Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam

Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam
DSDPK 012


__ADS_3

Mobil berhenti di sebuah rumah yang mewah. Rumah itu berada ditengah hutan.


"Wooo sangat Indah" Arumi menatap takjub rumah yang sangat mewah. "Apa Rumah itu milikmu?" Tanya Arumi pada Adrian.


"Iya itu rumahku Umi dan kelak akan menjadi milikmu juga, Apa kamu menyukainya?" Adrian menatap Arumi yang selalu terlihat cantik dimatanya.


"Ayo kita masuk Umi." Arumi hanya diam ketika Adrian menarik tangannya untuk masuk kedalam. Karena dalam pikirannya memikirkan apa yang Adrian katakan barusan.


Arumi semakin Kagum melihat dekorasi rumah yang begitu sangat indah pada hal rumah itu berada dalam hutan. Bahkan rumah itu begitu banyak pengawal dan maid bekerja dirumah mewah itu.


"Ayo kita lihat kamar, kamar mana yang kamu suka." Adrian memegang tangan Arumi dengan lembut dan mengajaknya kesalah satu kamar..


"Bagaimana dengan kamar yang ini, apa kamu menyukainya." Tanya Adrian.


"Hmmm, aku ngga suka, terlalu gelap." Jawab Arumi.


Adrian kembali membuka kamar selanjutnya namun tetap jawaban Arumi sama, kamar itu terlalu gelap dan tidak bisa melihat pemandangan dari atas.


Hampir seluruh kamar Adrian memperlihatkan Arumi namun tidak ada Arumi yang ia suka.

__ADS_1


Adrian menghela nafas panjang. Lalu ia membuka kamar terakhir.


"EmWa ini kamar sangat indah, bahkan ada balkonnya aku bisa melihat pemandangan dari atas sini, aku mau kamar ini kak."


"Apa kamu yakin mau kamar ini" Bisik Adrian tepat telingah Arumi yang membuat Arumi meremang.


"Iya aku mau kak, boleh ya boleh ya." Ucap Arumi merengek.


"Baiklah, tapi kita akan tidur bersama." Ucap Adrian menepuk kasur di sampingnya membuat Arumi melotot.


"Ya nggak maulah, kakak cari kamar lain ajah." Ucap Arumi seenak jidatnya. Apa dia pikir rumah itu miliknya.


Tak


"Aduh sakit kak."


"Arumi sayang, kamar ini adalah milikku. Buka ajah lemari itu, disitu ada beberapa pakaianku." Ucap Adrian pada Arumi dan menunjuk salah satu pintu lemari..


"Baiklah, biar aku kamar yang lain." Ucap Arumi kesuh dan berniat mau keluar kamar namun dengan cepat Adrian menarik tangan Arumi.

__ADS_1


"Tidurlah disini umi, jangan khawatir aku tidak akan macam sama kamu." Ucap Adrian sungguh-sunggu dan mengajak Arumi duduk dikasur.


"Umi boleh aku bertanya sesuatu." Ucap Adrian yang masih memegang tangan Arumi. sedangkan Arumi hanya mengangguk.


"Umi, apa bener kamu tidak mau menikah denganku." Ucap Adrian menunduk.


sebelum menjawab pertanyaan Adrian. Arumi menghela nafas panjang. "Sebelum aku menjawab pertanyaan mu, kakak tidak boleh memotong ucapanku sebelum aku selesai berbicara."


"Baiklah Umi, aku tidak akan memotong perkataan mu lagi sebelum kamu selesai bicara.


"Kak, bukan aku tidak mau menikah, tapi kita tidak bisa menikah sebelum Masa idaku berakhir dan itu selama tiga bulan kak." Ucap Arumi menjelaskan.


"Baiklah tiga bulan lagi kita akan menikah dan aku tidak Terima penolak kan. " Ucap Adrian tegas dan tak mau dibantah sementara Arumi hanya mengangguk karena sejujurnya ia juga memiliki perasaan pada Adrian.


Adrian langsung memeluk Arumi karena ia begitu senang karena Arumi bersedia menikah dengannya walaupun harus menunggu tiga bulan lagi.


"Ayo kita tidur Umi." Ucap Adrian yang membuat Arumi gelagapan.


"Tapi kak.... "

__ADS_1


"Jangan khawatir Umi, aku tidak akan apa-apain kamu sebelum kita sah menjadi sepasang suami istri.


__ADS_2