Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam

Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam
DSDPK 007


__ADS_3

Adrian terus membaca Map yang diberikan Jery.


"Arumi itu seorang janda tanpa anak karena ia mandul. Arumi juga diselingkuhi.? Tanya Adrian pada Jerry sedangkan Tama hanya diam mendengarkan tanpa ikut campur pembahasan mereka.


" Iya seperti yang tertulis disitu." Ucap Jerry.


"Baguslah kalau mereka sudah bercerai, walaupun belum secara kegenegaraan. aku akan tetap mendekatinya." Ucap Adrian tersenyum mengingat wajah Arumi yang sangat cantik.


Sedangkan Tama hanya melongoh melihat pertama kali seorang Adrian tersenyum hanya karena seorang gadis.


Sementara Jerry pun kaget mendengar penuturan sahabatnya.


Jam istirahat kantor Adrian keluar dari ruangannya dengan cepat namun ia harus menghentikan jalannya karena ada seseorang memanggilnya.


"Adrian, kita makan siang ya." Ucap wanita itu dengan manja dengan memegang tangan Adrian, namun dengan cepat Adrian melepas pegangan tangan dari wanita itu. Tak lama Adrian merasakan gatal dibadangnya dan mulai merah-merah seluruh badangnya.

__ADS_1


Adrian menatap tajam perempuan itu.Sementara Bram dengan cepat menghampiri Adrian dengan memberikan obat sebelum Adrian dibawah kerumah sakit untuk diperiksa.


"Lain kali nona jangan pernah menyentuh Tuan Adrian lagi. kalau sampai itu terjadi, aku sendiri yang akan memotong tanganmu itu." Peringat Bram dengan menatap tajam perempuan itu sehingga perempuan itu ketakutan berlari keluar dari kantor HASSEL COMPANY.


Adrian sudah berada dirumah sakit miliknya dan dia langsung ditangani oleh dokter Randi. Randi adalah sahabat Adrian juga.


"Apa masih gatal?" Tanya Rendi.


"Tidak." Ucap Adrian datar.


"Tuan pikir dia sudah sembuh, karena beberapa hari yang lalu ada seorang perempuan masuk kedalam mobil tanpa permisi. Bahkan perempuan itu memeluk tuan dengan erat dan Tuan tidak mengalami elergi seperti tadi." Ucap Bram menjelaskan sedangkan Rendi hanya manggut-manggut seperti memikirkan sesuatu.


"Aku tidak percaya dengan ceritamu, coba kamu bawah perempuan itu kesini, aku berharap perempuan itu juga bisa jadi obat penyembuh untuk Adrian." Ucap Rendi.


"Baik Tuan Rendi, kalau begitu aku pergi jemput dia dulu." Pamit Bram.

__ADS_1


"Ren kamu mau apakan perempuan itu, jangan macam-macam sama dia ya, sampai dia terluka kamu akan berhenti jadi seorang dokter bahkan akan kujadikan kamu gembel." Ancam Adrian menatap tajam Rendi. Sementara Rendi tidak percaya Adrian yang biasa irit bicara kali ini bicara panjang lebar hanya dengan Sei perempuan.


"Jangan khawatir ndri, aku tidak akan menyakitinya. Aku hanya mau tahu seperti apa itu perempuan yang tidak membuat elergi kamu. dan aku ingin mengambil sanpel darahnya untuk aku teliti, siapa tahu bisa dijadikan obat untukmu." Ucap Rendi.


"Kamu istirahat dulu, aku mau cek pasien yang lain." Ucap Rendi lagi.


Sementara Arumi sedang bersantai diruang tengah, sebelum ia mencari pekerjaan karena besok ia akan mencari pekerjaan yang cocok untuknya.


Arumi mendengar suara mobil diluar, ia pun bergegas keluar melihat siapa yang bertamu sore begini. Arumi tahu itu mobil orang yang menolongnya, ia tersenyum melihat mobil itu, namun senyumannya luntur ketika ia melihat hanya asistennya yang datang.


"Maaf nona, kalau aku menganggu waktumu, aku hanya disuruh Tuan untuk menjemputmu." Ucap Bram.


"Emangnya tuanmu kemana?" Tanya Arumi.


"Tuan ada dirumah sakit, dan ia mau bertemu denganmu Nona." Ucap Bram Bohong. Walaupun tidak sepenuhnya berbohong karena sebetulnya Adrian mengharapkan kedatangan Arumi untuk merawatnya.

__ADS_1


__ADS_2