
Hutang budi sama si jambul ayam kalkun..." Kata Nara.
"Ya elah ra sampai segitu nya.. " Kata Sindy.
Disaat mereka sedang asik mengobrol al pun masuk ke dalam ruangan.
"Udah bangun lho gue udah lewat.. " Ucap al. kirain
Sekate Kate lu nyumpahin gue mati.." Ucap Nara kesal.
Gak usah ngereog nih makan.. Sin nih urus temen lho.. ' Ucap al memberikan nampan berisi bubur ayam dan teh hangat pada Sinta. "Thanks ya ka.. " Ucap Sindy.
Nanti suruh dia gantiin duit gue beli nih bubur sama teh .." Ucap al lalu melenggang keluar dari UKS.
Raka tersenyum tipis mendengar Nara ngedumel di dalam UKS, entah sejak kapan bisa menjahili Naura sangat menggemaskan bagi al.
Di warung kang mamat para anak-anak monartiger berkumpul menghabiskan waktu istirahat mereka.
Dari mana bos..?" Tanya renaldi.
"UKS.." Jawab al singkat lalu iya masuk ke dalam warung kang mamat.
Lho sakit bos apa nemuin ayang naura..?" Tanya dilan berteriak dari luar.
"Heh semprul gak usah teriak ngapa,al juga gak bolot kali.. " Ucap rio.
"Yah siapa tau kuping nya bermasalah.." Ucap dilan.
al yg di dalam warung pun tidak menanggapi perkataan teman-teman nya.
Kang kopi ya.. " Ucap al pada kang mamat.
"Siap den.. " Ujar kang mamat.
alpun keluar dari warung dan bergabung dengan Teman-teman nya.
Lho sakit ka??.. " Tanya anggi.
Enggak.." Jawab al.
Gue tau lho pasti habis *** *** kan sama Naura d uks.." Ucap dian.
wl pun melemparkan kulit kacang ke wajah dilan.
"Sembarangan kalo ngomong gini-gini gue masih perjaka emang lho udah gak perjaka sama sabun.. " Ucap Raka."Ya ampun bos ngadi-ngadi lo walaupun hoby gue nonton begituan tapi gue belum pernah kali.. " Ucap dilan polos.
PERCAYAAA HAHAHA.. " Ucap Teman-teman nya.
Brumm brummm
Terdengar suara segerombolan anak motor yang menuju ke warung kang mamat.
Bos itu bukan nya lukas sama anak-anak the devils.. " Kata renaldi
__ADS_1
Gue gak buta kali, temuin mereka.. " Ucap al lantas menemui lukas di susul anak-anak blacktiger yang lain.Ngapain Iho kesini.. " Ucap al bernada dingin.
"Wohooo.. Santai bro apa gini cara kalian menyambut tamu yang baru datang.. " Ucap lion.
Kalo tamu nya demit kaya kalian gak perlu di sambut.. " Ucap rio.
"Hahahaha. "Tawa lion dan teman-temannya.
Gue kesini cuman pengen ketemu sobat lama gue al. tempo lalu kita belum sempat bertegur sapa bukan.. " Ucap lion tersenyum miring.
Gak usah bertele mau lho apa ban*sat.." Ucap dilan Woww santai dong,gue kesini cuman pengen ngajak lo balapan lagi tapi ada taruhan nya gimana??.." Ucap lukas.
Apa taruhan nya?? " Tanya al.
Kalo gue kalah gue dan anak buah gue gak bakal ganggu monartiger lagi, tapi kalo lo kalah Jabatan dan cewek lho jadi milik gue..
Buughh almenonjok muka lukas hingga lukas tersungkur.
"Ban*sat.. Dia bukan cewek gue jangan pernah lho bawa dia dalam bahan taruhan ini .. " Ucap al dengan emosi.
Lho gak bisa membawa orang yang gak tau apa-apa dalam taruhan.. " Ucap al lagi.
Hahaha kenapa lho takut.. " Ucap lion meremehkan al.
"Gak ada di kamus gue takut sama orang modelan kaya lho, dia bukan cewek gue jadi gak usah bawa-bawa dia .. " Kata al.
Oh ya kalo gitu boleh dong gue deketin dia.." Ucap lion.
Dia bukan cewek sembarangan yang bisa dideketin cowok macam lho.. " Kata al. Oh ya itu tantangan yang menarik buat gue .. " Ucap lion.
Deal"
"Ok sampai bertemu di sabtu malam.." Ucap lion lantas pergi.
Mereka menyepakati taruhan.
Cewek yang di maksud
lion siapa bos?? " Tanya renaldi. Nara" Ucap al lalu pergi dari warung kang mamat kembali ke sekolah karna bel sudah berbunyi sekitar 15 menit yang lalu tapi iya tak menuju kelas melainkan ke rooftop dia butuh menenangkan diri. .
Emang lion pernah ketemu sama Nara..?" Tanya renaldi lagi pada rio.
Lho tanya gue terus gue mau tanya siapa rumput yang bergoyang.." Ucap rio.
Gak gitu konsep nya, dah lah balik ke kelas.. " Ajak dilan. "Jangan lupa atuh den doble sama yang kemaren.. " Ucap kang mamat.
"Siapp kang.." Ucap renaldi.
"Malu gue punya kembaran lu re, kerjaan nya ngutang mulu di kang mamat.. "Ucap renaldi
"Yee.. Sewot aja lu dompet gue ketinggalan. "Ucap Renaldi.
Halah alasan lho basi mas bro.." Kata dilan yang berlari menyusul al.
__ADS_1
Mereka pun kembali ke sekolah...
Ra, lo bener udah gak papa ?" Tanya Sindy.
Gue gak papa kok udah tenang aja.." Jawab Nara.
Pulang sekolah Nara, Sindy .matia, dan Lani sudah siap ingin membagikan sumbangan pada anak jalanan atas kehendak Nara.
Sebenarnya teman-teman nya sudah melarang dan membagikan nya lain hari saja.
'Nanti lo pingsan lagi gimana?" Tanya Lani. Gue pingsan karna magh gue kambuh, sekarang gue udah baikan..
"Udah yuk lo pada gak usah
khawatir sama gue, gue udah gak
papa berangkat sekarang aja
keburu sore.." Ucap Nara lagi.
Mereka akhirnya berangkat menuju kawasan yang banyak terdapat anak jalanan dan juga pengamen.
Sekitar 20 menit akhirnya mereka pun sampai di tujuan.
Banyak sekali anak-anak jalanan dan pengemis di sana.
"Adek sini.. " Panggil Nara memanggil salah satu pengamen. Anak itu menghampiri Nara dan teman-temannya.
Ada apa ka?" Ucap nya.
Nara pun mengeluarkan bingkisan dari dalam mobil nya.
"Ini kami ada sedikit
bingkisan untuk kamu.. " Ucap Nara.
"Wah... Alhamdulillah makasih banyak kak.. '
Terpancar raut wajah bahagia dari anak itu.
"Dek nama kamu siapa.." Tanya maria.
"Agung ka.. " Jawab nya.
Nah agung bisa panggil teman-temannya kesini juga gak? "Ucap Nara.
Anak bernama agung
bergegas memanggil teman-temannya nya yang lain.
Nara, Sindy, maria, dan Lani sangat terharu melihat wajah-wajah bahagia anak pengamen dan pengemis ini mendapatkan bingkisan dari mereka.
Salah satu anak berpakaian lusuh menghampiri mereka.
__ADS_1
"Kaka.. Apa punya
obat-obatan?" Tanya anak kecil itu.