
Pukul 12.00
Jam istirahat pun tiba. Bank pun ditutup sementara sampai jam dua siang.
Baru saja Nara dan para karyawan yang ada di lantai dua hendak turun, tiba-tiba Rangga muncul tapi kemunculan Rangga bukan sendiri, melainkan bersama dengan Pak Ikhsan sambil membawa plastik yang berisi makan siang untuk Nara dan karyawan yang lain. Bukan hanya karyawan yang ada di bagian kredit tapi karyawan yang ada di lantai bawah juga Rangga bagikan makan siang.
"Hari ini makan siang saya yang traktir. Saya juga sudah pesan minuman, mungkin sebentar lagi juga datang." ucap Rangga lalu membagikan kotak-kotak makan siang bersama dengan Pak Ikhsan.
Nara hanya mematung dimeja kerjanya sambil matanya terus mengintai Rangga.
Setelah semua makan siang Rangga bagikan, barulah Rangga menghampiri Nara.
"Ini buat kamu Sayang." ucap Rangga sambil meletakkan kotak makan siang ke meja kerja Nara.
"Maksud kamu apa sih Mas kayak gini! Bikin malu tau gak!" protes Nara dengan suara berbisik.
"Ini bentuk perhatian aku sama kamu Sayang." jawab Rangga.
"Tapi-"
"Sst... kita kan udah sepakat kamu gak boleh nolak perhatian yang aku berikan." potong Nara.
"Udah ayo makan, sini biar aku suapin." ucap Rangga lagi.
"Gak usah! Aku bis amalan sendiri!" tolak Nara langsung menarik kotak makan siangnya.
"Udah sana kamu pulang, ngapain sih disini, lihat tuh gara-gara kamu yang lainnya jadi ngegosip!"
"Selagi gosipnya positif yah gak pa-pa lah Sayang." balas Rangga.
"Cih mereka gak tau aja kalau kamu tukang selingkuh!" decih Nara.
"Jangan bilang gitu dong, seolah-olah aku sering selingkuhin kamu. Aku kan di jebak Sayang." balas Rangga.
Nara langsung memberi tatapan tajam pada Rangga.
__ADS_1
"Stop bilang kamu di jebak! Dijebak tapi masih sering nemuin gundik kamu itu, masukin data dirumah sakit kamu sebagai suaminya lagi! Apa itu yang namanya di jebak!" balas Nara.
"Iya, iya, iya, aku salah, maaf." balas Rangga.
"Udah cepet makan." kata Rangga lagi.
Nara pun mulai menyendokkan makan siangnya ke mulutnya sedangkan Rangga matanya tak henti menatap Nara yang sedang makan.
Tidak usah ditanya lagi bagaimana karyawan yang lainnya saat melihat Nara dan Rangga. Mereka pikir Rangga dan Nara sedang uwu-uwu'an padahal sedang perang dingin.
💋💋💋
Pukul 18.00
Jam operasional bank sudah tutup dari tiga jam yang lalu, tapi para karyawan bank tentu belum pulang karena mereka masih harus memberikan laporan.
"Sore Pak Anwar." sapa Rangga pada satpam yang berjaga di sore hari.
"Sore juga Pak Rangga." balas Pak Anwar.
"Kayaknya Bu Nara masih sibuk bikin laporan diatas Pak." ucap Pak Anwar.
"Iya saya tau Pak" balas Rangga.
"Langsung masuk aja Pak kedalam." ucap Pak Anwar.
"Gak usah saya nunggu disini aja." balas Rangga.
Sambil menunggu Nara, Rangga pun mengobrol dengan Pak Anwar.
Satu setengah jam kemudian.
Setelah menunggu satu setengah jam lamanya akhirnya yang ditunggu-tunggu pun keluar dari dalam bank.
Melihat Rangga sudah ada halaman bank, Nara langsung menghela nafasnya kasar.
__ADS_1
Huh... mau apa lagi sih dia?! gerutu Nara dalam hati.
Seolah tak melihat Rangga, Nara pun berjalan menuju parkiran.
"Loh mobil aku mana?" lirih Nara karena ia tidak melihat mobilnya di parkiran.
"Mobil kamu udah di bawa pulang sama supir Ahmad ke rumah." ucap Rangga dari belakang Nara.
Sontak Nara pun membalikkan tubuhnya berhadapan dengan Rangga.
"Siapa yang suruh?" tanya Nara dengan tatapan kesal.
"Aku." jawab Rangga dengan senyum sumringah.
"Kok-"
"Ngomelnya nanti aja, sekarang kamu ikut aku, aku udah reservasi tempat VIP di Resto Music." potong Rangga sambil menarik tangan Nara menuju mobilnya.
"Yang nyuruh kamu reservasi tempat disitu siapa! Aku gak mau, aku mau pulang! Aku capek!" omel Nara.
"Makan sambil dengerin live music pasti nanti capek kamu hilang." balas Rangga.
"Tapi aku gak mau, aku mau makan dirumah aja!" tolak Nara.
"Please Sayang jangan tolak perhatian aku, kita kan udah sepakat. Aku udah ngeluarin uang banyak buat reservasi tempat VIP dilantai dua-nya, masa kamu gak mau ikut sama aku." mohon Rangga dengan tatapan memelas.
Nara menghela nafasnya kasar.
"Ya udah, tapi ini terakhir kali yah kamu kayak gini! Besok-besok kalau mau mesen tempat itu tanya dulu sama aku! Paham kamu!" balas Nara.
Rangga hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis. Akhirnya Nara mau juga ikut dengannya.
💋💋💋
Bersambung...
__ADS_1