Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam

Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam
DSDPK 015


__ADS_3

Adrian masih memeluk Arumi dengan erat seakan takut Arumi akan pergi meninggalkannya.


Kruyuuuk... kruyuuuk..


"Kamu lapar?" Tanya Adrian yang diangguki Arumi menunduk malu.


"Ayo kita ke restoran dekat kantor saja." Ucap Adrian dan menurunkan Arumi dari pangkuannya dan menggandeng Arumi keluar dari ruangannya.


"Selamat siang Bos" Ucap salah satu karyawan menunduk dan sekali melirik Arumi tak suka yang berada disamping Adrian.


"Kak lepasin tangannya kak, tidak enak dilihat sama karyawan lain." Ucap Arumi berbisik.


Adrian menghentikan langkahnya begitupun dengan Arumi. Adrian menatap sekeliling benar apa yang dikatakan Arumi semua Karyawan menatap kearanya terutama Arumi.


"Turunkan pandangan kalian pada calon istriku." Ucap Adrian tegas dan menatap tajam karyawannya.


"Maaf Bos"


"Kalian semua harus menghormati calon istriku sekaligus sekrearisku. Kalian mengerti." Ucap Adrian tegas.


"Mengerti Bos" Ucap mereka serempak.


"Ayo sayang." Adrian kembali menggandeng tangan Arumi menuju parkiran mobil Adrian berada.

__ADS_1


Arumi sudah menyantap makanannya penuh Nikmat begitupun dengan Adrian.


"Kak kita kembali ke kantor waktu jam makan siang hampir habis." Ucap Arumi melihat jam tangannya yang hampir pukul 1 kurang dari 15 menit lagi jam 1.


"Baiklah, aku bayar dulu ya sayang." Ucap Adrian lembut dan diangguki Arumi.


Setelah Adrian membayar makanan yang ia makan dan Arumi mereka kembali kekantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Waktu begitu cepat sehingga sekarang menunjukkan jam 5 sore semua karyawan bersiap untuk pulang kerumah masing-masing sementara Arumi masih menunggu Adrian menyelesaikan berberapa dokumen lagi.


"Sayang kalau kamu capet istirahat ajah, kamu bisa baring disofa ini juga tinggal sedikit lagi baru selesai." Ucap Adrian lembut dan tidak tega melihat calon istrinya kelelahan.


"Iya kak." Jawab Arumi dan berjalan menuju sofa karena badannya memeng sangat lelah.


Adrian begitu sibuk mengerjakan dokumennya sehingga ia tidak sadar kalau sudah malam. Ia pun melihat ham tangannya.


"Umi bangun.. Umi bangun.. " Adrian menggoyangkan badannya Arumi agar terbangun dari tidurnya.


Arumi hanya menggeliat mencari posisi nyaman.


"Dasar putri tidur" Adrian menggendong Arumi sampai di mobilnya. Setelah Arumi nyaman Ia naik di mobilnya di bagian kemudi.


Pekerja dirumah Adrian sudah tidak heran lagi ketika melihat Adrian menggendong seorang perempuan karena mereka tahu perempuan yang digendong tuannya adalah calon istrinya.

__ADS_1


Adrian kembali turun di lantai satu karena ia mau ketemu bibi yang biasa memasak bagian dapur.


"Bi... " Panggil Adrian.


"Iya Tuan." Jawab Bi Siti dengan menunduk.


"Siapkan makanan." Ucapnya datar dan kembali naik melalui Lift menuju lantai dua dimana kamar ia berada. Ia hanya menggelengkan kepalanya melihat Arumi masih tertidur pulas.


Tak lama Arumi menggeliat dan ia membuka matanya dan mengedarkan pandangannya menatap sekeliling.


"Ini kan kamarnya kak Adrian." Gimana Arumi. "Tapi kemana kak Adrian kok orang tidak ada." Ucap Arumi dalam hati sambil menatap sekeliling. Sehingga ia mendengar pintu kamar mandi terbuka.


Ceklek.


Adrian keluar dari kamar mandi hanya menggunakan Handuk yang menutupi keperkasaannya. tanpa menutupi tubuh kekarnya bahkan otot-otot perut terlihat sangat ****.


"Apa kamu mau menyentuhnya." Bisik Adrian yang membuat Arumi tersentak kaget dan pipi merona karena ketahuan ia menatap badan Adrian dengan takjub.


"Pakai bajumu kak" Cicit Arumi menunduk.


"Apa kamu yakin tidak mau memegangnya." Goda Adrian dan memegang tangan Arumi dan membawa ke perutnya.


"aaaaaahhh... " Teriak Arumi dan berlari masuk kekamar mandi dan membanting pintu dengan keras.

__ADS_1


Brak


"ha 😂😂😂😂😂" Adrian tertawa keras karena berhasil menggoda Arumi.


__ADS_2