Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku

Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku
DLHS 34


__ADS_3

"Ponsel siapa ini?" gumam Nara.


Karena penasaran Nara pun membuka ponsel itu yang ternyata tidak menggunakan kunci layar. Mata Nara langsung membulat lebar kala melihat layar depan ponsel itu karena layar itu menampilkan foto dirinya.


"Kok foto aku? Apa ini hape Mas Rangga?" gumam Nara.


Nara pun membuka notifikasi panggilan tak terjawab yang di tampilkan di layar.


Mama. Itulah nama yang tertera.


Nara pun melihat nomor yang bernama Mama itu dan ternyata benar itu nomor Mama Rena.


"Beneran ini hape Mas Rangga. Jadi Mas Rangga punya dua hape? Kok dia gak pernah ngasih tau aku?" gumam Nara.


Nara pun makin penasaran dan dia pun mengecek aplikasi yang lain. Di galeri tidak ada foto apapun kecuali foto Nara yang di jadikan foto beranda, di aplikasi pesan juga tidak ada pesan masuk atau pesan keluar, begitupun di aplikasi WhatsApp, juga tidak ada pesan apapun tapi saat membuka histori panggilan WhatsApp, Nara menemukan hanya ada satu nomor yaitu nomor atas nama Erika.


"Erika? Apa maksudnya Erika Diana?" gumam Nara.


Nara pun membuka buku telepon dan hanya ada dua nomor yang tersimpan di ponsel itu yaitu hanya nomor Mama Rena dan Erika.


Rahang Nara mengeras.


"Ada yang gak beres ini." gumam Nara.


Nara pun menyimpan nomor WhatsApp itu lalu menyimpan kembali ponsel itu di tempatnya. Bukan hanya nomor WhatsApp Rangga, nomor atas nama Erika pun Nara simpan.


Setelah itu Nara membuka kembali aplikasi pelacak untuk melihat lokasi Rangga dan terlihat posisi Rangga masih berada di kantor. Nara pun mulai curiga dengan posisi itu. Nara pun menyalakan mesin mobil lalu melajukan mobil Ferarri itu keluar dari rumah, tujuannya adalah kantor Rangga.


💋💋💋

__ADS_1


Kantor Rangga.


Kini Nara sudah berada di kantor Rangga. Benar kecurigaan Nara kalau kantor itu sudah gelap baik di lantai satu maupun lantai dua termasuk lampu di ruang kerja Rangga.


Nara pun keluar dari mobil. Saat Nara keluar dari mobil, seorang satpam pun menghampiri Nara.


"Selamat malam Bu Nara." sapa satpam itu.


"Selamat malam Pak. Pak Rangga ada gak di kantor?" tanya Nara.


"Pak Rangga? Saya gak lihat Pak Rangga, Bu sejak sore tadi. Kebetulan saya dapet sift dua hari ini." jawab si satpam.


"Tapi saya cek lokasi-nya disini kok Pak. Coba buka pintu-nya saya mau cek ruang kerja-nya, saya takut suami saya kenapa-kenapa di ruang kerja-nya tapi gak ada yang ngeh." jawab Nara.


"Baik Bu, baik Bu." balas si satpam.


Satpam pun membawa Nara melalui pintu belakang. Begitu pintu terbuka dan si satpam menyalakan semua lampu di lantai bawah, Nara pun langsung berlari ke lantai dua dimana ruang kerja Rangga berada.


"Tuh kan bener Mas Rangga gak ada disini!" lirih Nara.


Nara pun mencari ponsel Rangga di ruang kerja itu dan di dapatlah ponsel itu berada di laci paling bawah meja kerja Rangga.


Rahang Nara mengeras dan nafasnya memburu karena sudah dibodohi suami-nya.


"Kayaknya kamu mulai main-main di belakang aku yah Mas, makanya sampe kamu bodoh-bodohin aku dengan cara ini!" geram Nara.


Nara pun mengecek ponsel suami-nya itu. Semua aplikasi yang ada di ponsel itu Nara cek. Dan Nara melihat ada satu nomor tak dikenal yang Rangga blokir. Nara pun menyamakan nomor yang Rangga blokir itu dengan nomor atas nama Erika yang tadi Nara ambil dari hape kedua Rangga. Dan ternyata itu nomor Erika.


"Sekarang aku paham, hape yang kedua tadi khusus untuk kamu berkomunikasi dengan perempuan yang bernama Erika kan Mas! Jadi gini cara kamu bermain di belakang aku! Oke, aku imbangi permainan kalian! Jangan harap kalian bisa lolos dari ku!" geram Nara.

__ADS_1


Nara pun memasukkan kembali ponsel Rangga kedalam laci. Ia sengaja tak mengambil ponsel itu dan memilih untuk pura-pura tidak tahu sementara waktu sambil dirinya mencari sendiri bukti tentang hubungan Rangga dan Erika.


Setelah itu, Nara pun keluar dari ruang kerja Rangga dan menghampiri satpam yang berjaga di depan ruang kerja Rangga.


"Pak, asistennya Pak Rangga yang namanya Riri sering ikut Pak Rangga yah kemana?" tanya Nara.


"Riri? Setau saya asistennya Pak Rangga cuma Pak Ricky, Pak Enos sama Pak Baim, gak ada yang namanya Riri." jawab si satpam.


Nara mengernyitkan keningnya dalam-dalam. Satu petunjuk lagi Nara dapatkan dari pengakuan si satpam.


"Kalau SPG ada yang namanya Riri?" tanya Nara.


"Gak ada Bu, yang ada namanya Astri sama Sari." jawab si satpam.


"Oh... berarti bukan di showroom yang ini, tapi di showroom yang lain." balas Nara.


"Ya udah yuk Pak keluar." ajak Nara.


"Terus Pak Rangga-nya gimana, Bu?" tanya si satpam.


"Oh... Pak Rangga ternyata ada di rumah Mama mertua saya, saya baru buka pesan dan hape-nya Pak Rangga ketinggalan disini." jawab Nara.


"Oh..." Si satpam hanya membulatkan mulutnya.


Nara dan satpam pun turun ke lantai bawah.


"Oh iya Pak, jangan bilang sama Pak Rangga yah kalau malam ini saya kesini." ucap Nara sambil mereka menuruni anak tangga.


"Siap Bu." balas si satpam.

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2