Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam

Dibuang Suami Dinikahi Presdir Kejam
DSDPK 021


__ADS_3

Sesampainya dirumah Adrian langsung menghubungi orang kepercayaannya.


"Tam, Cari tahu siapa yang berani menyerangku. Besok harus sudah ada ditempat kerjaku." Ucap Adrian mematikan telponnya secara sepihak sedangkan disebrang telpon hanya bisa mengumpat.


"Dasar teman laknak. Untung gue takut kalau tidak sudah ku jadikan perkedel." Ujar Tama dengan kesel sehingga seseorang dari belakang menepuk pundaknya.


"Bos nelpon." Tanya Jerry.


"Hmmm" Tama hanya menjawab deheman dan pergi ke ruang komputer yang sudah tersedia di markas.


Sementara di tempat lain seorang laki-laki paru baya duduk di kursi goyangnya sambil mengisap Rokok yang ada ditangannya.


"Bagimana apa orang suruhanmu berhasil menghabisinya." Tanya paru baya dengan santai sambung menikmati hisapan rokoknya.


"Maaf Bos, orang suruhanku gagal menghabisinya bahkan beberapa dari mereka hilang tanpa jejak."


Mendengar apa yang dikatakan orang kepercayaannya ia diam seperti memikirkan sesuatu yang membuat orang kepercayaannya was was.


Brak


Ia mengebrak meja dengan keras yang membuat berada di dalam ruangan itu kaget.


"Daniel... "


"Iya Bos... "


"Kamu pantau terus Adrian dan cari kelemahannya agar kita bisa menghancurkannya." Ujar pria baru baya itu.

__ADS_1


"Baik tuan."


Daniel pun keluar dari ruangan bos dan melaksanakan tugas yang ia berikan.


...****************...


Tama langsung memasuki kantor dan menghampiri sekretaris Adrian siapa lagi kalau bukan Arumu.


"Apa Adrian ada didalam?"


"Iya Tuan, Tuan Adrian ada didalam."


Setelah mengetahui Adrian ada di ruangannya ia langsung masuk tanpa mengetuk pintu sedangkan Adrian hanya melirik sekilas dan kembali menatap kembali laptop yang ada didepannya.


"Bagaimana apa kamu tahu siapa yang berani menyeranku?" Tanya Adrian yang langsung to the point.


"Ya, Orang itu adalah permana, dan aku sudah mendapatkan semua bukti-bukti tentang kejahatannya dan dia juga suka menjual gadis-gadis mudah." Ujar Tama dan menyerahkan sebuah Map biru pada Adrian.


"Thanks Tam. Kamu memeng bisa aku andalkan." Puji Adrian dan membuka Map yang berada ditangannya.


"Sekarang apa yang kamu mau lakukan dri." Tanya Tama penasaran apa yang akan dilakukan Adrian pada Permana yang berani mengusik singa yang lagi tidur.


"Ikuti permainannya. dan kita harus tetap waspada." Ujar Adrian menyeringai.


"Perintahkan anggota kita melindungi calon istriku. Aku tidak mau sampai musuh-musuh kita mencoba menyakitinya."


"Baik Ndri."

__ADS_1


***


Rizal masih berkutat dengan komputer didepannya untuk menyelesaikan proposal secepatnya agar ia bisa mendapatkan kerja sama dari perusahaan HASEEL COMPANY.


"Rizal.... " Pria berkecamata memanggil Rizal yang sedang sibuk dan Rizal langsung mendongak menatap Deni si pria culun yang tiba-tiba datang ke mejah kerjanya.


"Kenapa Den?" Tanya Rizal.


"Dipanggil sama Pak Handoko."


Mendengar Nama Pak Handoko, Rizal berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ruangan Pak Handoko.


Tok tok tok


"Masuk"


Setelah mendapat izin masuk. Rizal membuka pintu ruangan.


"Duduk" Ujar Pak Handoko tegas.


Rizal pun duduk didepan Pak Handoko dan mejah yang jadi penghalang mereka.


"Apa proposal ajuan kerja sama dengan perusahaan HASEEL COMPANY sudah selesai."


"Tinggal sedikit lagi baru selesai Pak."


"Cepat selesaikan." Titah Pak Handoko.

__ADS_1


"Baik Pak."


Rizal pun keluar dari ruangan Pak Handoko dan kembali ke kursinya untuk mengerjakan proposal yang tinggal sedikit lagi selesai. Rizal tidak menghiraukan handphonenya yang dari tadi berdering karena ia harus secepatnya menyelesaikan tugasnya sebelum ia kena marah oleh Pak Handoko.


__ADS_2