Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam

Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam
DSDPK 04


__ADS_3

Sebuah Kamar yang mewah ada seorang perempuan tertidur dengan nyenyak dan tidak terusik sama sekali dengan Cahaya dari luar menerpa wajahnya.


Ceklek


"Dasar, belum bangun juga apa ia tidak lapar dari semalam tidur terus." Ucap Adrian lalu berjalan membuka gorden Jendela agar ada cahaya masuk kedalam kamar.


"Emm tutup gordengnya, silau tau." Ucapnya tanpa sadar dan masih setia menutup mata.


Sedangkan Adrian berkacak pinggang didekat Arumi yang masih setia menutup matanya.


"Bangun putri tidur." Ucap Adrian datar dan sedikit tegas.


Arumi mendengar suara laki-laki ia langsung membuka matanya dan ia melihat seorang laki-laki tampan berdiri didekatnya berkacak pinggang.


"aaaaaahhhhh......" Teriak Arumi kaget melihat pria itu berdiri dan menatapnya datar.


"Berisik." Ucap Adrian datar.


"Ngapain lo, ada di kamarku, keluar ngga dari kamarku." Bentak Arumi belum sadar sepenuhnya ia berada dimana.


"Yakin ini kamarmu, coba kamu perhatikan sekeliling kamar yang kamu tempati." Ucap Adrian Enteng dan langsung duduk disamping Arumi.


Sedangkan Arumi menatap sekeliling kamar yang ia tempati. Ia menatap Adrian yang berada di dekatnya bahkan sangat dekat tinggal satu senti saja bibir mereka hampir bersentuhan.

__ADS_1


Cup


Adrian dengan cepat mengecup bibir Arumi yang membuat Arumi melotot.


"Aaaaahhhh..." Teriak Arumi mendorong Adrian dengan keras sehingga Adrian terjatuh ke lantai.


"Aduuuuhh.." Ucap Adrian berdiri dan mengelus pantatnya yang sakit karena mencium lantai.


"Kenapa didorong." Ucap Adrian lagi menatap datar Arumi.


"Siapa suruh, cium orang seenaknya. Ucap Arumi tanpa dosa.


Kruuuk kruuuk


" Dasar perut tidak bisa diajak kompromi biking malu saja." Ucapnya dalam hati.


"Bersih-bersih dulu, Baru turun kebawah makan. aku tunggu."


Adrian melangkah keluar namun tangannya dicekal oleh Arumi.


Adrian berbalik ia menatap Arumi. "Apa lagi."


"Aku tidak punya baju ganti, dan aku juga tidak tahu dimana koperku." Cicit Arumi.

__ADS_1


"Kopermu ada di dalam lemari." Ucapnya lalu kembali berjalan keluar.


Sedangkan Arumi masuk kekamar mandi untuk membersihkan badanya yang terasa lengket.


...****************...


"Mas kapan menikahiku." Ucap mawar manja.


"Jangan kawatir sayang, aku akan menikahimu, sebelum itu layani aku dulu. aku sudah sangat rindu dengan goyanganmu."


Rizal langsung menyerang bibir Mawar yang sudah menjadi candunya. Rizal terus mencumbui mawar sampai mawar mendesah. Sehingga mereka melakukan hubungan badan sampai mereka kelelahan.


"Terimakasih sayang." Ucap Rizal mengecup bibir Mawar. Ia pun bangun menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena ia harus kekantor.


Rizal sudah rapi dengan stelan jasnya. Rizal selalu menginap dirumah mawar untuk tidur bersama sampai melakukan hubungan selayaknya suami istri, padahal mereka belum menika. Namun para tetangganya mengetahui kalau mereka pasangan suami istri.


"Sayang aku berangkat dulu kekantor ya, takutnya telat. Ucap Adrian mengecup bibir ranum mawar yang masih berbaring tempat tidur belum memakai sehelai benang pun.


" Iya sayang, maaf aku tidak mengantarmu keluar, aku sangat lelah karena ulahmu."


"tidak apa-apa sayang." Ucapnya cengegesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Rizal pun keluar dari kamar dan menuju ke gerasi mobil.

__ADS_1


Ia pun langsung menyalahkan mobilnya. Dan mengendarainya untuk menuju kekantornya. Ia mengendari mobil dengan kecepatan tinggi karena ia hampir telat.


"Ah sial, macet lagi. hampir jam 8 lagi." Ucap Rizal memukul stir mobilnya karena ia terjebak macet.


__ADS_2