Dicintai Badboy Tampan

Dicintai Badboy Tampan
bab30


__ADS_3

Siapa?" Sahut al dari dalam kamar.


Gue angga!"


Masuk gak di kunci." Ucap al.


Anggi membuka pintu, iya melihat al duduk di tepi kasur.


"Tumben pagi gini lo kesini, ada apa? "Ucap al tanpa menoleh pada angga, iya sedang bermain ponsel nya.


Ada yang mau ketemu sama lo!!"


Naura masuk ke dalam kamar al Hai al."


al sempat terkejut mendengar suara orang yang tak asing di telinga nya,namun iya mencoba menormalkan perasaan nya.


"Ngapain kesini? " Ucap al tanpa menoleh pada Nara.


Boleh gue bicara sama lo sebentar..?"


Tanpa menjawab al lantas keluar dan di ikuti nara. Saat ini mereka sedang di taman belakang panti.


Mau ngomong apa? " Ucap al.Maaf kalo gue selama ini egois, gue gak peka sama lo, gue keras kepala, lo salah faham antara gue dan lion,waktu itu kita gak sengaja ketemu dia nganterin gue pulang dan kemarin kita juga gak sengaja ketemu waktu di toko buku, dia lagi cari kado buat sepupu nya ya gue bantu nyariin, masalah foto itu memang saat itu lukas megang tangan gue karna dia ngasih gue gelang itu aja al kita gak ada hubungan yang khusus."


Gue yang salah! Gue yang gak tau diri, gue yang mengekang lo padahal kita bukan siapa-siapa kan kata lo." Kata al.


Maaf kalo gue udah berucap kasar sama lo al, tapi karna lo mancing masalah duluan jadi gue kan ikut kebawa emosi juga."


Sekarang belajar lebih dewasa, kalo orang tanya di jawab baik-baik jangan ketus-ketus amat, udah di tinggal pergi aja nyariin, di kangenin, udah di depan mata ngajakin gelud terus, Sindir al.


"lihh.. Gak kok siapa yang kangen sama lo gak ada ya ."


Masaaa," al menoel dagu Nara.


"Apa sih colek-colek bukan muhrim, "Nara menggosok dagu nya yang di toel raka. Bukan muhrim, ya udah ke KUA yuk biar jadi muhrim. " Ucap raka menaik turunkan alis nya.


Gak gitu konsep nya jambul ayam, jadi gimana kita baikan nih?," Nara mengulurkan tangan.


"Menurut lo," al menatap Nara.


"Baikan ya ya yaaaaaa, Nara memperlihatkan puppy eyes nya.


al tersenyum melihat kelakuan gadis di depan nya ini.


Mau gimana pun lo ra se ngeselin apa pun lo tetap cantik. " Ucap al di dalam hati nya.


Iya baikan," Mereka bersalaman.


Setelah berbaikan mereka menghampiri anggi yang sedang di kerubungi anak-anak. Anggi sedang membaca kan dongeng pada mereka. Nara menatap al.


Lo kenapa kalo ada masalah malah kesini?" Tanya Nara.


"Ini panti asuhan gue yang bangun dari hasil tabungan gue sendiri, karna gue perihatin dengan anak-anak yang ada di jalanan, jadi gue bangun panti ini tanpa sepengetahuan nyokap bokap gue, setelah tempat ini berdiri banyak anak-anak yang gue tampung disini dan gue merasa lebih tenang aja kalo sudah disini mungkin karna ada mereka jadi gue terhibur."

__ADS_1


Terus kalo untuk sehari-hari mereka disini itu dari lo semua? "


Sebagian dari gue, dari hasil balapan dan sebagian lagi dari donatur, nyokap anggi juga salah satu donatur disini maka nya cuman anggi yang tau tempat persembunyian gue."


Kaya buronan aja lo.


"Iya buronan cinta lo. " Ucap


al.Apa sih gak jelas banget. " Ucap Nara iya berusaha menahan senyuman nya.


"Ngga kalo lo mau pulang duluan aja gue pulang bareng al. " Kata Nara.


"Gak, lo pulang bareng anggi aja nanti gue nyusul. "


"Kok gitu gak barengan aja pulang nya?" Tanya Nara.


"Nanti ada donatur kesini jadi gue mau temuin dulu!! " Jawab al


Bener ya lo nyusul pulang, awas aja lo sampai gak balik-balik. "Iya, besok juga gue udah masuk sekolah. " Kata al.


Nara berpamitan pada ibu panti dan juga al iya pun akhirnya pulang bersama anggi.


Nara merasa bersyukur iya dan raka sudah berbaikan.


~~


Tap tap tap


Selamat pagi mama, papah, abang,adek ku."


"Pagi. " Ucap mereka


bersamaan.Girang banget lo de, habis dapet lotre ya?" Tanya aidil


"Yee sembarangan masa cewek cantik dan anak ceo sanjaya grub main nya lotre sih gak banget deh."


Udah pada sarapan nanti telat lagi sekolah nya. " Ucap mama intan.


Saat mereka asik makan bel rumah berbunyi.


Ting tong..


"Siapa pagi-pagi udah bertamu?" Tanya Naura.


"Mungkin frans!! " Jawab papa adi. Frans adalah asisten pribadi pak adi.


Bi ani menghampiri mereka di meja makan.


"Maaf non di depan ada mas raka. " Ucap bi ani.


Huk huk huk


Naura tersedak makanan nya, iya buru-buru minum air karna tenggorokan nya terasa sakit setelah tersedak.

__ADS_1


Pelan-pelan dong ka, ya allah sampe keselek gitu. " Kata mama intan.


Pantes semangat banget di jemput ayang. " Sindir aidil. Nara menatap tajam pada abangnya, namun naufal tak memperdulikan tatapan Nara.


Udah di temuin dulu sana al nya, ajak dia sarapan sekalian. " Titah mama intan.


Nara menghampiri raka di teras rumah.


"Hai." Ucap Nara.


Hai ra, sorry gue kesini gak bilang sama lo, gue mau ngajak lo berangkat bareng."


Gue ambil tas dulu ya, masuk ke dalam yuk ada bang naufal juga. "


al pun mengikuti Nara ke dalam rumah nya.Pagi semua nya.


Pagi nak al, ayo ikut sarapan.


'Terimakasih om saya sudah sarapan di rumah, saya izin berangkat bareng sama naura ya om. "


Boleh banget lah, om malah seneng kalo kalian bisa sering-sering berangkat bareng. "


"Papah apaan sih emang raka tukang ojek Nara apa. " Protes Nara.


Ya udah berangkat dulu ya Naura mencium tangan kedua orang tua nya dan juga aidil tak lupa iya selalu memberi kecupan pada adik nya. al juga ikut berpamitan pada mereka.


Lo punya helm kan? " Tanya al.


'Ada, bentar ya gue ambil di garasi dulu." Nara mengambil helm nya di garasi dan kembali lagi ke al.


Nara naik ke atas motor al


"Yuk berangkat.


"Masih ada yang kurang." Ucap al.


Nara bingung dengan ucapan al.


"Apa yang kurang, udah semua kok. "


Lo gak mau pegangan, nanti kejengkang gue yang di salahin. "


Plak


Naura mengeplak helm al.


Itu modus lo kamprett. " Ucap Nara.


Mau cepet jalan apa enggak, kalo enggak ya gini aja sampai besok juga gak papa. " Ucap al.


Mau tak mau Nara pun melingkar kan tangan nya di pinggang al.


al tersenyum penuh kenangan di balik helm nya

__ADS_1


__ADS_2