
Kini Nara sudah berada di dalam taksi dan hendak pulang kerumah. Di dalam taksi, Nara menangis sejadi-jadinya. Hati istri mana yang tak hancur saat mengetahui suaminya punya anak dengan wanita lain sedangkan dirinya tidak bisa memberikan keturunan untuk suaminya, gara-gara itu Nara pun semakin yakin kalau dirinyalah yang memang bermasalah.
Sudah dihancurkan dengan fakta kalau Rangga bisa memiliki anak dengan wanita lain, Nara makin di hancurkan dengan video mesum suaminya dengan wanita lain ditambah lagi dengan surat perjanjian yang mengatakan kalau Rangga akan menceraikan Nara jika anak Erika lahir karena Nara tidak bisa memberikan Rangga keturunan.
Nara tidak bisa membayangkan bagaimana dirinya kalau sampai itu terjadi saat perselingkuhan Rangga belum terbongkar. Tapi untungnya sebelum Rangga menceraikan Nara, perselingkuhan Rangga dan Erika sudah terbongkar lebih dulu. Walaupun sakit mengetahui suaminya berselingkuh, setidaknya Nara lah yang akan menceraikan Rangga lebih dulu dengan alasan perselingkuhan ketimbang harus Rangga yang menceraikan Nara karena alasan Nara yang tidak bisa memberikan Rangga keturunan.
Mendengar Nara menangis, supir taksi hanya melirik Nara sesekali dari kaca spion, ini bukan pertama kalinya si supir taksi mendapat penumpang yang menangis di dalam mobilnya.
KRING...
Saat Nara belum juga selesai menata hatinya dan masih menangis sesunggukkan, tiba-tiba ponsel Nara berdering.
Nara pun mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Nara sempat berpikir kalau itu Rangga, Nara akan mereject panggilan Rangga kemudian memblokir nomor Rangga tapi ternyata yang menghubungi Mama Rena. Dipikiran Nara hanya dua kenapa Mama Rena menelpon, pertama karena Mama Rena ingin menanyakan keberadaan Nara dan kedua karena Rangga sudah menghubungi Mama Rena dan meminta bantuan Mama Rena untuk membujuk Nara.
Nara menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya kasar sebelum menggeser tombol hijau di layar ponsel-nya. Apapun alasan Mama Rena menghubunginya, Nara tetap harus memberitahu Mama Rena kalau dirinya sudah tahu perselingkuhan Rangga dan Erika.
__ADS_1
"Halo Ma." jawab Nara.
"Kamu dimana Nak, udah selesai belanjanya?" tanya Mama Rena.
Dari pertanyaan Mama Rena, Nara yakin kalau Rangga belum memberitahu Mama Rena.
"Nara baru pulang silahturahmi di Gading Apartemen, Ma." jawab Nara.
Di seberang telepon Mama Rena sempat terdiam beberapa detik.
"Iya Ma. Kenapa, kok Mama kayak terkejut gitu dengernya? Mama udah kan perselingkuhan Mas Rangga dan perempuan yang bernama Erika itu? Sama Ma, Nara juga udah tahu dan udah mengumpulkan banyak bukti perselingkuhan anak Mama dan perempuan yang sedang mengandung cucu Mama itu." ucap Nara.
"Nara, Mama bisa jelasin Nara-"
"Gak usah jelasin apa-apa Ma sama Nara, Nara gak mau pusing, Nara gak mau ribet, kalau Mama dan Mas Rangga mau ngasih penjelasan nanti aja di pengadilan. Oke Ma! Udah yah Ma, Nara tutup teleponnya." tanpa mendengar balasan dari Mama Rena, Nara langsung menutup teleponnya.
__ADS_1
💋💋💋
Rumah Rangga-Nara.
Kini Nara sudah berada di rumahnya bersama Rangga.
Begitu sampai di rumah, Nara langsung masuk kedalam ruang ganti yang ada di kamarnya bersama Rangga. Nara mengambil koper dan hendak mengemasi barang-barangnya. Namun, saat ia sedang memasukkan pakaiannya tiba-tiba Nara kepikiran kalau dirinya tidak boleh meninggalkan rumah itu, karena kalau ia meninggalkan rumah itu, bisa saja Rangga akan membawa Erika tinggal di rumah itu. Apalagi rumah itu Rangga beli atas nama Nara, jadi Nara harus mempertahankan rumah itu.
Akhirnya Nara mengembalikan lagi semua pakaian ke dalam lemari, kemudian menghubungi temannya untuk meminta alamat kantor salah satu pengacara handal dinegara itu.
Setelah mendapat alamat kantor pengacara itu, Nara pun keluar dari rumah dan pergi ke kantor pengacara itu dengan menggunakan mobilnya.
Nara harus bergerak cepat karena Nara sudah tidak sudi berlama-lama menyandang status sebagai istri Rangga, hatinya sudah terlalu sakit karena perselingkuhan Rangga.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...