Dicintai Badboy Tampan

Dicintai Badboy Tampan
bab15


__ADS_3

Minta apa aja, tapi kalo gue yang menang la harus nurutin apa mau gue.. "Tantang al.


"Apaan kaya gitu gak ada,, gak ada..." Protes Naara tak Terima.


"Pengecut.." Ejek al


Nara membulat kan mata nya iya paling tidak suka di remehkan.


"Ck. Lo ngeremehin gue hah !! Ok deal gue setuju.. " Mereka berjabat tangan.


Mama intan dan aidil yang melihat raka dan Naura bersama tersenyum.


Mah kaya nya mereka cocok deh...


"Iya bang, mama pikir kalo mereka jadi pasangan bakalan cocok banget..


"Gak di jodohin aja tuh mereka berdua mah.. "


Husss... Emang ini jaman nya siti nurbaya main nya jodoh- jodohan.."


Mama sama papa dulu di jodohin juga gak? " Tanya aidil.


Mama dulu sama papa mu teman seangkatan, papa mu yang pertama nembak mama tapi mama jual mahal sok sokan gak mau, eh pas mama ke Jerman melanjutkan pendidikan papa kamu bela-belain nyusul mama lo ... " Ucap mama intan mengingat kenangan nya bersama suami nya dulu.


Waw keren banget kisah cinta mama sama papa.. " Ucap aidil


Balik ke Nara dan al waktu permainan mereka sudah habis. Al tersenyum melihat hasil skor mereka.


Sesuai kesepakatan lo harus turutin apa kemauan gue.. " Ucap al.


Skor al 255 dan skor Nara 159.


Cih... Iya.. Iya.. Lo mau apa? Tanya Naura.


Nanti gue bilang apa mau gue, sekarang kita balik ke mama sama abang lo dulu.. " Jawab al.


Setelah asik berkeliling mereka pun akhirnya berniat untuk pulang, Nara dan sl berjalan beriringan.


"Makasih lo udah mau nyempetin datang.. " Ucap Nara.


Gue ngelakuin ini buat Riski bukan buat lo,dan ingat lo masih punya hutang sama gue .. Jelas ral. Nara melongo mendengar ucapan raka, ingin iya memaki altapi iya urungkan karna ada mama dan juga abang nya.Pah, apa kita gak bisa mengangkat Riski jadi anak kita aja?" Tanya mama intan pada suami nya yang sedang duduk di sofa memangku laptop nya.

__ADS_1


Papa adi menutup laptop dan berjalan duduk di sisi mama intan.


Papah tidak keberatan mah kalau kita mengangkat Riski menjadi anak kita papah dukung sekali, tapi mama tau sendiri Riski nya menolak untuk tinggal bersama kita..."


"Tapi mamah sudah terlanjur sayang banget sama dia pah beberapa hari dia tinggal disini mamah merasa seperti punya anak lagi pah.." Ucap nya bergetar ingin menangis.


"Besok kita bicarakan lagi dengan Riski ya ma, semoga dia mau berubah pikiran.." Ucap Papa adi memeluk istri nya.


Pagi setelah sarapan Naura dan naufal sudah berangkat ke sekolah dan ke kampus, papa nya sengaja berangkat lebih siang untuk berbicara pada Riski.


Tok.. Tok.. Tok


Riski boleh om dan tante masuk?" Tanya nya. Iya selalu menerapkan perilaku sopan pada anak-anak nya jika ingin masuk ke kamar orang lain harus mengetuk pintu karna seseorang juga butuh ruang privasi termasuk juga anak-anak nya.


"Iya om tante masuk saja tidak di kunci.. " Ucap nya dari dalam.


Cek lek..


Pintu di buka.


Riski tersenyum kepada kedua paru baya di depan nya.


"Apa Riski sedang sibuk ? " Tanya mama intan. "Tidak tante, Riski habis merapikan tempat tidur.. " Jawab nya.


Memang ada larangan orang untuk bicara om..? " Tanya Riski balik.


Papa adi dan mama intan terkekeh mendengar pertanyaan Riski.


"Tante mau tanya,Apa


keputusan Riski untuk tinggal di panti asuhan sudah bulat?.. " Tanya mama intan mereka duduk bersebelahan dengan Riski.


"Iya tante Riski mau tinggal di panti aja, Riski sudah banyak merepotkan kalian.. " Jawab nya.


"Tante sedih banget kalo Riski pergi dari rumah ini, Riski sudah tante dan om anggap seperti anak kami sendiri.. " Air mata mama intan sudah jatuh membasahi pipi nya.


Tangan kecil Riski terulur menghapus air mata nya .


"Tante jangan sedih, kalo tante sedih Riski juga bakal sedih


Papa adi berjongkok di depan Riski.

__ADS_1


"Riski.. Tante dan om sudah lama sekali ingin memiliki anak lagi tapi Tuhan belum memberi kami kepercayaan itu lagi sama kami. Mungkin dengan kedatangan Riski ke hidup kami adalah perkabulan doa kami selama ini..." Jelas papa adi.


Riski mau ya tinggal di sini aja kami akan memberikan kehidupan yang layak untuk iki, iki bisa bersekolah juga seperti teman-teman yang lain dan Riski gak akan kesepian lagi anggap kami sebagai orang tua kandung iki.." Mohon mama intan.


Riski melihat wajah ke dua orang di depan nya bergantian.


"Iya... Om tante riski mau tinggal disini.." "Alhamdulillah... " Ucap mereka bersamaan, mama intan langsung memeluk Riski dan tak berhenti mengucapkan rasa syukur nya.


"Mulai sekarang Riski manggil nya mama dan papa ya, jangan om dan tante lagi... " Kata papa adi.


"Iya om...eh pah..hehe Riski belum terbiasa, terimakasih sudah menerima Riski di keluarga kalian.. " Ucap Riski.


"Sehabis ini papa akan minta sekretaris papa mengurus surat adopsi untuk Riski.. "


"Bagaimana kalo kita buat syukuran pah untuk Riski ..?


Ide bagus ma, papa setuju banget kita akan perkenalkan dia sebagai anggota keluarga kita.."


Kapan kita buat acara syukuran nya pah?.. " Tanya mama intan.


'Minggu depan.. " Ucap papa adi.


Mereka keluar dari kamar Riski, mama intan ingin pergi ke dapur tetapi tangan nya di tarik suami nya masuk ke kamar mereka.


"Pah, ada apa? Kenapa mama di tarik ke kamar,apa ada hal penting? "Tanya mma intan. Papa mau bicara sebentar


mah.?"


"Ya cerita atuh pah!!..ada apa?"Tanya mama intan


"Jadi kemarin papa metting dengan pak Hendrik, setelah kami selesai dengan kerja sama perusahaan pak Hendrik menyampaikan niat baik nya pada kita.."


"Papa dan pak Hendrik punya pemikiran yang sama untuk menjodohkan Naura dan raka..." Ucap pa adi lagi.


Pah, apa di zaman seperti ini masih ada yang seperti itu di jodoh-jodohkan? Ini demi masa depan anak kita pah, mama gak mau anak kita sengsara karna perjodohan ini, mama memang menyukai raka karna sikap nya yang baik mama juga berharap anak kita akan mendapatkan pasangan seperti al, tapi semua kita kembalikan lagi ke anak-anak kita pah.. " Jelas mama intan.


"Ini keputusan yang terbaik


dan tepat mah, besok malam kita adakan acara makan malam


bersama di resto star papa harap Nara mau menerima perjodohan ini..

__ADS_1


Mama gak mau tanggung jawab kalau sampai Nara marah sama kita... " Mama intan pergi


__ADS_2