Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku

Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku
DLHS 78


__ADS_3

Singapura.


Kini Rangga dan Nara sudah di Singapura.


Sesampainya di Singapura, mereka langsung ke hotel untuk menyimpan koper mereka terlebih dulu setelah itu baru ke rumah sakit.


Sesuai permintaan Nara yang menyuruh Rangga memesan satu kamar dan dengan single bed. Di dalam kamar yang Rangga pesan juga hanya ada dua single sofa, tidak ada long sofa, tujuannya apa? Hanya berjaga-jaga saja kalau Nara malah menyuruhnya tidur di sofa.


Setelah melihat kamar dan menyimpan barang-barang di kamar, Rangga dan Nara pun lanjut ke rumah sakit.


Rumah Sakit.


Setelah melakukan registrasi, Rangga pun langsung melakukan pemeriksaan umum, seperti mengecek tekanan darah, kolestrol, gula darah dan sebagainya, setelah itu barulah Rangga masuk ke ruangan dokter yang akan melakukan terapi pada Rangga.


"Udah sana masuk." ucap Nara sesampainya di depan pintu ruangan dokter.


"Kamu gak temenin aku masuk?" tanya Rangga.


"Gak, aku temenin kamu sampe disini aja." jawab Nara.


"Temenin lah Ra, please." mohon Rangga.


Nara menghela nafasnya kasar.


"Ya udah ayo." jawab Nara.


Tok... Tok... Ceklek. Nara membuka pintu ruangan dokter.


"Selamat siang dok." sapa Nara.

__ADS_1


"Siang. Tuan Rangga Wiratmaja?" tanya dokter laki-laki yang akan memberikan terapi pada Rangga.


"Iya dok." jawab Rangga.


"Langsung berbaring saja disana. Nyonya bisa duduk disana." ucap dokter Cheng.


Rangga pun berjalan menuju ranjang dan Nara berjalan menuju sofa dan dokter Cheng pun juga berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Rangga yang sudah duduk di ranjang.


"Apa terapinya langsung hari ini dok?" tanya Rangga begitu dokter Cheng ada di dekatnya.


"Iya. Kan sebelumnya sudah melakukan konsultasi, sudah di temukan titik masalahnya jadi kita langsung melakukan terapi di pertemuan pertama." jawab dokter Cheng.


Rangga hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Kalian ingin segera punya anak kan?" tanya dokter Cheng.


"Iya dok." jawab Rangga.


"Apa ada kendala lain selain masalah keturunan?" tanya dokter Cheng pada Rangga.


"Um... begini dok, apa bisa dokter menyembuhkan eja.kulasi dini saya?" tanya Rangga berbisik, ia tidak mau sampai Nara mendengarnya.


Dan untungnya saat ini Nara sedang fokus dengan ponselnya jadi dia memang tidak memperhatikan Rangga dan dokter Cheng.


"Oh... tenang saja, itu satu paket nanti. Kalau dalam tubuh kita sudah sehat, pasti durasi akan lebih lama dan yang paling penting itu sebenarnya pikiran, jadi jangan sampai stress, atau overthinking." jawab dokter Cheng.


Ooo... Rangga hanya membulatkan mulutnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


💋💋💋

__ADS_1


Dua jam kemudian.


Hari pertama terapi pun selesai.


"Besok datang lagi yah. Selama tiga hari berturut ini kita akan rutin melakukan terapi, setelah hari ketiga baru dua hari sekali sampai tiga kali. Jadi total terapi kita ada enam kali terapi." ucap dokter Cheng.


"Baik dok." jawab Rangga.


"Apa ada yang ingin ditanyakan?" tanya Dokter Cheng.


"Kalau soal makanan bagaimana dok, apa ada pantangan?" tanya Nara.


"Kalau makanan bukan hanya Tuan Rangga saja yang berpantangan, tapi sebaiknya Nyonya juga ikut berpantangan. Hindari makanan berlemak, makanan yang mengandung pengawet, minuman soda, apalagi minuman beralkohol. Perbanyak makan sayur dan buah serta makanan yang mengandung protein." jawab dokter Cheng.


"Oh... baik dok." jawab Nara.


"Adalagi?" tanya dokter Cheng.


"Mmm... kalau berhubungan suami-istri, apa kami boleh melakukannya dok?" tanya Rangga.


Dan pertanyaan Rangga langsung mendapat tatapan tajam dari Nara.


"Untuk terapi di hari pertama sampai ke tiga nanti tahan dulu yah Tuan, setelah pertemuan di hari ketiga, baru boleh." jawab dokter Cheng.


Nara tersenyum tipis mendengar jawaban dokter Cheng. Sedangkan Rangga raut wajahnya sudah masam karena harus menahan berhubungan suami-istri selama tiga hari, padahal mulai malam ini mereka sudah tidur bareng lagi dan Rangga juga sudah lama berpuasa.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2