
"Eh ngapain kamu masuk dimobilku." Bentak pemuda tampan itu yang bermata biru laut.
"Keluar ga dari mobilku." Usir pemuda itu.
"Tolong aku... Biarkan aku bersembunyi sebentar dimobilmu." Ucap Arumi memohon pada pemuda yang duduk di sampingnya.
Arumi semakin ketakukan melihat preman itu semakin dekat dengan mobil yang ia naiki.
Tok Tok Tok
Arumi semakin ketakutan melihat preman mengetuk pintu mobil.
"Tolong aku, aku mohon." Ucap Arumi lagi. Tanpa pikir panjang Arumi langsung duduk dipangkuan pemuda itu dan memeluknya. Pemuda itu melotot karena perempuan itu berani memeluknya.
"Tolong aku tuan, jangan biarkan mereka menangkapku." Bisik Arumi bergetar ketakutan. Dan pemuda itu bisa merasakan ketakutan yang dirasakan Arumi.
"Baiklah" Ucap pemuda itu dengan suara berat.
__ADS_1
Namun sebelum ia membuka pintu mobilnya ia mendengar suara asistennya mengobrol ketiga preman itu.
"Ada apa kenapa kalian berdiri di dekat mobil tuanku." Ucap Asisten pemuda itu.
"Maaf Tuan, kami mencari seorang perempuan lari kearah mobil anda dan perempuan itu seorang pencuri." Bohong preman itu yang berkepala botak.
"Kayaknya pencuri itu sudah pergi jauh, Kami permisi Tuan, maaf mengganggu." Preman itu berbalik dan pergi meninggalkan Asisten pemuda itu.
Asisten itu masuk kedalam mobil ia kaget melihat tuannya memeluk seorang perempuan.
"Bram kamu dari mana saja, lama banget perginya." Ucap pemuda itu membuat Bram kaget.
Ia juga mempunyai Asisten bernama Bram. Bram hampir sama dengan Adrian. Sama-sama kejam. Umur Bram 27 tahun. Bram sudah lama bekerja dengan Adrian. Adrianlah yang menolong Bram ketika Bram dikeroyok oleh suruhan pamannya untuk menghabisinya agar harta peninggalan orang tuanya jatuh ke tangan pamannya yang serakah.
"Tu.. tuan.. Tidak apa-apa memeluk perempuan itu. Tuan tidak gatal-gatal, Tuan harus minum obat cepat." Ucap Bram membuat Adrian tersentak kaget dan baru ia ingat, alerginya tidak kambu ketika Arumi memeluknya. Bahkan Arumi sudah lama memeluknya sampai membuat perempuan itu tertidur dalam pelukannya.
Adrian menyunggingkan senyumannya membuat Bram bergidik ngeri.
__ADS_1
"Ambilkan koper perempuan ini diluar dan kasih masuk kedalam mobil." Ucap Aditya dan masih memeluk Arumi.
"Kamu sekarang adalah milikku." Ucap Adrian dalam hati dan masih mengelus kepala Arumi.
"Ke mansion" Ucapnya Datar.
"Tadi ajah banyak bicara sekarang kembali datar lagi kayak tripleks." Cibir Bram.
"Mau mati kamu." Bentak Adrian geram.
Adrian merasakan pergerakan Arumi dengan cepat ia mengelus kepala Arumi sehingga membuat Arumi tertidur kembali.
Bram menjalankan mobil dengan kecepatan sedang didalam mobil hanya ada keheningan tidak ada yang membuka suara lagi karena takut membangunkan Arumi.
hampir 30 menit mobil yang dikendarai Adrian dan Bram sampai Dimansion mewah dengan halaman luas.
"Sini tuan, aku akan membawanya kekamar." Ucap Bram bersiap mengambil Arumi dari pangkuannya.
__ADS_1
"Bram, jika kamu menyentuhnya, tanganmu akan kupotong." Ucap Adrian datar..
Dengan cepat Bram menarik tangannya agar tidak bersentuhan dengan Arumi. Kalau sampai ia menyentuh Arumi bisa-bisa ia kehilangan tangannya. Mana mau ia tidak punya tangan bisa-bisa tidak ada perempuan mau sama dia.