Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku

Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku
DLHS 38


__ADS_3

Setelah tenang, Nara pun keluar dari kamar mandi dan kembali ke meja kerjanya. Nara pun membuka lagi ponselnya untuk mengecek pesan masuk di WhatsApp Rangga. Dan kali ini Rangga mengirim pesan untuk Mama Rena.


[Rangga] : Ma, Rangga ada kirim uang lima belas juta untuk Erika, tolong transfer yah Ma dan tolong besok lusa temenin Erika periksa bulanan, Rangga sibuk.


[Mama] : Kenapa kamu kirim uang lagi buat perempuan itu? Kalau Nara tau gimana?


[Rangga] : Bulan ini kan Rangga belum ada transfer uang untuk Mama jadi dia gak bakalan curiga. Nanti uang bulanan Mama, Rangga langsung kasih kontan. Nanti pulang Nara kerja, Rangga sama Nara mau kerumah Mama, nanti Rangga kasih disana.


[Mama] : Terserah kamu aja.


Itulah isi percakapan Mama Rena dan Rangga.


Membaca pesan itu, Nara tak lagi menangis. Hatinya sudah lebih kuat sekarang. Yang ada di pikiran Nara sekarang bagaimana caranya agar Nara bisa menangkap basah Rangga dan Erika.


💋💋💋


Dua hari kemudian.


Hari ini adalah jadwal pemeriksaan kandungan Erika. Seperti yang Rangga katakan dua hari yang lalu kalau hari Mama Rena lah yang akan menemani Erika.

__ADS_1


Nara yang tau hal itu pun sengaja mengajak Mama Rena belanja dan kesalon karena kebetulan hari ini adalah hari Sabtu. Jelas Mama Rena tidak bisa menolak ajakan Nara bukan karena Mama Rena matre tapi karena Mama Rena sudah terlanjur bilang kalau hari Sabtu Mama Rena tidak punya kegiatan.


Karena Mama Rena tidak bisa menemani Erika dan harus menemani Nara, mau tidak mau Rangga lah yang menemani Erika pemeriksaan bulanan.


Mall.


Setelah berbelanja, Nara pun mengajak Mama Rena pergi ke salon langganan mereka.


Disalon Nara meminta perawatan seluruh tubuh. Mulai dari rambut, wajah, badan, tangan dan kaki. Sedangkan Nara, dia hanya perawatan rambut saja. Gunanya apa? Karena Nara ingin Mama Rena menghabiskan waktu berlama-lama di salon, jadi nanti selagi Mama Rena melakukan perawatan, Nara akan menyusul Rangga yang Nara ketahui kalau jam kontrol Erika jam tiga siang. Nara sudah memperhitungkan semua waktunya.


Pukul 14.30


"Ma, Nara ke supermarket dulu yah, ada yang Nara lupa beli, Nara juga lupa lagi beli kaos kaki untuk Mas Rangga, kaos kaki Mas Rangga udah banyak yang belel." izin Nara pada Mama Rena yang sedang di massage.


"Oke." jawab Mama Rena.


Nara pun keluar dari bilik perawatan Mama Rena lalu bicara pada terapisnya untuk lama-lama melakukan treatment pada Mama Rena dan tak lupa Mama Rena membayar tagihan perawatan hari ini terlebih dahulu sebelum Nara keluar karena Nara yakin tidak akan kembali ke salon itu lagi.


Setelah menyelesaikan administrasi, Nara pun keluar dari salon dan cepat-cepat memesan taksi online karena mereka pergi ke mall dengan menggunakan mobil Mama Rena.

__ADS_1


Dan disinilah Nara sekarang, di taksi online yang akan membawa Nara ke rumah sakit tempat Erika akan melakukan pemeriksaan. Sebelumnya Nara melacak terlebih dulu posisi Rangga dan Nara melihat sekarang posisi Rangga sudah ada di rumah sakit itu.


Lima belas menit kemudian, Nara pun sampai juga di rumah sakit. Begitu turun dari taksi, dengan langkah panjangnya Nara berjalan memasuki gedung rumah sakit dan langsung pergi ke poli kandungan.


Sesampainya di poli kandungan, mata Nara membulat lebar melihat sosok Erika.


"Riri?" lirih Nara saat melihat perempuan yang pernah berkenalan dengannya sebagai asisten Rangga ternyata adalah Erika.


Kaki Nara benar-benar lemas sekarang, tapi Nara memaksakan diri harus kuat. Ingin sekali rasanya Nara menghampiri suaminya dan Erika lalu menjambak-jambak Erika, tapi keinginan yang menggebu-gebu itu Nara tahan, ia harus tetap elegan demi mengumpulkan bukti-bukti perselingkuhan suaminya. Lagi pula sekarang Nara ada dirumah sakit, Nara tidak mau mencemarkan nama baiknya dengan membuat kegaduhan di rumah sakit, walau sedang dalam keadaan yang sangat emosi, Nara harus tetap elegan.


Yang Nara lakukan hanya mengambil beberapa foto untuk di jadikan barang bukti perselingkuhan Rangga dan Erika.


Setelah Rangga dan Erika masuk, Nara pun pergi ke meja pendaftaran sekaligus meja pemeriksaan tensi dan berat badan ibu hamil. Disitu Nara menanyakan pada bidan siapa nama suami Erika dan betapa terkejutnya Nara kalau di data mereka nama suami Erika adalah nama Rangga. Selain itu Nara juga bertanya sudah berapa bulan kandungan Erika dan dari data yang tertera kandungan Erika sudah memasuki minggu ke dua puluh.


Semua pertanyaan yang Nara lontarkan dan jawaban si bidan, diam-diam Nara rekam. Setelah mendapat informasi yang Nara inginkan, Nara pun cepat-cepat pergi ke toilet. Ia sudah tidak tahan untuk menumpahkan air matanya yang sejak tadi ia tahan.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2