
Adrian sudah berpakaian santai, ia tinggal menunggu Arumi keluar dari kamar Mandi.
"Umi... " Panggil Adrian cemas karena Arumi sudah lama berada di dalam kamar mandi.
Arumi melongokan kepalanya sedikit. "Kak aku tidak bawa baju ganti."
"Tunggu aku carikan kamu baju." Ujar Adrian lalu ia berjalan ke lemari pakaiannya. Ia mencarikan baju untuk Arumi yang cocok. Dan pilihannya jatuh di baju kemeja putih kotak-kotak.
Tok Tok Tok
Arumi membuka sedikit pintu kamar mandi hanya kepalanya yang nongol.
"Ini pakailah baju dulu." Ucap Adrian menyerahkan baju untuk Arumi.
Tak lama Arumi keluar kamar mandi menggunakan baju milik Adrian, baju itu seperti Dress ditubuh mungil Arumi.
"Cantik" Ucapnya tanpa sadar yang membuat pipi Arumi merona karena malu.
"Kak... " Panggil Arumi dengan lembut.
"I.... iya.. " Ucapnya dengan salah tingkah karena ketahuan menatap Arumi. Namun ia berusaha kembali mengubah ekspresi wajahnya seperti semula lalu kembali berkata pada Arumi. "Ayo kita turun makan, mungkin Bisa Siti sudah selesai menyiapkan makanan untuk kita."
__ADS_1
"Ayo kak"
Sementara Di lantai satu pelayan yang khusus didapur sedang menata makanan di meja makan untuk Tuan dan Calon Nyonyanya.
"Silahkan Tuan" Ucap Bi Siti pada Adrian sedangkan Adrian hanya berwaja datar.
Adrian menarikkan kursi untuk Arumi.
"Terimakasih kak." Ucap Arumi seperti biasa ia akan tersenyum membuat siapa saja yang melihat senyumannya akan membuat orang meleleh.
"Lain kali jangan tersenyum seperti sama orang lain" Bisik Adrian yang membuat Arumi mengernyitkan Alisnya. Namun ia juga tidak mau ambil pusing dengan perkataan Adrian karena sudah lapar lebih baik ia menikmati makanan yang ada didepannya begitu lah fikirnya.
...****************...
"Mas apa kita perlu mengundang mantan Istri kamu?" Tanya Mawar sambil melihat nama-nama undangan yang sudah ia cetak.
"Terserah kamu saja sayang" Ujar Rizal datar. Rizal bingung dengan dirinya, ketika Arumi pergi meninggalkannya dan bahkan mengetahui Arumi memiliki Calon Suami membuat dirinya kesel sendiri bahkan ia tidak rela Arumi dimiliki oleh Laki-laki lain. Tapi ia juga tidak bisa melepaskan Mawar karena ia sangat mencintai Mawar.
"Mas... " Ujar Mawar kesel karena Rizal tidak mendengar panggilannya berkali-kali.
"Iya sayang..." Rizal kaget.
__ADS_1
"Mas lagi mikirin apa si, jangan bilang masih memikirkan mantan Istri mas itu yang mandul." Ucar Mawar cemberut.
"Tidaklah sayang, buat apa aku mikirin yang lain kalau didekatku ada bidadari cantik." Gombal Rizal dengan mencolek hidung Mawar yang membuat Mawar tersipu.
"Aaahh.. Mas.. " Mawar memeluk Rizal dengan manja.
"WA ada apa ni kayaknya menantu Mama sangat Bahagia." Ujar Bu Widya dengan membawa Es jeruk untuk menantunya dan segelas kopi untuk Rizal
"Makasih Ma" Ujar Rizal Dan Mawar bersamaan.
"Bagimana persiapan pernikahan kalian?" Tanya Bu Widya yang sudah duduk disofa singel.
"Sudah 80% ma." Ujar Rizal yang diangguki Mawar.
"Apa kalian undang si Mandul?" Tanya Bu Widya.
"Ya kita akan undang ko Ma, benerkan sayang." Ujar Mawar.
"Iya Ma kita akan undang Arumi." Timpal Rizal dan menyetujui apa yang dikatakan Calon istrinya.
"Besok kalian harus pergi lihat baju pengantin kalian dan pergi belli cincin yang cocok untuk Calon istrimu."
__ADS_1
"Iya ma sekalian mau nyebar undangan kalau sempat."