
Pukul 20.00
Setelah selesai makan malam di resto hotel, Rangga dan Nara kembali naik ke kamar mereka.
"Aku liat kerjaan dulu yah, kalau kamu mau tidur, tidur aja duluan." ucap Rangga sesampainya mereka di dalam kamar.
"Hemh... kamu juga jangan lama-lama periksa kerjaannya, inget besok jam sepuluh jadwal terapi kamu." jawab Nara.
"Iya Sayang." balas Rangga.
Rangga pun mengambil tabletnya dan membawanya ke balkon dan memeriksa pekerjaannya disana. Sedangkan Nara, ia masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Saat sedang mencuci wajahnya, tiba-tiba Nara teringat kalau tadi ia membeli lingerie.
"Apa aku pake aja yah lingerie yang aku beli tadi?" gumam Nara.
Setelah beberapa menit berpikir, akhirnya Nara pun memutuskan untuk memakai lingerie yang tadi ia beli.
"Oke, aku coba sekali lagi. Siapa tau kali ini aku bisa melupakan masalah rumah tangga kami." gumam Nara mantap.
Nara pun keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju lemari tempat ia menyimpan papper bag yang berisi lingerie yang tadi ia beli.
Lingeri berwarna merah pun sudah di tangan Nara, setelah itu cepat-cepat Nara berjalan menuju kamar mandi untuk memakai lingerie yang menurut Nara sangat unik itu. Karena tali lingerie itu berbentuk pita dan di bagian dada juga berbentuk pita, jadi cukup sekali tarik di bagian dada, menyembul lah gunung syusyu. Atau kalau mau langsung membuat Nara polos, tinggal menarik pita yang di bahu sudah di pastikan lingerie auto melorot.
Setelah memakai lingerie-nya, Nara pun keluar dari kamar mandi dan berjalan ke meja rias sambil melirik Rangga yang sedang serius dengan tablet di tangannya.
Sesampainya di meja rias, Nara memakai bedaknya tipis lalu memoleskan liptint beraroma strawberry dan tak lupa menyemprotkan parfum pembangkit gairah kelaki-lakian.
__ADS_1
Merasa penampilannya sudah sangat menarik, Nara pun memanggil Rangga.
"Mas..." panggil Nara.
"Iya." jawab Rangga.
"Sini dulu deh." ucap Nara.
Rangga pun beranjak dari balkon dengan membawa tabletnya.
"Kenapa?" tanya Rangga sambil berjalan menuju ruang tidur, ia belum melihat penampilan Nara. Namun sesampainya di di ruang tidur dan melihat Nara berdiri di depan meja rias, mata Rangga langsung melongo, mulutnya juga menganga lebar. Rangga juga menelan ludahnya susah payah melihat penampilan Nara.
"Mau gak?" tanya Nara dengan gaya yang erotis.
Tak perlu di tanya lagi bagaimana reaksi Rangga. Rangga langsung meletakkan tabletnya di meja lalu berjalan dengan langkah panjang mendekati Nara lalu menarik pinggang Nara.
Nara menganggukkan kepalanya.
"Kita coba sekali lagi yuk." ucap Nara.
Rangga tersenyum tipis lalu menarik tengkuk Nara dan mencium bibir Nara dengan sangat rakus. Begitu juga dengan Nara, ia tak kalah rakus membalas ciuman dari Rangga.
Tangan Rangga yang sangat aktif juga langsung menarik pita yang ada di dada Nara dan menyembul lah gunung syusyu Nara.
Rangga menurunkan ciumannya ke leher Nara sambil tangannya meremas gunung syusyu dan memilin puncak gunung syusyu.
"Sssh... aaah... Mas." des.ahan-des.ahan seksi tak henti-hentinya keluar dari mulut Nara saat Rangga memberi sengatan kenikmatan di tubuhnya.
__ADS_1
Puas menciumi leher Nara, Rangga menurunkan ciumannya ke gunung syusyu Nara. Dengan sangat lahap Rangga menyedot dan memilin puncak gunung syusyu Nara.
Rangga berhenti sejenak menyusu dan perlahan mendorong tubuh Nara ke meja rias lalu mendudukkan Nara disana kemudian melanjutkan menyusu di gunung syusyu Nara.
Nara tidak mau kalah, ia tidak mau hanya Rangga yang membuatnya mendes.ah, ia juga harus membuat Rangga mendes.ah dan menggelinjang.
Nara menarik kepala Rangga dari dada-nya.
"Kenapa? Apa masih belum bisa?" tanya Rangga kaget saat Nara menarik kepalanya.
Nara tidak menjawab dan malah turun dari meja rias lalu membalikkan posisi mereka. Kini Rangga yang bersandar di meja rias.
Nara menatap Rangga penuh gairah sambil tangannya membuka kemeja semi formal yang masih menempel di tubuh Rangga.
Rangga hanya membalas tatapan Nara dengan tatapan tak kalah bergairah tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.
Setelah berhasil melepas kemeja semi formal Rangga, Nara membuang begitu saja kemeja itu ke sembarang arah lalu menarik tangan Rangga dan menciumi tangan Rangga kemudian memasukkan jari telunjuk Rangga ke dalam mulutnya sambil matanya tidak berpaling menatap mata Rangga.
Rangga tersenyum tipis melihat Nara yang tiba-tiba agresif.
Setelah memainkan jari telunjuk Rangga di dalam mulutnya, barulah Nara mencium bibir Rangga dengan rakus dan Rangga pun membalas ciuman Nara tak kalah rakus sambil tangannya memainkan gunung syusyu Nara yang kenyal.
Setelah beberapa menit berciuman panas dan bergairah, Nara melepas tautan bibir mereka dan beralih memberi sengatan-sengatan kenikmatan di leher Rangga lalu dada Rangga dan memainkan biji pepaya jantan milik Rangga.
Sama seperti Nara saat Rangga memberi sengatan di tubuhnya, Rangga juga mengeluarkan suara-suara seksi nan erotisnya saat Nara memberi sengatan di tubuh Rangga.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...