
Di gedung tua pinggiran kota, terlihat Nara sedang terikat di kursi besi dengan penampilan yang sudah berantakan. Iya nampak tersadar dari pingsan nya.
"Sttt.. Gue di mana, kenapa gue bisa ada disini ? Bang aidil, al tolongin gue,gue takut..." Batin Nara, iya tak bisa bersuara karna mulut nya di lakban.
Tab tab tab
Terdengar suara langkah kaki, Nara ketakutan,iya takut orang itu akan mencelakai nya.
"Akhirnya lo sadar juga.. " Ucap orang di depan nya.
Nara tak melihat wajah orang itu iya menggunakan topeng,namun Nara tak asing dengan suara nya hanya saja sedikit tersamar karna tertutup topeng, orang itu menjambak rambut Naura dan membuka lakban nya dengan kasar.
"LO SIAPA? MAU LO APA HAH !!" Nara berteriak pada orang di depan nya.
Plak!!!
Wajah mulus Nara di tampar begitu keras sampai ujung bibir nya berdarah.
"Lo cewek sialan, lo perusak rencana gue,gue pikir kita bisa jadi teman gak tau nya lo duri dalam daging, lo udah ngerebut apa yang menjadi milik gue LO PANTES MATI !!." Ucap nya.
"MAKSUD LO APA GUE GAK NGERTI, ANJNG LO LEPASIN GUE BANG*AT..!!" Nara berteriak pada orang di depan nya.
Plak!!
Nara di tampar untuk yang ke 2 x nya sampai iya jatuh ke lantai, hingga tak sadarkan diri.
"Jangan pernah lo main-main sama gue Naura."
Seseorang membuka pintu dengan kasar.
"raYA...."
Iya menoleh ke belakang dan tersenyum licik. "Dari mana aja lo? " Ucap raya.
"Astaga, lo bunuh Nara?"
Gue cuman ber main-main kecil sama dia, belum gue bunuh kok tapi akan gue lakukan. "
"Psycho lo raya !! Dendam gue dengan al bukan Nara gue cuman manfaatin dia buat al hancur bukan bunuh dia. "
"HALAH!!! LO GAK ADA BEDA NYA DENGAN GUE, KALO LO GAK MAU IKUT RENCANA GUE PERGI DARI SINI JANGAN GANGGU URUSAN GUE,ATAU GUE BAKAL LAPORIN LO KE BOKAP GUE !!!.
"Cewek gila lo.'
Brak!!
Lion pergi dari gedung itu, iya tak mungkin melawan raya yang notabene adalah anak dari bos mafia dimana iya dilindungi, maka dari itu lion tak pernah bisa tertangkap saat kena tuduhan pengedar karna bukti-bukti sudah di lenyap kan oleh anak buah papa raya .Di rumah sakit aidil, Sindy, mama intan dan Riski menemani papa Adi yang belum siuman sedari tadi.
__ADS_1
"Fal gimana sama Nara apa udah ada perkembangan? mama gak tenang fal mama takut Nara kenapa-kenapa."
Mama tenang ya mah, kita berdoa semoga Naura cepat ketemu, papah juga cepat sadar, tadi aidil sudah minta om frans untuk kerahin anak buah nya."
Sin aku minta tolong kamu ajak Riski pulang ya kasihan dia pasti cape, kamu nginep di rumah aja kasian namun juga cape." Ucap aidil. "Iya, aku ajak Riski pulang ya, kalau ada perkembangan tentang Nara kamu kabarin aku."
"Riski pulang sama ka Sindy yuk Riski capek disini besok kan Riski harus sekolah, "Ajak Sindy.
"Enggak ka Sindy, Riski mau disini temani papah sama mamah. Mah, Riski disini aja ya temani mamah dan nungguin papa sadar."
Riski pulang sama ka Sindy ya nak, dsini ada bang aidil kok yang temani mamah, kalo Riski disini malah gak bisa tidur, besok habis pulang sekolah Riski boleh kesini lagi jengukin papa ya nak. "
Riski pun akhirnya mau di ajak pulang bersama Sindy. "Mah abang nganter Sindy dan Riski dulu ya sebentar, mama mau di bawain apa?" Tanya naufal.
"Tolong bawakan selimut dan baju ganti papa aja ya,."
aidil pun mengantarkan Sindy dan Riski pulang ke rumah.
Waktu menunjukan pukul 23.00 Di markas Blacktiger mereka sudah berhasil menemukan alamat rumah raya, anggota Blacktiger di perintah mengawasi rumah raya jika ada pergerakan mereka akan melapor pada al.
Rencana kita selanjutnya apa?" Tanya rio.
Kita tunggu informasi dari anak-anak dulu. " Ucap al.
Drrttt drttt..
"Ya hallo.. Gimana le?'
"Hmmm suruh Adit dan evan ngikutin dia dan kirim informasi ke gue.."
"Gimana ka? "
"Kata leon raya baru pergi membawa koper." Ucap al.
Drrttt
Rupa nya leon menelpon lagi. [Bos gue liat lion keluar dari rumah raya.]
"BAJINGAN!!! Rupa nya mereka selama ini bersekongkol..lo dan Aji ikutin lukas dan jangan lupa hidupkan GPS nya, . " Perintah al.
"SIALAN!!!! "
Brak!!
al menggebrak meja membuat mereka semua kaget.
"Ada apa ka?" Tanya anggi.
__ADS_1
"Rupa nya raya dan lion bersekongkol.."Ucap al.
"Brengsekk... Kita harus kasih pelajaran dia malam ini juga bos."
Ting
Raka mengecek ponsel nya, leon dan Adit mengirim share lokasi yang sama.
Kita ke lokasi ini sekarang juga, gue yakin Nara pasti di sana kerahin anggota yang lain, dilan lo hubungin bang aidil."
SIAP BOS!!"
Mereka sudah sampai di lokasi yang di tuju, di ujung jalan ada gudang tua, mereka yakin Nara di sana.
"Kalian yakin lokasi nya disini?"
"Yakin bos, mobil raya masuk ke belakang gedung begitu juga lion.'"Gue, dilan, rio, anggi dan renaldi akan masuk ke dalam kalian berjaga-jaga di luar, kalau kondisi sudah tak kondusif kalian ngerti kan harus apa?"
"Siap dimengerti ketua" Ucap mereka bersamaan.
Mereka berlima masuk mengendap-endap, iya melihat tak ada orang yang berjaga, mereka pun menerobos masuk secara perlahan.
Gue yakin ada yang gak beres disini, gak ada seorang pun yang berjaga." Ucap dilan.
"Tetap waspada. " Perintah al
Mereka memasuki 1 ruangan betapa terkejutnya mereka melihat Nara di ikat di kursi.
al langsung menghampiri Nara.
"Ra, lo gak papa kan?" Ucap al menepuk pelan pipi Nara.
Nara pun tersadar, iya melihat al di depan nya betapa bersyukur nya iya al berhasil menyelamatkan nya.
al melepaskan ikatan nya setelah berhasil melepaskan Nara iya memeluk nya.
Hiks.. Hikss...al gue takut.. "
Suuttt jangan takut, gue ada disini.."
Bos ayo kita keluar sebelum ketahuan." Ucap anggi.
Prok.. Prok.. Prok..
"Rupanya ada tamu tak di undang
"RAYAA bang*at lo cewek licik, rupanya lo bersekongkol dengan lukas.." Ucap al.
__ADS_1