
"Kamu sangat bangga ya dengan kehamilanmu yang luar nikah kalau aku si udah malu." Ucap Arumi skamat.
Mawar begitu malu karena semua orang membicarakannya bahkan mencemoohnya. Tak lama Rizal datang menghampiri Mawar yang sedang menangis tersedu-seduh.
"Arumi, apa yang kamu lakukan pada Mawar." Bentak Rizal.
Arumi memutar bola matanya malas mendengar bentak kan dari mantan suaminya. "Aku ngga ngapa-ngapain dia ko, dia ajah tu yang baper."
"Mas, dia menghinaku hiks bahkan dia juga mempermalukanku hiks hiks didepan semua orang." Ucap Mawar yang menangis dipelukan Rizal.
"Arumi, berapa kali aku bilang jangan pernah mengganggu aku ataupun Mawar, apalagi dia sedang mengandung. Dia tidak boleh banyak pikiran Arumi." Marah Rizal dengan wajah memerah. menahan kesal.
Plak
Rizal menampar pipi Arumi dengan keras sehingga bibir Arumi berdarah
Bug
Bug
Adrian langsung berdiri dan menonjok Rizal dengan keras sehingga Rizal jatuh tersungkur.
__ADS_1
"Sayang kamu tidak apa-apa?" Tanya Adrian khawatir.
"Aku tidak apa-apa kak." Jawab Arumi sedikit meringis menahan sakit.
"Bukan aku yang cari masalah sama calon istrimu, tapi dia yang menghampiriku dan satu lagi Mas yang kukatakan semua benar dia itu PELAKOR dan kalian begitu bangganya menyebut kehamilannya yang jelas-jelas diluar Nikah dan asal kamu tahu mas anak yang lahir diluar nikah ia tidak akan bisa mengikuti Nazab ayahnya melainkan ia akan ikut Nazab ibunya mas." Arumi berhenti sejenak dan menarik nafas lalu kembali berkata.
"Asal mas tahu, sekarang aku sudah tidak peduli lagi apa kamu mau menikah dengan dia atau tidak. Karena yang sekarang aku prioritaskan adalah calon suamiku dan tiga bulan lagi kita akan menikah"
Deg
"Kenapa rasanya tidak rela kalau Arumi menikah dengan laki-laki lain." Ucap Rizal dalam hati dengan memegang dadanya yang terasa sakit ketika mendengar Arumi akan menikah dengan laki-laki lain.
"Sayang.." Rengek Mawar.
"I... iya.." jawabnya sedikit gugup.
"Pulang yu, aku lelah mas." Ajak Mawar cemberut.
Rizal pun membawa Mawar menuju mobilnya.
...****************...
__ADS_1
Arumi hanya duduk termenung memikirkan masalah yang terus ia hadapi. Bahkan ia terus memandangi undangan pernikahan Mawar dan Rizal. Bohong kalau ia tidak merasakan sakit hati ketika mantan suaminya begitu melindungi Mawar.
"Apa kamu masih mencintainya." Ucap Adrian yang bersandar di tembok sedari tadi memperhatikan calon istrinya yang terus memandangi kartu undangan pernikahan Mawar.
Arumi berdiri dan menghampiri Adrian. "Ayo kita bicara diruanganmu." Arumi menarik lembut tangan Adrian menuju ke ruangannya. Sedangkan Adrian hanya pasrah mengikuti Arumi.
Sekarang mereka duduk disofa panjang dan Arumi masi memegang tangan Adrian.
Arumi menghela nafas panjang. "Kak aku tidak mencintainya lagi. Hanya ada rasa kecewa dan marah atas penghianatannya. Bahkan rasa sakit itu masih sangat membekas dihatiku." Arumi berusaha menjelaskan pada Adrian agar kedepannya tidak ada salah paham.
Arumi menatap mata Adrian namun Adrian mengalihkan pandangannya kearah lain.
Arumi memegang wajah Adrian agar Adrian menatapnya. "Tatap aku kak"
"Cup"
Entah keberanian dari mana Arumi mencium bibir Adrian yang membuat Adrian melotot tak percaya apa yang Arumi lakukan padanya.
"Kak, cintaku untuk Rizal sudah tidak ada, Sekarang cintaku hanya untukmu." Ucap Arumi jujur.
Adrian langsung memeluk Arumi, ia begitu sangat bahagia karena Arumi juga mencintainya dan ia akan berjanji dengan dirinya sendiri ia tidak akan pernah menyakiti Arumi ataupun menghianatinya.
__ADS_1