
Setelah pemeriksaan kandungan, Rangga dan Erika pun keluar dari rumah sakit dan pulang Gading Apartemen.
Nara tidak berhenti sampai di rumah sakit saja, ia terus mengikuti Rangga dan Erika dengan menggunakan ojek konvensional untuk membuntuti Rangga. Kenapa menggunakan ojek? Agar bisa sat set sat set dan tidak kehilangan jejak karena macet. Karena saat ini Rangga mematikan ponselnya, baik ponsel utama maupun ponsel keduanya.
Gading Apartemen.
Dan sampailah mobil Rangga di depan pintu lobi apartemen.
"Aku gak nganter sampe sini aja." ucap Rangga.
"Kok gitu Mas? Kamu gak mau ngelus anak kamu dulu? Atau jenguk anak kamu lagi kayak waktu itu? Anak kamu seneng banget loh Mas di jenguk sama kamu waktu itu."
Rangga tidak menjawab, ia hanya diam dan mengeraskan rahangnya.
"Mas Rangga..." panggil Erika sambil menyentuh tangan Rangga.
Dengan cepat Rangga langsung menepis tangan Erika.
"Cepet turun, jangan buat kesabaran aku hilang!" perintah Rangga tegas.
__ADS_1
"Kamu masih marah yah sama aku?" tanya Erika dengan wajah yang ia buat memelas.
"Menurut kamu? Apa kamu pikir aku senang di jebak seperti itu? Kamu jahat Erika! Kamu melanggar perjanjian kita!" jawab Rangga.
"Tapi aku ngelakuin itu kan karena anak kita yang mau Mas. Kamu gak pernah jengukin anak kamu, mungkin itu alasannya anak kita sering protes di dalam sana. Buktinya setelah kamu jenguk anak kamu waktu itu, perut aku jarang kejang, badan aku juga rasanya ringan." balas Erika.
"Udah dong Mas, jangan marah terus. Kamu gak inget yang di bilang dokter tadi, kamu jangan buat mood aku rusak biar anak kita didalam sini happy terus. Kalau kamu marah kayak gini, ini sama aja buat mood aku rusak, Mas." rayu Erika.
Rangga menghela nafasnya kasar. Ia pun mengalah.
"Oke aku maafin kamu. Dan aku harap kamu gak usah menjebak aku dengan cara murahan seperti itu lagi, paham kamu!" ucap Rangga.
"Jadi Mas Rangga mau kan singgah di apartemen? Sebentar aja Mas, please, anak kamu udah dua Minggu gak ngeliat kamu, dia masih kangen banget sama kamu, Mas. Yah Mas... Please." rayu Erika.
"Oke, tapi aku gak bisa lama karena aku harus jemput istri aku." jawab Rangga.
"Iya Mas." balas Erika.
"Ya udah kamu turun dulu, aku parkir mobil dulu." ucap Rangga.
__ADS_1
Erika pun turun dari dalam mobil dan menunggu Rangga di pintu mobil. Setelah Eria turun, Rangga pun memarkirkan mobilnya dan setelah memarkirkan mobil, Rangga pun menghampiri Erika di pintu lobi.
Erika dan Rangga pun berjalan bersama menuju lift.
Melihat Rangga dan Erika sudah masuk ke dalam apartemen, Nara yang sejak tadi mengintip dari tempat lain, langsung berlari memasuki gedung. Saat Nara sudah berada di dalam gedung, Nara melihat Rangga dan Erika sudah masuk kedalam lift. Nara pun berlari ke lift untuk melihat di lantai yang Rangga dan Erika tuju.
Setelah mengetahui lantai tujuan Rangga dan Erika, cepat-cepat Nara berlari ke lift yang lain untuk mengejar Rangga dan Erika. Nara harus tau di unit mana apartemen Erika.
Dan untungnya saat Nara sampai di lantai itu, Erika dan Rangga masih berdiri di depan pintu unit apartemen. Nara tidak langsung menyeruduk Rangga dan Erika, Nara membiarkan Rangga dan Erika masuk terlebih dulu. Kenapa tidak langsung menyeruduk mereka? Karena pasti Rangga dan Erika punya jawaban untuk ngeles. Kalau Nara membiarkan beberapa saat terlebih dulu, kemungkinan di dalam Rangga dan Erika akan melakukan hubungan badan, saat itulah Nara akan memergoki Rangga dan Erika dan Rangga tidak akan bisa lagi mengeles.
Sambil menunggu waktu berjalan, Nara pun turun ke bawah, rencananya, ia akan meminta tolong pada pihak pengelola apartemen dan membawa beberapa orang bersamanya untuk membantu membuka paksa unit apartemen Erika karena Nara ingin memergoki Rangga yang dalam keadaan tidak senonoh. Tapi rencananya itu berubah, karena Nara masih punya hati nurani dan tidak ingin suaminya itu viral di sosial media karena kepergok sedang selingkuh.
Saat sedang berpikir bagaimana caranya agar dirinya bisa memergoki suaminya selingkuh, tak sengaja Nara melihat kurir pengantar makanan memasuki lobi.
Nara pun menghampiri kurir itu dan meminta bantuan pada kurir itu untuk berpura-pura mengantarkan makanan ke unit Erika. Awalnya si kurir tidak mau tapi karena Nara menyogok dengan uang lima ratus ribu, si kurir pun akhirnya mau melakukan tugas dari Nara.
Nara dan si kurir itu pun pergi bersama-sama ke lantai dimana unit apartemen Erika berada.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...