Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam

Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam
DSDPK 014


__ADS_3

Mawar berbelanja baju yang ia mau sampai menghabiskan uang puluhan juta.


Sementara dikantor tempat Rizal bekerja sedang berada di ruangan sang Direktur siapa lagi kalau bukan Pak Handoko.


"Pak Rizal aku memanggilmu kesini karena ada hal penting yang harus aku katakan samaku." Ucap Pak Handoko Namun Rizal tetap diam menunggu Pak Handoko selesai bicara.


"Begini Pak keuangan perusahaan sedang bermasalah dan aku mau kamu mendapatkan kerja sama dari perusahaan PT. Haseel Company agar perusahaan kita bisa bangkit kembali." Ucap Pak Handoko tegas.


"Baik Pak aku usahakan."


***


Sementara di waktu yang sama namun tempat berbeda Adrian dan Arumi masih asik berbelanja untuk perlengkapan Arumi menjadi sekretaris Adrian.


Bruk


Semua belanjaan Arumi terjatuh begitu juga belanjaan orang yang menabraknya.


"Hai kalau jalan itu pakai mata." Marah orang itu padahal dia sendiri yang menabrak Arumi.

__ADS_1


"dan lo... " Orang itu menghentikan ucapannya ketika melihat orang didepannya.


"Oh jadi orang kampung yang berani menabrakku." Hina orang itu.


"Mawar... Mawar... kamu itu tidak berubah dasar pelakor." Ucap Arumi kembali menghina Mawar.


"Ka.. kamu...." Mawar mengangkat tangannya mau menampat Arumi namun tangannya ditahan oleh seorang pemuda Tampan yang membuat Mawar terpesona.


"Jangan berani-berani kamu menampar calon istriku. Sampai itu terjadi akan kupastikan tanganmu ini akan hilang dari tempatnya." Ucap pemuda itu dengan menghempaskan tangan Mawar.


"Adrian kamu tidak apa-apa, Ayo kita kerumah sakit." Ucap Arumi Khawatir tanpa ia sadari kalau Adrian memakai kos tangan.


"He Arumi, apa kamu pikir aku ini Virus sehingga bisa menimbulkan elergi seseorang kambu setelah memegangku." Marah Mawar dan melotot ke arah Arumi.


Setelah mengatakan itu Arumi menggandeng Adrian berjalan tanpa menghiraukan Mawar yang sudah merah padam menahan kekesalannya pada Arumi.


***


"Bibi..... buatkan aku jus jeruk." Teriak Mawar.

__ADS_1


Seorang paru baya menghampiri Mawar yang duduk disofa. "Kamu kenapa sayang, pulang-pulang kok kesel."


"Ma, aku itu kesel sama Arumi. dia mempernalukan aku du Mal ma." Ucap Mawar manja dan memeluk ibunya.


"Kamu tenang ajah ya sayang. Biar Arumi urusan mama. Kamu hanya perlu jaga anak yang ada di kandungan kamu." Ucap Mama Mawar sambil mengelus perut anaknya yang masih kelihatan Rata.


"Baiklah Ma."


Sedangkan diwaktu yang sama ditempat berbeda Adrian sudah berada di ruangannya sedang memeriksa dokumen yang menumpuk dimeja kerjanya. Adrian begitu serius mengerjakan tugasnya sampai waktu jam istirahatpun ia enggang beranjak dari kursinya. sehingga seseorang masuk di ruangannya tidak ia perdulikan karena ia tahu siapa yang berani masuk ke ruangannya siapa lagi kalau bukan Arumi calon istrinya yang juga merangkap sebagai sekeretatianya.


"Kak istirahat dulu, sebentar lagi baru lanjut kerjanya." Ucap Arumi lembut.


Adrian langsung menarik Arumi duduk di pangkuannya dan melingkarkan tangannya diperut Arumi yang rata..


"Kak jangan begini, nanti ada yang masuk bagaimana." Ucap Arumi yang berusaha melepaskan tangan Adrian yang berada diperuknya.


"Sayang, jangan bergerak terus nanti kau membangungkannya." Bisik Adrian dekat telinga Arumi yang membuat bulu kuduk Arumi meremang.


paham apa yang dimaksud Adrian. Arumi langsung berhenti bergerak dan ia hanya pasrah Adrian memeluknya.

__ADS_1


Kruyuuuk.. kruyuuuk..


"Kamu lapar?" Tanya Adrian yang diangguki Arumi menunduk malu.


__ADS_2