Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam

Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam
DSDPK 002


__ADS_3

"Tamparan itu balasan karena kamu berani menampar perempuan yang aku cintai." Marah Rizal sambil menunjuk Arumi sedangkan Mawar tersenyum mengejek kearah Arumi.


"Malam ini disaksikan oleh orang-orang dirumah ini aku ceraikan kamu, Aku talak kamu, kamu bukan istriku lagi, aku haram menyentuhmu." Ucap Rizal tanpa menyesal.


Air mata Arumi semakin deras. Sekarang ia sebatang kara.


"Sekarang keluar dari rumah ini tanpa membawa apapun." Ucap Bu Widya.


"Baik Ma, aku kekamar dulu membereskan pakaiannku." Ucap Arumi pergi dan menaiki tangga.


"Mama senang, akhirnya kamu sadar, kalau dia itu perempuan tidak pantas untukmu." Ucap Bu Widya.


"Betul ma, aku saja jijik selalu berdekatan dengannya. Bahkan aku tidak bergairah lagi ketika bersamanya." Hina Rizal.


Sedangkan Dikamar Arumi merapikan pakaiannya dengan air mata menetes di pipinya.


"Tunggu saja mas, aku akan membalas perbuatan kalian padaku." Ucap Arumi mengambil berkas-berkas penting yang harus ia bawah.


"ATM ini aku simpan dimana agar mereka tidak menemukannya karena aku yakin mereka pasti memeriksa isi koperku. " Ucap Arumi dalam hati sambil memikirkan dimana ia harus simpan ATMnya.

__ADS_1


"Mending aku simpan dalam bajuku saja, tidak mungkin ia memeriksanya."


Setelah semua beres Arumi menuruni tangga, ia bisa melihat suami dan mertuanya tertawa bahagia. ia hanya bisa tersenyum kecut dan meratapi nasibnya.


"Berhenti" Teriak Bu Widya menghentikan langkah Arumi.


"Ada apa ma." Ucapnya datar.


"Zal periksa tasnya, jangan sampai ia membawa barang-barang berharga dirumah ini." Ucap Bu Widya sinis.


Arumi menghela nafas panjang membiarkan suaminya memeriksa kopernya. eh maksudnya mantan suami kan sudah ditalak.


Arumi melangkah kembali menuju arah pintu keluar tanpa menoleh kembali.


"Aku harus kemana malam-malam begini." Ucap Arumi sambil berjalan mengerek kopernya. Ia terus berjalan keluar dari perumahan elit yang ditempati oleh mantan suaminya.


Arumi terus berjalan, namun ia belum juga mendapatkan kendaraan. Perasaan takut menghampirinya, apalagi didepan rumah kosong ada anak mudah nongkrong sambil minum-minum.


"Hai cantik." Ucap oemuda itu mendekati Arumi.

__ADS_1


"Ba.. bang tolong jangan ganggu saya bang." Ucap Arumi takut dan semakin mengenggam kopernya dengan kuat.


"Ayo neng sini layani kami bertiga." Ucap pemuda itu lagi sambil menarik Arumi.


"Bang, tolong lepaskan saya." Ucap Arumi memohon, tapi pemuda itu tidak memperdulikan perkataan Arumi. ia terus menarik tangan Arumi.


"Ayo ikut kami.'


" Tolong... Tolong... Tolong..." Teriak Arumi, ia berharap ada seseorang menolongnya. Arumi terus memberontak dan mencoba melepaskan pegangan pemuda itu dari tangannya.


Arumi menggigit tangan pemuda itu hingga terlepas dan Arumi menendang keperkasaan pemuda itu sehingga membuatnya menjerit kesakitan.


"Aaaahh, brengsek." Teriak pemuda itu memegang keperkasaannya yang ditendang Arumi. Sedangkan Arumi sudah berlari.


"Bro kamu kenapa.?" Tanya temannya itu.


"kejar cewek itu, dia harus diberi pelajaran karena dia berani menendang masa depanku." Marah pemuda itu.


Mereka bertiga mengejar Arumi yang berlari. Arumi sangat ketakutan karena ia dikejar oleh tiga preman yang ia tak kenal. Tanpa sengaja ia melihat mobil terparkir dipinggir jalan. Tanpa pikir panjang ia langsung masuk kedalam mobil yang tidak terkunci. Ternyata keberuntungan masih berpihak padanya.

__ADS_1


"Eh ngapain kamu masuk dimobilku." Bentak pemuda tampan itu yang bermata biru laut.


__ADS_2