Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku

Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku
DLHS 92


__ADS_3

"Kok bisa kembar empat? Anaknya siapa, hah?" tanya Tante Erna.


Para Tante yang tadinya senang karena Nara hamil kembar empat, mereka jadi ikut bertanya-tanya karena di garis keturunan keluarga Mama Rena dan keluarga almarhum suami Mama Rena tidak ada yang memiliki gen kembar.


Tapi mereka lupa kalau gen kembar bukan hanya dari gen suami tapi juga dari istri. Mereka lupa, walau Nara anak yatim piatu tapi bukan berarti Nara tidak punya keluarga dan bisa saja gen keluarga Nara yang sebenarnya memiliki gen kembar.


"Maksud Tante nanya gitu apa? Ya jelas anak Rangga lah!" jawab Rangga tak terima.


"Heh Ga! Keluarga kita gak punya gen kembar! Baik keluarga dari Mama mu atau Papa mu! Jadi anak kembar Nara itu anak siapa?!" balas Tante Erna.


"Lagian bukannya hasil pemeriksaan kamu dari Singapura bilang kalau kamu itu mandul, lah kok bisa punya anak?" kata Tante Erna lagi. Padahal sebelum-sebelumnya Tante Erna menolak percaya kalau Rangga yang bermasalah dan tetap menganggap Nara yang mandul.


Bukannya sakit hati dengan perkataan Tante Erna, Nara malah tertawa terbahak-bahak.


"Tante... Tante... Kolot banget sih jadi orangtua! Tolonglah Tante, di upgrade gitu loh otaknya, jangan stuck di pemikiran dan pengetahuan orang jaman dulu! Padahal Tante tinggal di kota besar yang notabene tekhnologi sudah maju, masa Tante gak tau sih kalau bayi kembar sekarang bisa di program jadi walaupun gak punya gen kembar delapan puluh persen bisa memiliki anak kembar dengan mengikuti program." balas Nara. Ia tidak mau mengatakan kalau kemungkinan keluarganya yang memiliki gen kembar, karena Nara sendiri juga tidak tau siapa-siapa saja keluarganya.


"Lagian kapan Nara bilang hasil pemeriksaan Mas Rangga menyatakan Mas Rangga mandul? Nara bilang, Mas Rangga yang memiliki masalah. Kalau yang namanya masalah itu belum tentu gak punya penyelesaiannya kan Tante? Nah itulah gunanya beberapa bulan yang lalu Nara dan Mas Rangga ke Singapura untuk memperbaiki masalah itu." kata Nara lagi.

__ADS_1


Tante Erna langsung kicep seketika.


"Udah lah Mbak Erna, mending Mbak Erna pulang aja sana, jangan merusak kebahagiaan di keluarga ini." ucap Mama Rena.


"Tante Erna tau kan pintu keluarnya yang mana? Atau mau Rangga anter sampe gerbang?" timpal Rangga.


Tante Erna yang sudah malu pun pergi dari ruang tengah dengan membawa kekesalan yang sudah di ubun-ubun.


"Kamu hebat Sayang." bisik Rangga.


"Ma, Nara laper. Gudeg sama ayam betutu buat Nara mana?" tanya Nara


"Ayo... Ayo kita ke halaman belakang, semua makanan udah disiapkan di halaman belakang." ucap Mama Rena pada semua anggota keluarga yang datang.


Mereka semua pun pindah dari ruang tengah ke halaman belakang.


Nara dan Rangga duduk di meja yang terpisah dengan para Tante. Mama Rena mengambilkan sendiri gudeg dan ayam betutu untuk Nara.

__ADS_1


"Maafin Tante Erna yah Ra, dari dulu Tante Erna emang suka begitu." ucap Mama Rena mewakili Kakaknya.


"Nara maklum sih Ma, tapi Nara sekarang gak mau tinggal diam dengan semua hinaan Tante Erna." balas Nara.


"Iya Sayang, Mama tau. Mama justru suka dengan sikap kamu yang berani melawan Tante Erna." balas Mama Rena lalu menghela nafasnya kasar.


"Walau Tante Erna itu Kakaknya Mama, Mama juga gak suka dengan sikap Tante Erna, tapi Mama juga gak bisa membalas kata-katanya karena ujung-ujungnya yang ada jadi berantem. Mama dan saudara-saudara Mama yang lainnya bukannya takut berantem sama dia, tapi karena kami inget pesan almarhum kedua orangtua kami yang meminta kami tidak boleh memutus tali persaudaraan karena masalah apapun, makanya kami hanya bisa mengingatkan Tante Erna secara halus. Apalagi sejak Bapaknya Mama meninggal, Tante Erna yang menjadi tulang punggung keluarga kami, biar bagaimanapun jasanya untuk Mama, Tante Mira dan Tante Yuni sangat besar." kata Mama Rena lagi.


"Kalau gara-gara hari ini Tante Erna jadi marah sama Mama dan memutus tali persaudaraan dengan Mama gimana?" tanya Rangga.


"Rasanya gak mungkin deh, karena Tante Erna kan juga butuh uang Mama." balas Mama Rena.


Rangga dan Nara terkekeh kecil mendengar jawaban Mama Rena. Ya, iyalah keluarga Mama Rena membutuhkan Mama Rena karena Mama Rena paling bisa diandalkan untuk masalah keuangan keluarganya.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2