
Adrian mengendarai mobilnya dengan kecepatan cepat. Ia mengambil handphonenya untuk menghubungi anggotanya yang mengejar Arumi.
"Bagaimana, apa kamu masih mengejar yang menculik calon istriku."
"Iya tuan, aku masih mengikutinya."
"Baik ikuti terus jangan sampai ketahuan dan ingat jangan gegabah. Aku tidak mau calon istriku terluka sedikitpun. " Peringat Adrian agar pengawalnya tidak gegabah.
"Baik Tuan."
Adrian terus melajukan mobilnya semakin cepat untuk menyusul anggotanya dan ia juga berhasil melacak keberadaan Arumi. Ia kembali mengambil handphonenya untuk menghubungi orang-orang kepercayaannya.
"Kalian berdua datanglah ke alamat yang aku kirimkan Secepatnya." Sebelum mereka menjawab. Adrian mematikan telponnya yang membuat sebrang telpon mengumpat.
"Siapa yang nelpon." Tanya Tama
"Siapa lagi kalau bukan Kulkas berjalan 12 pintu." Jawab Jerry kesel sedangkan Tama hanya mengangguk membenarkan perkataan Jerry.
"Ayo siap-siap kita pergi ke alamat yang dikirim oleh King."
Mendengar Jerry sudah memanggil King Adrian. Berarti ini tugas penting. Tama bangkit tempat duduknya dan bersiap untuk pergi bersama Jerry.
***
Adrian sudah sampai dengan kedua pengawalnya. Mereka terus memantau didalam.
__ADS_1
"Kalian terus pantau dan kamu tetap disini tunggu Jerry dan Tama."
"Baik Tuan."
Adrian kembali berjalan mengendap-endap tanpa menimbulkan suara. Ia terus mencari keberadaan di gedung yang terbengkalai. Setiap kamar Adria mebukannya namun ia belum menemukan Arumi..
"Brengsek, aku akan menghabisi kalian semua." Ujar Adrian prustasi karena belum menemukan Arumi.
***
"Hai sayang tidak usah takut, kita bersenang-senang disini." Ujar para penjahat itu.
"Tolong lepaskan aku." Arumi terus memohon agar dilepaskan.
"Tolong jangan lakukan itu.." Arumi kembali memohon dengan Air matanya semakin deras karena ia merasa dilecehkan.
Penjahat itu tidak memperdulikan Arumi yang terus memohon. Ia kembali membuka baju Arumi dengan cara merobetnya sehingga hanya menyisakan BH.
"Tolong hentikan..." Teriak Arumi ketika kedua preman mulai menikmati buah Dadanya.
Brak...
Melihat pemandangan didepan matanya membuat Adrian Sangat marah bahkan matanya sudah memerah..
"Kalian habisi mereka." Perintah Adrian kepada Anggotanya dan tak lama Tama dan Jerry masuk menatap nanar Arumi. Dan ia yakin setelah ini Arumi akan merasa Trauma.
__ADS_1
"Sayang...." Ujar Adrian lembut dengan melepaskan kemejanya untuk menutupi tubuh Arumi yang sudah polos dibagian atasnya.
"Sayang.. Bicaralah jangan membuatku takut dan Maaf aku terlambat menolongmu." Arumu tetap diam dengan tatapan kosong.
"Dri bawah Arumi keluar biar kita yang mengurus mereka." Ujar Tama yang diangguki Adrian. Adrian menggendong Arumi menuju ke mobilnya. didalam gendongannya ia bisa mendengar suara tangisan.
Setelah Arumi masuk kedalam mobil dan duduk nyaman ia pun juga ikut masuk dan Arumi duduk di pangkuannya.
"Kamu tenang ya sayang."
"A.. aku mau pulang."
Mendengar permintaan Arumi tanpa pikir panjang Adrian membawa Arumi pulang dengan mengendarai mobilnya dengan Arumi yang masih berada di pangkuannya. Adrian membawa Arumi pulang menuju rumahnya yang berada ditengah hutan.
Adrian kembali menggendong Arumi masuk kedalam rumah dalam keadaan tertidur.
"Selamat datang Tuan."
"Hem" Ujar Adrian menghentikan langkahnya dan memberikan isyarat pada Maid dan pengawal yang ada didalam rumahnya agar diam.
Maid dan pengawal hanya mengangguk mengikuti perintah tuannya.
Adrian kembali melangkah menuju kearah Lift yang terhubung kedalam kamarnya. Sesampainya dikamar ia membaringkan Arumi dengan pelang.
"Selamat tidur sayang." Adrian mengecup kening Arumi. Setelah mengecup kening Arumi ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket.
__ADS_1