
Setelah selesai sarapan Adrian bersiap mau berangkat kekantor. Mendengar suara Arumi memanggilnya ia kembali duduk didepan Arumi.
"Tuan..."
"Iya ada apa?" Ucapnya datar.
"Tuan aku juga mau pamit, Aku harus pergi cari kontrakan dan pekerjaan." Ucap Arumi.
Adrian menghela nafas panjang. "Tinggallah disini, kamu bisa kerja dirumahku dan aku akan menggajimu."
"Aku sangat berterimakasih karena tuan mau menerimaku bekerja dirumah tuan. Namun aku tidak bisa tinggal disini, karena aku harus menyelesaikan masalahku." Ucapnya dan menatap lurus kedepan.
"Baiklah, tapi jika kamu butuh pekerjaan datanglah keperusahaanku." Ucapnya lalu memberihkan kartu nama pada Arumi.
"Itu kartu namaku, jika kamu mau kekantorku hubungi aku."
"Baiklah tuan, Terimakasih, kalau begitu aku siap-siap dulu." Arumi berjalan kearah ruang tamu untuk ber siap-siap dan mengambil kopernya.
Tak lama Arumi menuruni tangga sambil menggerek kopernya.
"Eh Tuan belum pergi kerja." Kaget Arumi ketika melihat Adrian duduk di teras rumahnya.
"Iya, aku nungguin kamu, aku akan mengantar kamu mencari kontrakan."
__ADS_1
"Walaupun sikapnya terkesan dingin namun ia baik juga." Ucap Arumi dalam hati dan mengangumi ketampanan Adrian.
Sementara pelayan yang ada Dimansion Adrian, melongoh melihat majikannya rela menunggu hanya demi seorang Arumi.
Pip... pip..
Suara klakson mobil mengagetkan Arumi yang sedang melamun.
"Cepat naik mobil.." Ucap Adrian datar yang sudah berada di dalam mobil di bagian kemudi.
Dengan cepat Arumi berlari dan membuka pintu dan langsung duduk. Koper Arumi sudah dimasukkan ya kedalam mobil oleh Adrian ketika Arumi melamun.
Mobil keluar dari Mansion mewah milik Adrian.
"Jangan panggil tuan, karena aku bukan Tuanmu. Kamu bisa memanggil namaku saja Adriyan." Ucap Adrian memotong perkataan Arumi yang selalu memanggilnya Tuan.
"Maaf aku tidak bisa memanggil namamu, bagaimana kalau aku panggil kaka atau mas."
"Terserah kamu saja, yang mana membuatmu nyaman asal jangan panggil tuan. "
"Aku juga belum tahu siapa namamu." Ucap Adrian jujur karena ia belum sempat mencari tahu tentang Arumi.
"Namaku Arumi kak." Ucap Arumi lalu kembali menatap jalanan.
__ADS_1
Mobil Yang Adrian kendarai berhenti di depan sebuah rumah minimalis yang sederhana.
"Kak, kenapa kita kesini. Aku kan cari kos kosan murah sesuai dengan kemampuanku." Ucap Arumi menatap sekeliling pakarangan rumah yang luas dan asri.
"Ayo masuk." Ucap Adrian tanpa memperdulikan pertanyaan Arumi.
"Kak ini rumah siapa? Nanti orangnya marah kita masuk tanpa isin." Ucap Arumi tanpa sadar menarik tangan Adrian. Sehingga Adrian berbalik.
Cup
Tanpa sengaja Adrian mengecup bibir Arumi yang membuat Arumi melotot tak percaya.
"Jangan marah kita sekarang imlas." Bisik Adrian dekat telinga Arumi yang membuat pipi Arumi memerah seperti tomat karena malu.
Arumu masih menunduk ia belum berani menatap Adria, ia masih malu.
"Mau sampai kapan berdiri didepan pintu, ayo masuk." Ucap Adrian mengingatkan Arumi. sehingga Arumi dengan cepat berjalan masuk kedalam rumah yang sederhana namun nyaman untuk ditinggali.
"Aku ngga tahu, ketika aku bersamamu, aku merasakan nyaman bahkan elergiku terhadap wanita tidak berpengaruh terhadapmu. Aku berharap kamu jodoh yang dikirim Allah kepadaku." Ucap dalam hati sambil berdoa kepada sang Maha pencipta.
"Kak kamu belum jawab pertanyaannya, ini rumah siapa? Tanya Arumi lagi penasaran siapa pemilik rumah yang ia datangi bersama Adrian.
"Milikmu." Ucapnya datar.
__ADS_1
"Apa.... " Teriak Arumi kaget mendengar perkataan Adrian.