kamu terus-terus mengingat hal menjijikkan itu." balas Rangga merasa bersalah.
Nara diam.
"Aku akan pesan kamar satu lagi kalau begitu biar kamu lebih nyaman untuk sendiri." ucap Rangga.
"Gak usah Mas, kalau kita pisah kamar, gimana aku mau lihat kondisi kamu." tolak Nara.
"Ya udah, aku minta ganti kamar lain kalau gitu yang double bed. Biar kamu nyaman." jawab Rangga.
Nara menganggukkan kepalanya setuju dengan ide Rangga.
Dan akhirnya mereka pun pindah kamar ke kamar yang sedikit lebih besar dari kamar yang Rangga pesan pertama. Dengan double bed dan satu single sofa dan long sofa.
Sambil menunggu malam tiba, Nara memilih untuk mempelajari tentang bisnis Rangga, sedangkan Rangga sendiri berhubung badannya masih menggigil, Rangga hanya berbaring diatas ranjang.
Sepanjang hari itu mood Nara benar-benar buruk. Rangga yang tahu mood Nara sedang buruk tidak mau banyak merepoti dan mengajak Nara bicara.
__ADS_1
💋💋💋
Keesokan harinya.
Pukul 08.00
Pagi ini saat Nara bangun, Nara tidak mendapati Rangga ada diranjangnya.
"Kemana Mas Rangga sepagi ini?" gumam Nara.
Nara pun mengambil ponselnya yang ada nakas untuk menghubungi Rangga. Tapi sebelum ia menghubungi Rangga, ternyata Rangga sudah ada pesan dari Rangga dari satu jam yang lalu.
[Rangga] : Aku keluar joging dulu habis itu lanjut nge-gym di tempat gym di bawah. Kalau kamu lapar, hubungi aku biar aku bawakan sarapan untuk kamu.
Begitu lah isi pesan Rangga untuk Nara.
Setelah membaca pesan dari Rangga, tanpa membalas pesan dari Rangga, Nara kembali meletakkan ponselnya di nakas, kemudian turun dari ranjang dan berjalan menuju balkon.
Nara pun beranjak dari balkon dan langsung menuju kamar mandi.
Setengah jam kemudian.
Kini Nara sudah siap berjalan-jalan sendiri. Tanpa memberi tahu Rangga, Nara pun keluar dari dalam kamar.
Sedangkan di tempat gym, salah satu fasilitas yang di miliki hotel tempat Rangga dan Nara menginap, Rangga bolak-balik memeriksa ponselnya untuk mengecek apakah ada pesan masuk dari Nara. Tapi sayangnya sampai sekarang jam sudah menunjukkan pukul sembilan lewat, Nara belum mengirimkan pesan apa-apa padanya.
"Apa mood nya masih buruk? Atau Nara masih tidur? Tapi kalau masih tidur kayaknya gak mungkin lah." gumam Rangga.
"Okelah kita tunggu sampe jam sepuluh. Kalau dia belum ngirim pesan juga, baru kita balik ke kamar.
Sebisa mungkin selama mood Nara sedang buruk, Rangga tidak menampakkan batang hidungnya di hadapan Nara, takutnya hati Nara yang sudah sedikit melunak jadi mengeras kembali karena amarahnya pada Rangga yang kembali menggebu-gebu.
__ADS_1
Pukul 10.00
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh, karena sampai jam segitu Nara juga belum mengiriminya pesan, Rangga memutuskan untuk langsung kembali ke kamar dengan beberapa makanan yang ia bawa.
Namun sesampainya di kamar ia tidak menemukan Nara di ruang tidur.
"Ra... Nara..." panggil Rangga sambil mencari Nara di kamar mandi dan balkon.
Rangga mencoba menghubungi Nara tapi sayangnya ponsel Nara tidak aktif.
Rangga yang khawatir cepat-cepat membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum keluar dari kamar untuk mencari Nara.
Sementara yang sedang dicari-cari saat ini malah sedang asyik menikmati kesendiriannya dengan berjalan-jalan ke tempat-tempat wisata yang terkenal di Singapura.
Nara juga sengaja mematikan ponselnya agar Rangga tidak dapat melacak keberadaannya. Hari ini Nara benar-benar ingin sendiri dan berharap dengan jalan-jalan sendirian ke tempat-tempat yang indah bisa membantu Nara benar-benar melupakan semua masalah rumah tangganya dengan Rangga.
Sekalian Nara juga ingin menemukan jawaban apa yang sebenarnya hati Nara inginkan untuk rumah tangganya.
💋💋💋
**Bersambung...
Mampir juga yuk ke karya temen othor ini.
Karya : Miss Nath
Judul : Kekasih Rahasia Sang Selebgram.
Ceritanya bagus kok, percaya deh**.
__ADS_1