
"aaaahhh brengsek, kenapa aku harus marah melihat Arumi bersama laki-laki itu." Ucap Rizal prustasi karena memikirkan Arumi akan menikah dengan orang lain.
Rizal menatap dirinya dipantulan cermin yang ada dikamarnya. Bahkan Rizal terus memikirkan pertemuannya dengan Arumi dicafe. ketika ia memberikan surat cerai ke Arumi. Ia tidak melihat ada raut kesedihan di wajah Arumi.
"Apa mungkin Arumi menghianatiku dengan laki-laki itu." Ucap Rizal dengan sorot mata tajam.
Tok... Tok... Tok....
Mendengar ketukan pintu diluar, Rizal membuka pintu kamarnya.
"Ya ma ada apa?" Tanya Rizal.
"Tu Mawar ada dibawah mau ketemu sama kamu." Ucap Bu Widya.
"Baiklah Ma.' Rizal menutup pintu kamarnya karena ia akan menemui calon istrinya yang sudah menunggunya.
" Sayang... " Mawar berlari kearah Rizal langsung memeluknya dan Rizal juga membalas pelukan Mawar.
"Ada apa malam-malam kesini?" Tanya Rizal yang membuat Mawar cemberut.
"Mas ayo kita jalan-jalan yu."
"Besok ajah ya sayang, ini sudah malam tidak baik untuk kesehatan kamu apa lagi kamu sedang hamil." Bujuk Rizal karena sejujurnya ia malas sekali keluar.
"Baiklah mas." Ucapnya pasrah setelah ia pamit pada calon suaminya ia pun keluar dari rumah Rizal dengan mengendarai mobilnya.
__ADS_1
...****************...
Keesokan paginya Arumi dan Adrian sudah berada di meja makan. Sebelum ia meninggalkan rumah mewah itu yang berada ditengah hutan ia sarapan terlebih dahulu.
Didalam mobil
"Kak, kita mau kemana, kenapa kita lewat jalan sini." Ucap Arumi. Namun yang ditanya hanya diam dan tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Arumi.
"Dasar kutub." Ucap Arumi dalam hati.
"Jangan mengumpat kita Umi." Ucap Adrian yang membuat Arumi kaget "apa ia cenayang.' Ucap Arumi dalam hati.
" Aku bukan cenayang umi." Ucap Adrian lagi yang membuat Arumi memanyungkan bibirnya kesel.
"Ayo turun kita sudah sampai." Ucap Adrian pada Arumi.
"Kak ngapain kita ke Mal? " Tanya Arumi.
"Mau belli baju." Ucapnya datar.
Arumi turun dari mobil dan menghampiri Adrian. Adrian mengenggam tangan Arumi. banyak pasang mata menatap iri mereka. Terutama Arumi, karena Arumi bisa dengan seorang pengusaha mudah terkenal dan sulit didekati.
Adrian tidak peduli orang-orang yang menatapnya ia tetap berjalan dengan mengenggam tangan Arumi seakan takut Arumi akan lepas darinya.
Disinilah mereka tempat pakaian baju Kantor.
__ADS_1
"kamu pilih baju yang mana kamu suka." Ucap Adrian.
Arumi melihat-lihat baju yang tergantung dan harganya sangat mahal.
"Mahal banget ini baju." Ucap Arumi dalam hati.
Adrian berdiri memanggil penjaga tokoh.
"Mba" Panggil Adrian.
"Iya Tuan" Ucap penjaga tokoh itu"
"Bungkus kan baju untuk perempuan yang disana."
"Baik Tuan."
...****************...
Sementara Mawar dan Rizal juga berada di Mal.
"Mas, ayo kita kesana" Tunjuk Mawar sebuah Tokoh. Dan tanpa Mawar sadari Tokoh yang ia mau datangi bersebelahan Tokoh dimana Arumi berada.
"Mas baju ini bagus tidak." Mawar menunjukan baju yang ia pilih pada Rizal, Namun Rizal tidak memperdulikan ia melihat terus jam tangannya.
"Mas kamu kenapa si cuekin aku." Marah mawar pada Rizal.
__ADS_1
"Mawar maaf aku tidak bisa temani kamu berbelanja, Aku harus pergi kekantor karena ada rapat penting dan kamu bisa berbelanja menggunakan kartu ini." Tanpa menunggu persetujuan Mawar. Rizal sudah pergi menjauh dari Mal.